Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Labuhanbatu Hadi Khairul Bento Sinaga tetap memberikan dukungan, secara pribadi tentang langkah telah diambil oleh Manager dan Official. Meskipun tidak diikutsertakan KONI Labuhanbatu namun tetap memilih keberangkatan nantinya, mengikuti kegiatan Porprovsu mendatang. 

"Iya, kita tetap ikut walaupun secara mandiri, apabila mendapat persetujuan KONI Sumut. Inilah kesempatan dan ruang para pemain untuk menampilkan skil individu dan bermain secara tim solid bagi cabor PSSI Labuhanbatu". tegasnya

Di samping itu, untuk keikutsertaan dapat memastikan pembinaan yang lebih baik agar berkesinambungan hingga supaya dapat terus berjalan kedepan.

"Tentu kita juga berharap beberapa dari pemain nanti terpantau dan dipanggil memperkuat tim sepak bola Sumut, pada PON yang akan datang, karena pemain kita punya potensi, "ujarnya. 

Sementara itu, Manager Tim Sepak Bola PSSI Labuhanbatu H.Abdul Karim Hasibuan, SH, MH didampingi Sekretaris Fadli Hasibuan saat dimintai tanggapan mengatakan, untuk tidak mengomentari , apapun bentuk yang kini menjadi alasan KONI, mengapa tidak memberangkatkan cabor mengikuti Porprovsu tahun 2026.

"Silahkan rekan media coba bertanya langsung pada mereka saja. Tapi kami menegaskan sampai saat ini, semua proses tetap dilakukan TC cara mandiri berlatih secara rutin di lapangan sepak bola PTPN IV Kebun Rantauprapat,"tambahnya.

Ketika disinggung dana pembinaan dari KONI melalui anggaran hibah bersumber APBD Labuhanbatu, Karim Hasibuan mengaku tidak pernah menerima dana satu rupiah pun dari KONI.

Dijelaskan, menjalankan berbagai proses sampai saat ini, TC tetap secara mandiri banyak materi telah dikeluarkan bahkan para pemain tertinggal pelajaran sekolah, maupun kampus yang bekerja tertinggal pekerjaan saat berlatih harus pulang lebih awal seperti dari sekolah, kampus dan tempat bekerja mereka.

Namun demikian, kata Karim Hasibuan,  dengan apa yang telah dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban moral sebagai tim official, setelah ini pihaknya akan berkoordinasi dengan PSSI dan KONI Sumut. 

Menurutnya, apabila ruang pendaftaran diberikan, maka keberangkatan secara mandiri (Dana Sendiri) dilakukan dengan dana gotong-royong melalui patungan dari official sampai orang tua pemain tim ataupun bantuan lain bersifat donasi dari masyarakat pecinta sepak bola.

"Kalau kita tidak ikut, kasihan bagi pelatih dan para pemain sampai tidak berangkat, karena telah berlatih tanpa henti penuh semangat. Kalau tidak diberangkatkan kami berpandangan kurang tepat. Jadi keikutsertaan Porprovsu bukan hanya sekedar soal raihan medali-medali atau prestasi semata," tandas karim. (Oleh : Mahra Lazuardi Harahap)