Duri, katakabar.com - Bank Sampah Pematang Pudu Bersih binaan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) WK Rokan berada di Jalan Bakti Kopelapip Ujung RT 01 RW 16 Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau, persis di sebelah barat daya sentral keramaian perkotan Duri.
Untuk menjangkau lokasi Bank Sampah Pematang Pudu Bersih cukup mudah, lantaran letaknya masih di bilangan kawasan perkotaan Duri, dan akses yang dilalui menuju ke lokasi sudah aspal hotmix.
Bila ingin berkunjung ke Bank Sampah Pematang Pudu Bersih, bisa dari dua arah berbeda, yakni dari simpang Pokok Jengkol dan simpang Garoga Duri.
Jika dari arah simpang Pokok Jengkol lewat jalur dua Jalan Hang Tuah, persis di traffic light (lampu lalulintas) simpanh Jalan Mawar populer bernama simpang Telkom belok kiri terus ke Jalan Aman baru belok kanan ke Jalan Bakti Kopelapip Ujung. Dan bila dari arah Simpang Garoga melalui jalur dua ruas jalan yang sama tapi pas di traffic light (lampu lalulintas) simpang Jalan Mawar belok kanan terus ke Jalan Aman baru belok kanan lagi ke Jalan Bakti Kopelapip Ujung.
Menjelang tiba di lokasi, bener ukuran sedang bertuliskan Bank Sampah menyambut pengunjung yang datang berkunjung ke Bank Sampah Pematang Pudu Bersih.
Begitu menginjakkan kaki di lokasi, tumpukan sampah dari kertas, plastik, logam dan lainnya tersusun rapi di sebelah kanan dan kiri serta serta seberang halaman rumah bulatan dari beton tempat tinggal Ketua Bank Sampah Pematang Pudu Bersih binaan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) WK-Rokan, Lambas Hutabarat bersama keluarga.
Di paruh bulan Agustus 2023 lalu, lelaki 45 tahun pakai kemeja hijau tua lengan panjang dan celana jeans biru black kedatangan tamu dari perwakilan tim Corporate Social Responsibility (CSR), Priawansyah, Sr Analyst Social Perfomance PHR WK Rokan didampingi perwakilan Tim Media Relations PT PHR WK Rokan.
Ia sambut hangat dengan rasa kekeluargaan perwakilan Tim Corporate Social Responsibility (CSR) didampingi Media Relations PT PHR WK Rokan yang datang bertandang, di ruang tamu rumahnya, Ketua Bank Sampah Pematang Pudu Bersih binaan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) WK-Rokan, Lambas Hutabarat, dengan duduk bersila di atas tikar hijau dari plastik sambil menikmati kopi panas di tengah hujan deras mengguyur di luar rumah
menceritakan awal mula berdiri Bank Sampah Pematang Pudu Bersih.
"Bank Sampah ini sudah berumur delapan tahun lamanya, tepatnya berdiri pada Desember 2015 lalu. Awalnya dari kegiatan sosial bersama pemuda setempat, yakni gotong royong membersihkan berbagai sampah di sepanjang Jalan Aman Kelurahan Pemagang Pudu. Dulu, Kelompok Pemuda Kopelapit Bersih namanya belum Bank Sampah Pematang Pudu Bersih," ujar Lambas sambil kenang kondisi lingkungan Jalan Aman dan sekitarnya saat itu.
Saya tak sangka kata Ayah tiga orang anak ini, kebersamaan dan kekompakan, serta kepedulian para pemuda Pematang Pudu kepada alam dan lingkungan sekitarnya, diam-diam bikin manajemen PT Chevron terpincut.
Dari situ, Tim CSR PT Chevron saat itu tertarik dan melakukan pendampingan dan pembinaan untuk mendirikan Bank Sampah Pematang Pudu Bersih.
"Bank Sampah Pematang Pudu Bersih sebuah lembaga memiliki struktur, terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara dan Anggota. Bank Sampah ini telah terdaftar secara resmi di Notaris memiliki Nomor Register Notaris dari awal berdiri hingga saat ini. Jadi, Bank Sampah Pematang Pudu Bersih ini bukan pengepul sampah atau barang-barang bekas seperti dibayangkan kebanyakan atau sebagian besar orang-orang," ulasnya.
Layaknya sebuah bank tutur Sarjana Tekhnik ini, Bank Sampah Pematang Pudu Bersih memiliki nasabah totalnya sudah mencapai seribuan orang. Nasabah memiliki buku tabungan bisa pinjam uang dengan bersyarat tapi tidak bisa simpan uang.
Sampah adalah harta yang sangat bernilai, sampah bisa ditabung. Di mana tabungannya dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Caranya, pastikan anda, keluarga anda, dan orang-orang sekitar anda tidak buang sampah sembarangan lagi. Pilih dan siapkan sampah sesuai jenisnya untuk ditabung ke bank sampah.
"Anda bisa datang ke bank sampah sesuai jadwal operasional atau hubungi bank sampah untuk menjemput sampah yang sudah dipisahkan. Jangan lupa siapkan buku tabungan. Sampah yang sudah ditimbang dicatat ke dalam buku tabungan. Di mana tabungan bisa diambil atau dimanfaatkan buat bayar listrik dan lainnya," jelasnya.
Nasabah kata Lambas, bisa pinjam uang di bank sampah sesuai ketentuan dan persyaratan. Nominal dan besaran pinjaman sesuai harga sampah yang dijual ke bank sampah. Jadi, masyarakat jual sampah hasilnya kembali kepada nasabah bank sampah.
Berbagai jenis sampah bisa di jual ke bank sampah, yakni buku bekas, koran, kardus, kaleng, botol, plastik, tempat telor, VCD bekas, platik kresek bersih, kotak susu, kotak rokok, kalender bekas, undangan, alat elektronika rusak, dan karah, seperti botol sampo, ember dan lainnya jenis sampah yang bisa ditabung.
Bank Sampah Pematang Pudu Bersih bersedia menerima dan membeli berbagai sampah tadi, baik dari nasabah, pemulung dan lainnya. Ragam sampah itu setelah dibeli dipilah lagi menjadi empat jenis, yakni plastik, logam, kertas, dan jelantah.
Bank Sampah Pematang Pudu Bersih memiliki empat orang pekerja, yakni satu orang karyawan tetap dan tiga orang lagi freelance. Para bekerja mulai beraktivitas dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB sesuai jadwal buka yang telah disepakati.
"Mereka memilah dan mengolah berbagai jenis sampah secara spesifik jadi bahan baku pabrikan dan lainnya. Sampah bahan baku pabrikan disusun rapi dan dipacking siap untuk dijual. Pemesan atau pembeli ada dari Dumai, Pekanbaru, Medan dan lainnya," bebernya.
Menurut mantan karyawan perusahaan yang bergerak di bidang perminyakan ini, bahan baku dari sampah tidak semua dijual, khususnya sampah dari kertas, Jelantah, dan pelepah pisang dijadikan produk kreatif bernilai ekonomi.
"Sampah dari kertas jadi produk kreasi, berupa kotak hantaran, kertas seni daur ulang, guci, pot bunga, bingkai foto, kotak tisu. Sampah dari plastik jadi produk kreasi, yakni tas, dompet, ransel anak-anak, dan baju karnaval. Sampah organik diproduksi jadi pupuk kompos dan cairan enzim, dan sampah bahan baku dari jelantah jadi produk kreasi baru lilin, serta pelepah pisang jadi kertas," urainya.
Lambas cerita lebih jauh, sebelum wabah Covid 19 melanda Indonesia dan dunia, sirkular ekonomi dari hasil produk baku dan kreasi dari sampah bisa mencapai Rp30 hingga Rp40 juta per bulan.
"Sampah kertas yang telah dipilah dan diolah dijual ke Pekanbaru, di mana rata-rata mencapai 4 ton per minggu, sampah logam dijual sekali sebulan, dan botol plastik per dua bulan dijual ke Medan diolah menjadi produk jadi," tuturnya.
Tentang produk-produk kreatif Bank Sampah Pematang Pudu Bersih sambung Lambas, kalau ada permintaan baru diproduksi. Sebelum Covid 19 lumayan banyak permintaan, seperti DLH Kota Dumai produk-produk kreatif di pesan dan dibeli untuk acara-acara pameran, dan lainnya.
"Produk-produk kreatif yang dipajang di lemari beberapa diantara contoh produk-produk kreasi dari sampah beberapa tahun lalu," sebut lambas seraya menunjukkan beberapa produk kreatif di dalam lemari kaca di ruang tamu rumahnya.
Tapi sejak Covid 19 melanda hingga saat ini kata Lambas lagi, jarang sekali ada permintaan produk-produk kreatif. Makanya Bank Sampah Pematang Pudu Bersih saat ini belum memproduksi produk-produk kreatif.
"Wabah Covid 19 tidak hanya berdampak kepada sepinya permintaan produk-produk kreatif. Harga jual sampah plastik, logam, kertas yang telah dipilah berimbas, seperti kursi plastik bekas dibeli Rp3.500 dari salah satu sekolah saat ini harga jualnya anjlok Rp1.500. Ini sebenarnya penyebab, kenapa berbagai jenis sampah menumpuk di Bank Sampah Pematang Pudu Bersih," imbuhnya.
Masih Lambas, Bank Sampah Pematang Pudu Bersih saat ini telah memiliki tiga unit Bank Sampah menyebar di daerah Duri, meliputi empat kecamatan, yakni Mandau, Bathin Solapan, Pinggir dan Talang Muandau.
Total tiga Unit Bank Sampah belum cukup melihat luas dan kepadatan penduduk Duri telah mencapai 300 ribu jiwa. Bisa dibayangkan, volume dan produksi ragam sampah yang dihasilkan per harinya oleh masyarakat Duri sekitarnya.
Untuk mengurangi volume sampah lanjutnya, semakin banyak Unit Bank Sampah makin bagus untuk mengelola sampah organik dan anorganik yang dihasilkan masyarakat.
Hal ini salah satu alasan paling mendasar, Bank Sampah Pematang Pudu Bersih tetap berdiri dan bertahan hingga saat ini meski tak mudah menghadapi berbagai tantangan.

Puji Tuhan, Bank Sampah Pematang Pudu terus berupaya mengatasi masalah sampah dengan cara melakukan sosialisi, pelatihan dan edukasi kepada semua elemen masyarakat, khususnya para pelajar mulai jenjang pendidikan dasar, menengah pertama hingga menengah atas.
"Bank Sampah Pematang Pudu Bersih sudah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dan kerja sama program Adiwiyata dengan 60 sekolah yang menyebar di tiga kecamatan daerah Duri, Kabupaten Bengkalis Riau," kata Lambas.
Program sosialisasi, pelatihan dan edukasi kepada para pelajar tentang pilah sampah organik dan anorganik sejalan dengan Projek, Penguatan, Profil, Pelajar, Pancasila (P5) Kurikulum Merdeka dilaksanakan sekolah-sekolah. Tujuannya, agar para pelajar sejak dini tahu cara pilah sampah organik dan anorganik.
Jika para pelajar sudah tahu dan terbiasa pilah sampah, saya meyakini bila nanti mereka beranjak dewasa hingga berkeluarga kelak bakal timbul kesadaran dan kepedulian menjaga kebersihan lingkungan sekitar bebas dari berbagai sampah.
Dijelaskannya, para pelajar diberi pelatihan bagaimana membuat pupuk kompos dari sampah organik. Pupuk kompos hasil olahan para pelajar digunakan untuk mempuk aneka tanaman kehidupan di pekaran sekolah.
Sedang, sampah anorganik yang telah terkumpul di Unit Bank Sampah dan sekolah-sekolah yang telah bekerja sama tadi ditimbang dan dibeli terus dipilah kembali di Bank Sampah Pematang Pudu Bersih, tuturnya.
Kegiatan sosialisasi, pelatihan dan edukasi tentang sampah sebutnya, sasarannya tidak hanya para pelajar, tapi anggota dan pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) sejumlah kelurahan yang ada Duri . Artinya, semua dilibatkan untuk membangun animo atau minat untuk menjaga kestabilan lingkungan dan alam sekitarnya agar bebas dari sampah.
Itu sebabnya, Bank Sampah Pematang Pudu Bersih bukan sekadar sirkular ekonomi menghasilkan uang tapi paling utama tentang darma kepada lingkungan dan alam sekitar.
"Saya meyakini ketika sudah tumbuh darma atau tanggung jawab kepada lingkungan dan alam sekitar sirkular ekonomi bakal datang," ucap lelaki tiga orang anak ini.
Masalah sampah beber Lambas, sangat berisiko kepada harmoni kehidupan, lingkungan dan alam sekitar. Sampah dapat membahayakan lingkungan dan kehidupan, seperti lingkungan kotor dan polusi udara, mencemari sungai dan menghambat proses air tanah, dapat mencemari tanah dan menjadikannya tidak sehat, sehingga menggangu kesehatan manusia, dan picu penyakit seperti diare dan disentri.
Sampah plastik bakal mengakibatkan ikam dan biota sungai dan lainnya alami gangguan bahkan kepada konsentrasi tinggi sekali sebabkan terjadinya kematian dan lainnya.
Itu sebagian besar dampak sampah dibuang sembarangan, risikonya yang ditimbul tidak hanya saat ini tapi di masa datang akibat sepele dan kurang kesadaran dan kepedulian kepada lingkungan sekitar.
Lalu, untuk menjaga keseimbangan alam dan lingkungan sekitarnya, edukasi pengelolaan sampah harus terus digencarkan ke tengah masyarakat, khususnya kepada generasi muda agar belajar dari sekarang betapa penting mengelola sampah dengan baik dan benar kelak mereka tak lagi merasakan risiko yang ditimbulkan akibat sepele dan lalai buang sampah sembarangan.
Optimalisasi pengelolaan sampah harus diawali dari dapur. Di mana sampah organik dan anorganik dipilah sedemikian rupa untuk mengurangi volume sampah semakin hari makin bertambah dan menumpuk di tempat dan lokasi tertentu di lingkungan masyarakat.
Bagaimana cara memilih sampah di rumah?
Pertama sampah organik, yakni jenis sampah dapat terurai secara biologis atau alamiah, seperti sisa makanan, tulang hewan, daun kering, kulit, biji buah dan lainya.
Kedua, sampah metal, gelas, dan plastik, yaitu kategori sampah sulit terurai, seperti botol, minum gelas atau plastik, tas plastik, sedotan, serta lainnya yang sejenis.
Ketiga sampah kertas, yakni semua barang terbuat dari kertas, seperti tas kertas, cangkir kertas, karton, koran, buku, brosur dan lainnya.
Keempat sampah berbahaya dan beracun adalah barang yang mengandung bahan kimia, seperti baterai bekas, bohlam lampu, isi tinta printer, elektronik, dan lainnya.
Kelima sampah residu, yakni sampah sama sekali tidak bisa didaur ulang terpaksa berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Misalnya segala jenis sampah basah atau barang berminyak, seperti tisu basah, kotak plastik atau kertas bekas makanan, styrefoam, kemasan makanan dan minuman dan seterusnya.
Paling berat tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan sampah adalah prilaku, dan konsistensi dari nasabah dan masyarakat. Bisa jadi lantaran darma atau tanggung jawab kepada lingkungan dan alam sekitar sudah tergerus.
"Untuk itu, perlu perubahan prilaku dan konsistensi lewat edukasi secara terus menerus agar kesadaran tumbuh dari hati bahwa masalah sampah masalah bersama harus bersama-sama mengatasi dari sekarang demi menjaga harmoni antara manusia, lingkungan dan alam sekitar di masa datang," harap Lambas sudah dinobatkan sebagai Local Hero oleh PT PHR WK Rokan.
Priawansyah, Sr Analyst Social Perfomance PHR WK Rokan menimpali, program pembinaan dan pendampingan kepada Bank Sampah Pematang Pudu Bersih lanjutan dari operator sebelumnya.
"PT PHR WK Rokan sama dengan operator sebelumnya bahwa masalah sampah berkait dengan kesehatan, sosial, pendidikan atau sekolah," terangnya.
Priawan sapaan akrabnya menekankan, Bank Sampah Pematang Pudu Bersih bukan pemulung tapi suatu lembaga. Makanya PT PHR WK Rokan terus mendukung dan mendorong melalui pembinaan dan pendampingan agar berkembang sesuai visi awal berdiri bank sampah.
"Memang semua tidak terlepas dari sirkular ekonomi, ini yang jadi magnetnya," ujarnya.
Indonesia impor sampah tegasnya, masalahnya enggak ada yang mengelola sampah. Itu sebabnya, sampah berserakan kemana-mana, ke sungai, laut dan lainnya.
Salah satu pemicunya masyarakat belum sadar mengelola sampah darma atau tanggung jawab bersama. Untuk itu, bank sampah terus didorong keberlangsungannya diharapkan dapat manjadi pilot project pelecut inspirasi di tengah masyarakat, terutama generasi muda tumbuh kesadaran menjaga lingkungn dan alam sekitar bebas dari sampah.
"Ketua Bank Sampah Pematang Pudu Bersih, Lambas Hutabarat bakal diplot sebagai Leader Bank Sampah untuk mengawasi unit-unit bank sampah agar lebih tertata lebih baik lagi ke depan. Bagaimana sampah bisa jadi emas katanya.
Bagaimana sampah bisa jadi emas, poinnya ini. Lantaran itu, kami terus mendukung dan bantu Lambas Hutabarat untuk membantu masyarakat.
"Kita terus dukung dan dorong untuk menjadikan Bank Sampah Pematang Pudu Bersih menjadi sentral pengelolaan sampah, entah sampai kapan," tandasnya.
Bank Sampah Binaan PHR Bukan Sekadar Ekonomi Tapi Tentang Darma Kehidupan
Diskusi pembaca untuk berita ini