Tapsel, katakabar.con– Action Humanity mendirikan Dapur Darurat (Emergency Kitchen) di wilayah Sayur Matinggi, Tapanuli Selatan, setelah banjir dan longsor besar melanda kawasan tersebut dalam sepekan terakhir.
Bantuan tersebut didirikan langsung oleh Direktur Action Humanity, Aufan nabil, dibantu juga oleh sejumlah relawan lokal, dan masyarakat setempat, Rabu 3 Desember 2025.
“Daerah Sayur Matinggi menjadi salah satu titik paling terdampak. Banyak warga terisolasi dan belum tersentuh bantuan apa pun. Karena itu kami memprioritaskan pendirian dapur darurat untuk memastikan para korban yang bertahan tidak mengalami kelaparan,” kata Saufi.
Dapur darurat ini akan memasak sekitar seribu porsi makanan hangat setiap hari bagi warga, seribu porsi yang dimasak setiap hari dapat menyelamatkan sekitar 500 warga dari bahaya kelaparan akibat hancurnya akses jalan dan rusaknya jalur logistik pascabencana.
Bantuan tersebut meliputi beras, lauk-pauk, bahan pangan segar, serta peralatan dapur lapangan yang langsung dioperasikan oleh tim relawan terlatih.
Ia menjelaskan bahwa pendirian dapur darurat merupakan langkah paling mendesak karena laporan lapangan menunjukkan banyak keluarga hanya makan sekali sehari, bahkan beberapa tidak makan sama sekali akibat distribusi bantuan yang belum menjangkau wilayah itu.
“Fokus kami saat ini memastikan mereka mendapatkan makanan hangat sekarang. Dalam kondisi darurat seperti ini, satu piring nasi bisa menjadi harapan untuk hidup,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama Action Humanity, Muhammad Arief Saufi, menegaskan bahwa Sayur Matinggi dipilih sebagai lokasi prioritas setelah tim asesmen menemukan bahwa wilayah tersebut menjadi salah satu titik yang paling minim bantuan.
“Ketika laporan masuk bahwa warga di Sayur Matinggi belum tersentuh bantuan apa pun selama berhari-hari, kami memutuskan untuk turun dengan cepat. Dapur darurat adalah intervensi yang paling relevan dan paling dibutuhkan masyarakat saat ini,” tegas Saufi.
“Kami memastikan bahwa setiap bantuan yang masuk tepat sasaran. Anak-anak, ibu hamil, dan lansia harus menjadi prioritas. Tidak boleh ada satu pun warga yang terabaikan,” ujarnya.
Tim Action Humanity kini tengah membangun pos dapur darurat di dekat area pengungsian yang menampung ratusan warga.
Saufi menambahkan bahwa keberadaan dapur darurat menjadi penyelamat bagi banyak keluarga yang sebelumnya hanya menggantungkan diri pada air seadanya dan makanan yang tidak layak konsumsi.
Karena menurut masyarakat setempat 100 persen warga yang selamat dari korban bencana hanya bergantung pada dapur darurat dan bertahan di camp pengungsian.***
Belum Masuk Bantuan Sejak Banjir, Ratusan Warga Nyaris Kelaparan di Tapsel
Diskusi pembaca untuk berita ini