Pekanbaru, katakabar.com - Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau dukung Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspek-PIR) ambil peran wujudkan pekebun kelapa sawit sejahtera di 'Bumi Lancang Kuning' nama lain dari Provinsi Riau.
"Itu sejalan dengan target pemerintah pada 20245, Indonesia menjadi pusat produsen dan konsumen minyak sawit dunia," ujar Sekretaris Disbun Provinsi Riau, Supriadi di acara workshop UKMK berbasis sawit dan Musda ke IV Aspek-PIR Riau.
Untuk mewujudkan itu semua, ucap Supriadi, Aspek-PIR mesti perkuat kelembagaannya.
"Kita mendukung Aspek-PIR mengambil peran penting ini. Dimana Riau merupakan sentra kelapa sawit terbesar di Indonesia," tegasnya, dilansir dari laman elaeis.co, pada Rabu (24/4).
Menurut Supriadi, peran cukup penting diharapkan dilakukan Aspek-PIR adalah turun serta menghadirkan produk-produk hilirisasi dari perkebunan kelapa sawit, di mana salah satunya produksi minyak goreng.
"Di Riau hanya satu pabrik minyak goreng, yakni di daerah Kuansing. Harapannya muncul pabrik-pabrik minyak goreng lain di Riau. Di mana BPDPKS menghibahkan biaya untuk pembangunan 10 pabrik minyak kelapa sawit," bebernya.
Cerita kelapa sawit di Riau, lanjutnya, saat ini luasnya mencapai 3,8 juta hektar. Kondisi ini jadi tantangan sekaligus beban bagaimana untuk terus mengembangkan kelapa sawit di Riau.
Sedang, ulas Supriadi, pertumbuhan kebun kelapa sawit di Riau sangat signifikan. Pada 1979 lampau di Indonesia hanya seluas 260 ribu hektar, dan kini di Riau sudah 3,8 juta hektar. Ini bukti perkembangan kebun kelapa sawit sangat pesat.
"Perkebunan berkontribusi sampai 26,6 persen untuk pendapatan di wilayah Riau. Dari jumlah itu mayoritas adalah perkebunan kelapa sawit," katanya.
Untuk itu, tambahnya, kita dukung Aspek-PIR untuk mengambil peran penting dalam pembangunan daerah serta mensejahterakan petani kelap sawit,"
Disbun Riau Dukung Aspek-PIR Ambil Peran Wujudkan Petani Sejahtera di Riau
Diskusi pembaca untuk berita ini