Bengkulu, katakabar.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu dorong peningkatan produktivitas usaha pertanian, baik subsektor pangan, hortikultura, maupun perkebunan sawit.

Salah satunya bentuk nyata dukungan produk usaha pertanian itu, dengan salurkan bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan).

Pada 2023 ini, Pemprov Bengkulu serahkan bantuan totalnya 2.026 unit Alsintan kepada 618 Kelompok Tani (Poktan) dan Unit Pengelola Jasa Alsintan (UPJA).

Rincian bantuan Alsintan, berupa Handsprayer Elektrik 987 unit untuk 300 poktan, Handtractor 34 unit untuk 34 poktan, mesin pemotong rumput 123 unit untuk 123 poktan, power threser 10 unit untuk 10 poktan, Cultivator 54 unit untuk 54 poktan.

Terus, motor roda tiga 8 unit untuk 8 poktan, terpal plastik 300 unit untuk 54 poktan, dodos 250 unit untuk 13 poktan, egrek 250 unit untuk 13 poktan, pompa air 3 inch 8 unit untuk 8 poktan, dan combine harvester besar 2 unit untuk 2 UPJA. 

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah membagikan ratusan Alsintan untuk poktan di Desa Talang Benih, Kecamatan Curup, Kabupaten Rejang Lebong memasuk pekan keempat Oktober 2023.

Bantuan Handsprayer Elektrik sebanyak 45 unit dibagikan kepada 15 kelompok tani, Handtraktor 3 unit, Cultivator 22 unit, Mesin Rumput 42 unit, Motor Roda 3 sebanyak 3 unit, pupuk organik 2.000 liter, dan pupuk majemuk sebanyak 500 kilogram.

“Bantuan yang diberikan mudah-mudahan memberikan manfaat bagi masyarakat, dan membuat produktivitas hasil usaha tani semakin meningkat,” ujar Rohidin lewat keterangan resmi Pemprov Bengkulu, dilansir dari laman elaeis.co, pada Sabtu (28/10).

Peralatan yang diberikan milik anggota beserta seluruh jajaran. Untuk itu, dijaga dan dipelihara, biar tidak cepat rusak.

“Ingat, semua anggota kelompok tani berhak menggunakannya, sebab peralatan yang dibagikan bukan milik ketua kelompok tani,” tegasnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, M Rizon menimpali, penyediaan Alsintan seperti alat dodos dan egrek diharapkan bisa memudahkan para petani saat proses panen buah kelapa sawit. 

"Sudah ratusan petani di berbagai daerah di Bengkulu menerima bantuan dari pemerintah daerah. Kami berkomitmen terus membantu petani kelapa sawit maupun sektor pertanian lainnya di Bengkulu. Ke depan bantuan yang diberikan lebih banyak lagi," ucapnya.

Dengan meningkatnya produktivitas, tambah M. Rizon diharapkan memberikan kontribusi positif pertumbuhan ekonomi daerah.

Seorang penerima bantuan, Suratno 54 tahun sekaligus Ketua Poktan Sidoluhur Air Bening menceritakan, saya biasa sewa handtraktor biaya Rp400 ribu per hari dan hanya dapat melakukan panen padi sekali setahun.

Tapi, setelah menerima handtraktor ini, saya dan kelompok tani lainnya semakin semangat dan berusaha maksimal agar dapat melakukan panen 2 hingga 3 kali setahun.

“Alhamdulillah, dengan bantuan handtraktor ini, dapat memudahkan dan melancarkan pekerjaan. Kami berusaha maksimal agar ke depan hasil panen kami meningkat,” jelasnya.

Warga lainnya, Slamet Harisani 51 tahun dari Poktan Karya Family Sindang Kelingi aminkan Suratno. Terima kasih atas bantuan yang diterima, berupa cultivator.

“Ini sangat bermanfaat dan membantu pekerjaan kami menggarap lahan. Ke depan mudah-mudahan intensitas panen sayur semakin meningkat,” sebutnya.