Pekanbaru, katakabar.com - Seekor beruang madu (Helarctos malayanus) berhasil diselamatkan oleh tim Wildlife Rescue Unit Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Senin (27/5).
Satwa tersebut ditemukan terjerat di areal perkebunan masyarakat di perbatasan Desa Merangin dan Desa Pulau Terap, Kabupaten Kampar.
Proses penyelamatan dimulai setelah BBKSDA Riau menerima laporan dari warga. Tim penyelamat bersama pihak kepolisian dan pemerintah desa setempat segera menuju lokasi. Saat tiba, tim medis segera melakukan pembiusan pada beruang tersebut untuk mempermudah evakuasi dan observasi.
“Kaki pada bagian kanan satwa beruang terkena jerat tali nilon dan mengalami pembengkakan (radang) karena sirkulasi darah terhenti akibat tali jerat,” jelas Kepala BBKSDA Riau, Genman S. Hasibuan, Kamis (30/5).
Setelah dibebaskan dari jerat, tim medis memberikan perawatan intensif kepada beruang tersebut dengan vitamin, antiradang, dan antinyeri. Berdasarkan hasil identifikasi, beruang itu berjenis kelamin jantan dan berusia sekitar lima tahun.
“Lokasi terjeratnya satwa itu berada di kebun karet masyarakat dengan status kawasan HPK dan jaraknya sekitar 500 meter dari Cagar Alam Bukit Bungkuk. Di sekitar kebun masyarakat, beberapa jerat ditemukan, dan himbauan dilakukan pada masyarakat yang berkebun,” tambahnya.
Mengingat kondisi medis dan perilaku satwa yang masih agresif, tim akhirnya memutuskan untuk melepasliarkan beruang madu tersebut di kawasan konservasi.
“Agar tidak terjadi lagi hal yang sama kedepannya, kami menghimbau masyarakat untuk tidak memasang jerat dan mengingatkan aturan hukum terhadap perburuan satwa liar yang dilindungi,” ujarnya.
Penyelamatan beruang madu ini merupakan upaya nyata dalam menjaga kelestarian satwa liar yang dilindungi dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem alam.
Beruang Madu Terperangkap Jerat di Perkebunan Warga Kampar, Begini Kondisinya
Diskusi pembaca untuk berita ini