Jakarta, katakabar.com - Sinar Mas Agribusiness and Food atau SMAF bangga umumkan pencapaian program Sawit Terampil yang dijalankan perusahaan. Salah satu koperasi petani swadaya peserta program Sawit Terampil berhasil meraih sertifikasi Roundtable Sustainable Palm Oil atau RSPO.

Koperasi Jasa Sawit Lepan Jaya atau KJSLJ dari Langkat, Sumatera Utara yang beranggotakan 250 petani swadaya dengan lahan seluas 368 hektar, adalah koperasi petani swadaya kedua yang berhasil meraih sertifikasi RSPO melalui program Sawit Terampil. Sertifikasi diberikan kepada Ardiyanto, manajer grup sekaligus ketua KJSLJ dalam acara RSPO Roundtable Conference atau RT di Bangkok, Thailand, yang diglar pertengahan November 2024 lalu.

Program Sawit Terampil bertujuan untuk membantu petani swadaya dengan memberikan pengetahuan, dan keterampilan agar mereka dapat menerapkan cara-cara terbaik produksi minyak sawit, sehingga diharapkan dapat meningkatkan hasil pertanian mereka.

“Ini tonggak penting bagi para petani yang berpartisipasi Program Sawit Terampil yang ingin mendapatkan sertifikasi keberlanjutan RSPO. Tujuan utama program ini untuk menerapkan praktik-praktik perkebunan terbaik, membantu mempersiapkan para petani untuk memenuhi syarat-syarat keberlanjutan yang ada, dan memenuhi peraturan pemerintah Indonesia,” jelas Helena Delima Lumban Gaol, Head of Smallholders Innovation Department yang memimpin Program Sawit Terampil, lewat press release, dilansir dari laman EMG, Minggu (8/12).

Selain itu, kata Helena, program Sawit Terampil dorong petani swadaya dalam mendapatkan sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil atau ISPO, seperti tertuang dalam Rencana Aksi Nasional Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan atau RAN KSB tahun 2019-2024. Di mana salah satunya mensyaratkan petani untuk mendapatkan Surat Tanda Daftar Budidaya atau STDB dari pemerintah setempat.

Program Sawit Terampil, ulas Helena, membantu pemerintah dan petani dalam mempercepat penerbitan STDB dengan memetakan lahan-lahan para petani peserta Program Sawit Terampil. Peta lahan petani (geo-location) menjadi salah satu dasar untuk mendapatkan STDB.

“Kami tidak hanya mendapatkan banyak pengetahuan terkait praktik pertanian yang baik, hingga memungkinkan kami untuk mendapatkan sertifikasi RSPO-standar internasional. Tapi, kami sangat terbantu dengan pemetaan yang dilakukan oleh Program Sawit Terampil. Kami akhirnya dapat melengkapi formulir STDB dan telah menyerahkan kepada pemerintah, semoga STDB dapat segera diterbitkan,” timpal Ardiyanto selaku ketua KJSLJ.

Tidak KJSLJ, organisasi petani swadaya lainnya yang berpartisipasi dalam program Sawit Terampil, CV Perangin-angin Grup (CV PAG) yang beranggotakan 299 petani di Kota Subulussalam, Aceh telah mendapatkan rekomendasi dari Certification Body  untuk mendapatkan sertifikasi RSPO. Pada akhir tahun tahun 2023, peserta program Sawit Terampil yang pertama, Perkumpulan Sejahtera Petani Nusantara atau PSPN dari Aceh Utara, berhasil meraih sertifikasi RSPO di Jakarta.

Hingga Oktober 2024, program Sawit Terampil telah melatih lebih dari 9.000 petani swadaya. Mereka kini tergabung dalam rantai pasok SMAF di beberapa kabupaten di Aceh dan Langkat, Sumatera Utara.

SMAF berencana untuk memperluas program Sawit Terampil dengan menjangkau 100.000 petani yang dilatih hingga tahun 2035.