Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS raih penghargaan Tata Kelola Sawit Berintegritas digelaran Sawit Indonesia atau SI Award 2024.

Majalah Sawit Indonesia yang  memberikan 42 penghargaan kepada perusahaan, lembaga, dan tokoh kelapa sawit pada gelaran Sawit Indonesia Award 2024, yang berlangsung di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/12) lalu.

Ketua Panitia Sawit Indonesia Award 2024, Qayuum Amri mengutarakan, gelaran sudah dilaksanakan kali ketiga ini ajang apresiasi dan penghargaan atas dedikasi, inovasi, dan kontribusi luar biasa dari para pemangku kepentingan di industri sawit Indonesia.

Menurutnya, penghargaan Sawit Indonesia Award didasarkan pada survei pembaca dan rekam jejak kinerja dari masing-masing peraih penghargaan. Selain itu, penilaian ini diketuai oleh Sahat Sinaga, praktisi kelapa sawit yang memiliki pengalaman di sektor hulu dan hilir sawit.

“Acara ini kali ketiga digelar. Di mana kali pertama Sawit Indonesia Award dilaksanakan pada 2002 silam," jelasnya, dilansir dari laman resmi webaite BPDPKS, Jumat (13/12).

Ada penghargaan khusus kepada Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, kata Amri, sebagai Tokoh Penggerak Hilirisasi dan Modernisasi Industri Sawit. Menperin dijadwalkan hadir untuk memberikan keynote speech.

"Acara kali ini memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, tahun ini menjadi momen penting bagi industri sawit, khususnya dalam sektor hilirisasi yang semakin berkembang," ucap Amri.

Jadi, kata Amru, sebelum tutup tahun, kita akan melihat perusahaan-perusahaan yang menerima Sawit Indonesia Award, yang sangat spesial. Ini mungkin penghargaan perdana di kalangan industri kelapa sawit," bebernya.

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS meraih penghargaan sebagai Tata Pengelola Dana Sawit Berintegritas, diterima langsung Eddy Abdurrachman, Direktur Utama BPDPKS.

“Di masa mendatang, tantangan yang dihadapi sawit sebagai industri semakin bertambah. Tangtangan itu, meliputi Kenaikan biaya produksi dan ketersediaan tenaga kerja, risiko munculnya pathogen atau penyakit baru bagi perkebunan sawit, tuntutan proses pascapanen dan pengolahan yang ramah lingkungan dan memiliki traceability yang mumpuni, kewajiban atas konservasi keanekaragaman hayati, pengelolaan limbah kelapa sawit, kelembagaan petani swadaya," terangnya.

Hal tersebut di atas, papar Eddy, beberapa tantangan perkebunan sawit dari sisi hulu. Sedang dari sisi hilir, beberapa tantangan industri sawit seperti persaingan dengan produk sejenis baik dari minyak nabati lain maupun produk yang berbasis minyak bumi yakni fosil, ketergantungan teknologi produksi oleokimia dan biomaterial dari negara lain, trade barrier perdagangan global yang disebabkan isu Kesehatan, keamanan pangan dan sustainability, pemanfaatan biomassa sawit yang dibatasi oleh kebutuhan kebun akan bahan organik, integrasi teknologi di seluruh rantai pasok industri.

Penghargaan Sawit Indonesia Award, timpal Amri, diberikan kepada individu atau institusi yang memiliki rekam jejak luar biasa dalam industri sawit.

"Penerima penghargaan dinilai berdasarkan dua hal utama, yakni kinerja mereka di sektor sawit dan kualitas produk yang telah mereka hasilkan," imbuhnya.