Meski demikian, Afni menyoroti tingginya biaya produksi BSP yang masih berada pada kisaran 95 hingga 97 persen. Menurut dia, efisiensi harus menjadi fokus utama agar keuntungan perusahaan dapat terus meningkat.
"Bagi kami, yang paling penting adalah dividen meningkat. Tahun ini Kabupaten Siak menerima dividen sekitar Rp100 miliar. Dahulu, pada masa Bupati Siak Arwin, BSP pernah menyumbangkan dividen lebih dari Rp300 miliar. Dana itulah yang membangun Jembatan Siak, jalan-jalan, perkantoran, dan berbagai infrastruktur daerah," ujarnya.
Ia berharap di bawah kepemimpinan Direktur Robby Junita, BSP kembali menjadi perusahaan yang sehat, profesional, dan mampu meningkatkan kontribusi bagi daerah melalui kenaikan dividen secara berkelanjutan.
Afni juga meminta manajemen menerapkan tata kelola perusahaan yang bersih, transparan, dan akuntabel, serta memperkuat komunikasi dengan pemerintah pusat, Kementerian ESDM, SKK Migas, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat penyelesaian pembangunan jaringan pipa.
"Segera putuskan langkah terbaik terkait pembangunan pipa agar biaya angkut dapat ditekan dan produksi meningkat," pungas Afni.
Afni Berharap PT BSP Berikan Cuan Rp300 Miliar ke Siak
Diskusi pembaca untuk berita ini