Tangerang, katakabar.com -  Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP ikut berpartisipasi di gelaran Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia atau APKASI Tahun 2025 selama tiga hari dari 28 hingga 30 Agustus 2026 lalu, di ICE BSD City, Tangerang Selatan.

Kehadiran BPDP ditandai dengan penyediaan booth pameran edukatif yang menampilkan berbagai informasi mengenai program pendanaan perkebunan berkelanjutan, mulai dari Peremajaan Sawit Rakyat atau PSR, riset, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Di hari pertama pameran, seperti dilansir dari laman website resmi BPDP, Selasa (2/9) sore, perhatian besar tertuju pada booth BPDP kala Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto, sempatkan diri berkunjung.

Di sana Kepala Negara mendapatkan penjelasan singkat mengenai produk batik dari lilin sawit, sebuah inovasi pemanfaatan sawit tidak hanya ramah lingkungan tapi bernilai seni, dan ekonomi.

Kunjungan Presiden RI tersebut semakin menegaskan posisi BPDP sebagai lembaga strategis dalam mendukung pengembangan sawit berkelanjutan dan bernilai tambah tinggi.

Salah satu daya tarik booth adalah hadirnya Pojok PSR yang difungsikan sebagai ruang konsultasi bagi pengunjung maupun perwakilan pemerintah daerah bertanya lebih jauh mengenai mekanisme dan manfaat program PSR.

Banyak peserta yang memanfaatkan kesempatan ini untuk berdiskusi langsung dengan tim BPDP terkait persyaratan, proses pengajuan, maupun strategi percepatan realisasi PSR di daerah masing-masing.

Booth BPDP berkolaborasi dengan Institut Pertanian Stiper atau INSTIPER Yogyakarta yang menghadirkan produk inovatif, berupa sabun dan aromaterapi berbahan dasar sawit.
Kehadiran produk-produk tersebut menarik minat banyak pengunjung yang baru mengetahui bahwa sawit dapat diolah menjadi barang kebutuhan sehari-hari yang bermanfaat dan berkualitas.

Kolaborasi ini menjadi bukti sinergi antara lembaga pengelola dana dan dunia akademik dalam menghasilkan inovasi nyata berbasis sawit.

Selama tiga hari pameran, booth BPDP tidak pernah sepi. Antusiasme pengunjung terlihat dari ramainya diskusi yang terjadi, baik dari kalangan pemerintah daerah, akademisi, mahasiswa, maupun masyarakat umum. Materi publikasi berupa booklet, standing banner, video edukasi, hingga produk inovasi sawit semakin memperkaya pengalaman pengunjung pahami komoditas sawit bukan sekadar bahan baku minyak goreng, melainkan juga sumber energi terbarukan, produk kesehatan, hingga karya seni. Di hari penutupan, BPDP mendapat predikat sebagai Booth Kategori Invoatif.

Partisipasi BPDP di APKASI 2025 menjadi langkah strategis untuk memperkuat jejaring dengan pemerintah daerah, memperluas pemahaman publik tentang sawit berkelanjutan, serta menegaskan kontribusi dana perkebunan dalam mendorong pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.