Sektor ekonomi kreatif turut masuk dalam usulan, terutama produk tenun ulos, sarung Balige, kerajinan, dan kuliner halal. 

Sementara di bidang perikanan darat, pengolahan serta pembibitan ikan air tawar dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan.

Dalam sesi diskusi, anggota BKSAP DPR RI dari berbagai komisi dan fraksi menyampaikan saran mengenai pengembangan pariwisata, pertanian, pendidikan, infrastruktur, dan sektor lainnya. 

Pemerintah Kabupaten Toba juga menayangkan video yang menggambarkan kondisi daerah sebagai bahan pengenalan kepada delegasi.

Ketua delegasi BKSAP DPR RI, Muhammad Husein Fadlulloh, mengatakan hasil diskusi tersebut dapat menjadi bahan untuk memperkenalkan potensi Toba dalam forum internasional.

“Kami diskusi banyak hal. Ini nanti bisa kami bawa dalam forum-forum internasional. Toba ini salah satu destinasi wisata yang patut dikunjungi oleh masyarakat internasional,” ujarnya.

Effendi menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia berharap para anggota BKSAP dapat membantu memperluas pengenalan potensi Kabupaten Toba di tingkat global.

“Kita juga telah menyampaikan potensi yang ada di Kabupaten Toba. Harapan kita dari kunjungan BKSAP ini dapat membantu, dengan harapan kehadiran beberapa komisi yang hadir bisa membawa ini ke kancah internasional,” kata Effendi.

Pada akhir pertemuan, Bupati Toba menyerahkan ulos sebagai cenderamata kepada Ketua BKSAP DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, dan anggota delegasi yang hadir.

Kunjungan tersebut membuka ruang promosi bagi potensi daerah. Namun, manfaat jangka panjangnya akan bergantung pada tindak lanjut, mulai dari pematangan usulan, kesiapan produk dan destinasi, hingga terbentuknya kerja sama yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat Toba.*