Demi Keselamatan, Tim SAR Siaga Banjir Akhiri Sementara Pencarian Korban

Manado, katakabar.com - Seluruh Tim berjibaku evakuasi korban banjir, tanah longsor dan pohon tumbang. Soalnya, pada Minggu (17/1) sekitar pukul 14.00 WIB tadi siang, berkhir proses pencarian korban banjir yang tertimbun bencana alam tersebut disebabkan beberapa titik lokasi membutuhkan evakuasi masyarakat terjebak banjir.

Tim yang terlibat, seperti, Basarnas, TNI Polisi, BPBD, PMI, RAPI dan potensi SAR lainnya beristrahat di satuan masing masing

Sementara, yang terdampak banjir di beberapa titik, meliputi Ternate Tanjung, Komo Luar, Mahawu, Lorong Pemadam, Bailang, Mahakam, Pall 4, dan seluruh titik lokasi saat ini air sudah mengalami penyusutan sehingga masyarakat di rasa aman dari dampak banjir.

Sekitar pukul 06.00 WIB, pagi tadi, seluruh Tim SAR gabungan bakal melanjutkan pencarian korban yang saat ini masih dalam pencarian yang tertimbun reruntuhan talud di sertai material bangunan, sehingga memerlukan alat berat untuk pencarian korban.

Pada malam tadi, sudah dilaksanakan pencarian mengingat posisi di lokasi masih hujan. Pencarian dihentikan sejenak disebabkan saat proses evakuasi menggunakan alat berat ada pergeseran tanah dari atas.

Pada pagi ini dilanjutkan proses pencarian kembali menggunakan alat berat untuk memper mudah pencarian dan penemuan korban.

Kepala kantor Basarnas Manado, Sinaga seluruh aktivitas Tim SAR Gabungan yang terlibat penanganan banjir, pohon tumbang dan tanah longsor pada pukul 02.00 untuk mengehentikan semua aktivitas kegiatan.

Lantaran beberapa lokasi titik banjir sudah surut dan dilanjutkan proses pencarian korban tanah longsor, seluruh Tim SAR gabungan bersepakat untuk melanjutkan pencarian di Malalayang 1.

Sekitar pada pukul 06.00 WIB Seluruh Tim SAR Gabungan saat ini tetap waspada, bila ada longsor susulan di lokasi yang baru, seluruh laporan - laporan masuk semua ditindak lanjuti disebabkan menyangkut keselamatan jiwa manusia, tandasnya.

Korban MD 5 Orang

Banjir dan tanah longsor terjadi di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara disebabkan hujan dengan intensitas tinggi dan struktur tanah yang labil pada Sabtu (16/1) pukul 15.09 WITA dengan tinggi muka air sekitar 50 hingga 300 centimeter.

Peristiwa ini sebabkan lima orang meninggal dunia, satu orang hilang masih dalam pencarian, serta 500 jiwa mengungsi yang masih dalam proses pendataan.

Sejumlah kecamatan terdampak peristiwa ini, meliputi Kecamatan Tikala, Kecamatan Paal Dua, Kecamatan Malalayang, Kecamatan Sario, Kecamatan Bunaken, Kecamatan Tuminting, Kecamatan Mapanget, Kecamatan Singkil dan Kecamatan Wenang.

Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan kerugian materil, berupadua unit rumah rusak berat dan 10 unit rumah rusak sedang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Utara dan Kota Manado melakukan kaji cepat dan evakuasi bersama SAR, TNI, Polri, masyarakat dan relawan. BPBD Kota Manado turut memberikan bantuan makanan siap saji kepada para pengungsi.

Dari pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kota Manado berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan petir.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga ditengah musim hujan yang akan terjadi di sejumlah wilayah hingga Februari 2021.

Masyarakat dapat memantau informasi prakiraan cuaca melalui BMKG serta memeriksa potensi bencana disekitar wilayah melalui InaRisk.

Editor : Sahdan

Berita Terkait