Dukung
Sorotan terbaru dari Tag # Dukung
Program Responsif Gender, BPDP Diseminasi Hasil Grant Riset Sawit Dukung Gizi Ibu Hamil dan Balita
Bogor, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) gelar Diseminasi Hasil Grant Riset Sawit, di IPB Convention Center, Bogor, di pekan kedua Oktober 2026 lalu.
Benarkah Trump Mendukung XRP? Analisis Strategi Cadangan Kripto Amerika Serikat
Jakarta, katakabar.com - Dukungan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terhadap industri kripto kembali menjadi perhatian investor, khususnya pemegang XRP, aset digital yang dikembangkan dalam ekosistem Ripple. Pada Maret 2025 lalu, di mana Trump memasukkan XRP dalam pengumuman rencana cadangan kripto nasional AS. Tetapi, kebijakan resmi yang kemudian diterbitkan pemerintah menunjukkan bahwa posisi XRP tidak sama dengan Bitcoin.
Podcast Bincang UMKM: Langkah BPDP Dukung UMKM Perkebunan Go Digital
Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus dorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis komoditas perkebunan agar mampu meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar.
Pasar Kripto Naik, Pelaku Industri Dukung Langkah OJK Perkuat Regulasi dan Edukasi
Jakarta, katakabar.com - Aktivitas perdagangan aset kripto di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan di tengah dinamika pasar global. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, nilai transaksi aset kripto mencapai Rp23,16 triliun pada Agustus 2026, meningkat 12,87 persen secara bulanan. Di periode yang sama, jumlah konsumen aset kripto telah mencapai 23,21 juta akun.
Mekari Conference 2026, RevComm Dukung Pemanfaatan AI di Dunia Kerja
Jakarta, katakabar.com - Penerapan artificial intelligence (AI) di dunia kerja terus berinvasi, dari sekadar otomatisasi menjadi bagian dari berbagai aktivitas bisnis yang dapat membantu perusahaan meningkatkan produktivitas dan menyederhanakan pekerjaan. Hal ini menjadi fokus Mekari Conference 2026 yang mengangkat tema “AI at Work” pada 29 September 2026 di Raffles Hotel Jakarta.
Dukung Industri Kelapa dan Kelapa Sawit: BPDP dan Kanwil DJPb Jambi Sosialisasi Pemanfaatan Dana Perkebunan
Jambi, katakabar.com - Auala KPPN Jambi saksi bisu sosialisasi program BPDP serta peluang pengembangan komoditas kelapa dan kelapa sawit, pekan ketiga September 2026 lalu. Kegiatan yang digelar Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Jambi berlangung secara hibrida, yakni luring, dan daring melalui Microsoft Teams.
PTPN I Optimalkan Aset Strategis Dukung Ketahanan Pangan dan Energi Nasional
Jakarta, katakabar.com - Aset perkebunan kini tidak lagi sekadar menjadi basis produksi komoditas, tetapi diarahkan menjadi bagian dari kekuatan pangan dan energi nasional. Lantaran itu, PT Perkebunan Nusantara I (Persero), subholding dari Holding Perkebunan Nusantara (PTPN Group), percepat optimalisasi lahan melalui pengembangan berbagai komoditas strategis sebagai bagian dari dukungan terhadap agenda hilirisasi yang didorong pemerintah melalui Kementerian Pertanian. Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menempatkan hilirisasi sebagai strategi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian, memperkuat swasembada pangan, sekaligus membangun kemandirian energi berbasis sumber daya dalam negeri. Pada beberapa kesempatan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman,m menegaskan hilirisasi menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dan memperkuat perekonomian nasional. Menurutnya, komoditas pertanian harus didorong tidak berhenti sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi di dalam negeri. “Hilirisasi adalah keniscayaan. Kita tidak boleh lagi mengekspor bahan mentah. Komoditas pertanian harus diolah di dalam negeri agar nilai tambahnya dinikmati penuh oleh rakyat Indonesia, terutama petani,” tegas Amran. Kementerian Pertanian juga terus mendorong pengembangan komoditas strategis yang memiliki keterkaitan dengan industri hilir, termasuk sumber bahan baku untuk pengembangan biofuel dan bioetanol dalam rangka memperkuat kemandirian energi nasional. Arah kebijakan tersebut mendapat respons dari PTPN I (Persero) melalui optimalisasi aset lahan di berbagai wilayah operasional. Pengembangan diarahkan pada sejumlah komoditas, antara lain jagung, kedelai, bawang putih, dan ubi kayu yang memiliki peluang pengembangan rantai nilai dari hulu hingga hilir. Direktur Utama PTPN I (Persero), Abdul Rivai Ras, mengatakan perusahaan siap mengambil bagian dalam agenda strategis pemerintah tersebut melalui optimalisasi aset secara produktif, terukur, dan berkelanjutan. “Kami mendukung penuh agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi melalui hilirisasi. PTPN I (Persero) memiliki aset lahan yang dapat dioptimalkan untuk pengembangan komoditas strategis dengan tetap memperhatikan produktivitas, keberlanjutan, dan kelayakan bisnis,” ucap Abdul Rivai, di pekan ketiga September 2026 lalu. Menurut Rivai, hilirisasi tidak boleh berhenti pada peningkatan produksi di tingkat lahan. Lebih dari itu, diperlukan keterhubungan antara produksi, pengolahan, industri, distribusi, hingga pasar agar nilai tambah komoditas dapat tumbuh di dalam negeri. “Orientasinya bukan semata-mata menanam, tetapi bagaimana menciptakan nilai tambah. Dari lahan hingga produk akhir harus terhubung sehingga manfaat ekonominya semakin besar bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” jelasnya. Salah satu langkah konkret PTPN I (Persero) adalah menyiapkan 10.000 hektare lahan untuk pengembangan jagung. Pemanfaatan areal tersebut dilakukan pada lahan yang memasuki masa persiapan peremajaan tanaman perkebunan sehingga dapat dimanfaatkan sementara untuk tanaman pangan produktif. Pengembangan jagung tersebut diharapkan memperkuat pasokan komoditas yang memiliki peran penting bagi kebutuhan pangan dan industri pakan. Di saat yang sama, PTPN I mendorong agar produksi yang dihasilkan dapat terhubung dengan rantai pengolahan dan pasar sehingga memberikan nilai tambah yang lebih besar. Penguatan hilirisasi PTPN I (Persero) tidak berhenti pada jagung. Di berbagai wilayah operasional, perusahaan mengembangkan komoditas strategis sesuai potensi lahan dan karakteristik wilayah. Di Lampung melalui PTPN I (Persero) Regional 7, perusahaan menyiapkan pengembangan ubi kayu hingga 10.000 hektare. Pada tahap awal, sekitar 7.313 hektare disiapkan melalui kerja sama dengan 11 mitra. Ubi kayu memiliki prospek hilirisasi yang luas, baik sebagai bahan pangan maupun bahan baku industri. Komoditas tersebut juga memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bahan baku bioetanol sehingga memiliki keterkaitan dengan agenda kemandirian energi. Sementara, di Sumatera Utara melalui PTPN I (Persero) Regional 1, sekitar 270 hektare lahan dioptimalkan untuk pengembangan kedelai. Pemanfaatan lahan tersebut menjadi bagian dari diversifikasi aset untuk mendukung produksi pangan sekaligus membuka peluang pengembangan komoditas lainnya. Di Jawa Barat, PTPN I (Persero) juga melakukan uji coba penanaman bawang putih seluas 2 hektare. Uji coba tersebut menjadi bagian dari upaya membangun model budi daya dan memperkuat basis produksi komoditas hortikultura strategis. Abdul Rivai menimpali keberagaman komoditas yang dikembangkan merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mengoptimalkan aset sekaligus memperluas kontribusi PTPN I (Persero) terhadap agenda pembangunan nasional. Menurutnya, optimalisasi lahan tidak hanya diukur dari luas areal yang dimanfaatkan, tetapi juga dari produktivitas, keekonomian, keberlanjutan, serta kemampuan menciptakan rantai nilai baru. “Setiap hektare harus memberikan nilai tambah. Karena itu, kami tidak hanya melihat luas lahan, tetapi juga produktivitas dan kesinambungan ekosistem usaha yang dibangun di atasnya,” bebernya. Ia menegaskan, percepatan hilirisasi membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, BUMN, swasta, petani, lembaga riset, dan pelaku industri. “Ketika aset perkebunan mampu menghasilkan pangan, mendukung energi, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong tumbuhnya industri hilir, maka kontribusi perkebunan terhadap pembangunan nasional menjadi semakin nyata,” tuturnya.
Resmikan Kantor Baru, OSL Indonesia Dukung Komitmen Kepatuhan Standar Global
Jakarta, 28 September 2026 - OSL Indonesia, perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang berizin resmi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), resmikan kantor barunya. Tandakan komitmen jangka panjang pada pertumbuhan dan pemberdayaan industri aset keuangan digital di Indonesia berbasis standar kepatuhan global.
Dukung Percepatan Program MBG di Daerah 3T, Vritimes Dorong Strategi Komunikasi Digital Bersama BSKDN Kemendagri
Jakarta, katakabar.com - Perusahaan teknologi media dan penyedia platform distribusi siaran pers, Vritimes berpartisipasi aktif sebagai narasumber utama dalam Forum Diskusi Aktual (FDA) angkat tema "Strategi Percepatan Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T)". Forum strategis ini digelar Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Hotel Horison Ultima Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (23/9).
Dukung Hilirisasi Nikel, Pelindo Multi Terminal Optimalkan Layanan Terminal Kendari
Kendari, katakabar.com - PT Pelindo Multi Terminal, anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, memastikan kesiapan layanan operasional di Pelabuhan Kendari, Sulawesi Tenggara, dalam mendukung kelancaran rantai pasok industri nikel nasional. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari sinergi Pelindo bersama PT Indo Konstruksi Mineral (IKM) dalam pemanfaatan fasilitas pelabuhan untuk kegiatan penumpukan serta pelayanan bongkar muat bijih nikel (nickel ore) di Pelabuhan Kendari. Melalui peran operasionalnya, Pelindo Multi Terminal memastikan fasilitas, proses layanan, serta standar operasional pelabuhan berjalan optimal guna mendukung kebutuhan industri mineral. Sebagai operator terminal nonpetikemas, Pelindo Multi Terminal mengambil peran strategis dalam memperkuat konektivitas logistik industri nikel melalui pengelolaan layanan pelabuhan yang mengedepankan keandalan, keselamatan, dan efisiensi. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menghadirkan ekosistem logistik yang mampu menjembatani kebutuhan industri dari hulu hingga hilir. Direktur Utama Pelindo Multi Terminal, Sugeng Mulyadi, mengatakan keberhasilan hilirisasi industri mineral tidak hanya membutuhkan fasilitas pengolahan, tetapi juga dukungan infrastruktur logistik yang mampu menjamin kelancaran arus barang. “Hilirisasi membutuhkan ekosistem yang saling terhubung, termasuk kesiapan infrastruktur logistik. Sebagai anak usaha Pelindo yang mengoperasikan terminal nonpetikemas, Pelindo Multi terminal memiliki peran untuk memastikan layanan pelabuhan berjalan secara konsisten, andal, dan mampu menjawab kebutuhan industri strategis nasional, termasuk sektor nikel, serta mendorong produk Indonesia ke pasar internasional,” ujar Sugeng. Menurutnya, peran Pelindo Multi Terminal dalam mendukung industri nikel tidak berhenti pada aktivitas pelayanan bongkar muat, tetapi mencakup bagaimana perusahaan memastikan setiap proses operasional pelabuhan mampu memberikan kepastian layanan bagi pengguna jasa. “Dukungan terhadap industri nikel bukan hanya terkait perpindahan komoditas, tetapi bagaimana pelabuhan menjadi bagian dari rantai nilai industri nasional. Karena itu, Pelindo Multi Terminal terus memperkuat kesiapan operasional melalui optimalisasi fasilitas, pengembangan kapabilitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, serta penerapan standar keselamatan yang tinggi,” jelas Sugeng. Dalam pelaksanaan layanan di Pelabuhan Kendari, Pelindo Multi Terminal memastikan berbagai aspek operasional berjalan sesuai standar, mulai dari kesiapan fasilitas terminal, koordinasi pelayanan, hingga penerapan prinsip HSSE (Health, Safety, Security, and Environment). Hal ini dilakukan untuk menjaga kelancaran aktivitas logistik sekaligus memastikan kegiatan operasional berlangsung aman dan efisien. Penguatan layanan logistik mineral di Pelabuhan Kendari juga sejalan dengan agenda strategis Danantara Indonesia dalam mendorong penguatan konsistensi layanan dan keandalan operasional guna menjaga kelancaran arus logistik serta aktivitas perdagangan nasional. Sugeng menambahkan, optimalisasi aset pelabuhan menjadi salah satu strategi Pelindo Multi Terminal dalam memperkuat daya saing logistik nasional. Dengan jaringan terminal nonpetikemas yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, perusahaan terus berupaya menghadirkan layanan yang adaptif terhadap perkembangan kebutuhan industri. Nikel salah satu komoditas strategis dalam pengembangan industri berbasis mineral Indonesia, sehingga membutuhkan dukungan konektivitas logistik yang kuat dan berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, keberadaan layanan logistik yang andal menjadi faktor penting untuk memastikan keberlanjutan arus komoditas dari kawasan produksi menuju pusat pengolahan dan distribusi. Pelindo Multi Terminal berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan terminal nonpetikemas yang aman, efisien, dan berkelanjutan guna mendukung percepatan hilirisasi serta pertumbuhan ekonomi Indonesia.