Jakarta, katakabar.com - Bila program B50 dijalankan pada 2026 mendatang, Trader senior sekaligus pengamat pasar CPO, Dorab Mistry, prediksi harga Crude Palm Oil (CPO) bisa tembus MYR 5.000 per ton.
Harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) terus menunjukkan penguatan di pasar global. Lihat perdagangan Rabu (8/10) lalu, kontrak CPO di Bursa Malaysia untuk pengiriman Desember ditutup naik 1,7 persen ke level MYR 4.546 per ton atau tertinggi hampir dua bulan belakangan ini.
Kenaikan ini didorong stagnasi produksi di dua negara produsen utama, Indonesia dan Malaysia, sisi lain permintaan global terus meningkat.
“Harga CPO tinggi lantaran produksi kedua negara stagnan, sedangkan permintaan terus tumbuh,” kata Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, dilansir dari laman EMG, Selasa sore.
Sepekan terakhir, harga CPO naik 3,55 persen secara point-to-point, dan sepanjang tahun 2025 sudah menguat 2,3 persen.
Dijelaskan Eddy, tren kenaikan masih berpotensi berlanjut bila pemerintah Indonesia benar-benar menerapkan kebijakan biodiesel B50, yakni campuran 50 persen minyak nabati dalam bahan bakar solar.
“Kalau program B50 dijalankan pad kondisi saat ini, ekspor berkurang dan otomatis harga minyak sawit dunia ikut naik,” terangnya.
Kebijakan B50 akan meningkatkan konsumsi domestik CPO, yang berarti pasokan untuk pasar ekspor akan menurun.
Kabar mengenai rencana penerapan B50 menjadi sentimen positif di pasar komoditas. Para pelaku memperkirakan kebijakan energi hijau itu bisa menjadi faktor penentu arah harga sawit global dalam beberapa bulan mendatang.
Trader senior sekaligus pengamat pasar CPO, Dorab Mistry, prediksi harga CPO berpotensi menembus level MYR 5.000 per ton jika program B50 benar-benar dijalankan tahun depan.
“Jika Indonesia menjalankan B50, maka akan terjadi kelangkaan pasokan di pasar dunia dan harga akan melonjak,” ujar Mistry.
Indonesia, sebagai produsen dan eksportir CPO terbesar di dunia, memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan harga global. Implementasi kebijakan energi berbasis sawit tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi berpotensi mengerek nilai ekspor komoditas strategis tersebut.
Bila Program B50 Dijalankan 2026, Dorab Mistry Prediksi Harga CPO Bisa Tembus MYR 5.000 per Ton
Diskusi pembaca untuk berita ini