Pekanbaru, katakabar.com - Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah memastikan pihaknya akan terus mendorong agar kerajinan dan produk UMKM berbasis limbah perkebunan naik kelas. 

"Kami ingin daerah penghasil sawit seperti Riau tidak hanya menghasilkan CPO, tapi juga melahirkan produk turunan bernilai tambah seperti malam batik sawit," kata Helmi, Senin (4/5). 

Menurut Helmi, pengembangan produk kreatif berbasis sawit dapat menjadi pintu masuk bagi UMKM untuk berkembang di pasar yang lebih luas.

Itulah makanya BPDP kata Helmi, terus mendorong kerajinan produk UMKM berbasis limbah atau produk sampingan komoditas dan inkubasi perkebunan agar kian berkembang.

Lebih jauh Helmi menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan membatik penggunaan malam atau lilin dari olahan minyak kelapa sawit yang digelar Elaeis Media Group (EMG) selama dua hari di Kota Pekanbaru belum lama ini, merupakan dukungan nyata BPDP mendorong kemajuan UMKM di daerah. 

"Pelatihan batik itu merupakan langkah awal bangkitnya UMKM produk turunan kelapa sawit di Riau. BPBD akan terus mendukung hal serupa di tiap daerah," ujarnya. 

Sebelumnya, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Supriadi mengatakan bahwa pelatih yang ditaja EMG merupakan langkah besar bagi pertumbuhan ekonomi UMKM di Riau. 

"Jadi ekonomi UMKM di sini bisa lebih maksimal karena sumber daya sawit sangat besar di Riau. Bahkan, 3,5 juta dari 7 juta penduduk Riau saat ini bergantung pada sawit. Produk domestik regional bruto Riau yang di dalamnya ada industri pengolahan, juga diperkirakan 50 persennya dari sawit," pungkasnya.