Gempa Bumi M5,8 Guncang Kota Bitung Masyarakat Panik dan Keluar Rumah

Sulawesi Utara, katakabar.com - Peristiwa gempa bumi magnitudo (M)5,8 picu guncangan dengan tingkat sedang dirasakan warga Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara, pada Senin (11/10) sekitar pukul 19.34 WIB malam lalu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bitung melaporkan warganya merasakan guncangan selama 2 hingga 4 detik. Guncangan yang dirasakan sempat membuat warga setempat panik hingga keluar rumah.

Tapi, BPBD melaporkan situasi sudah kondusif dan masyarakat sudah kembali ke rumah masing-masing.

Dari parameter gempa dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada 132 kilometer tenggara Bitung dengan kedalaman 10 kilometer. Dilihat dari kekuatan guncangan yang diukur dengan MMI atau Modified Mercally Intensity, gempa dirasakan IV MMI di Bolaang Mongondow, III MMI di Bitung dan Minahasa, serta II – III MMI di Ternate, Manado dan Airmadidi. Lantaran semakin tinggi MMI, potensi dampak akan semakin besar.

BMKG mendeskripsikan guncangan gempa dengan skala IV MMI, pada siang hari dirasakan orang banyak dalam rumah, di luar beberapa orang, gerabah pecah, jendela atau pintu berderik dan dinding berbunyi.

Analisis inaRISK menunjukkan Kota Bitung  wilayah dengan potensi bahaya gempa bumi dengan kategori sedang hingga tinggi. Sebanyak 8 kecamatan di kota ini berada pada kategori tersebut, di antaranya Madidir, Matuari, Girian, Lembeh Selatan, Lembeh Utara, Aertembaga, Maesa dan Ranowulu.

Menghadapi bahaya gempa bumi, masyarakat diharapkan selalu waspada dan siap siaga. Hal itu disebabkan fenomena gempa bumi tidak dapat diprediksi dan dapat terjadi setiap saat. Terlebih di saat masyarakat masih menghadapi pandemi Covid 19 dan musim hujan. Kondisi itu dapat memicu terjadinya multibahaya. Itu sebabnya, Kesiapsiagaan mesti tumbuh dalam lingkup individu, keluarga dan komunitas. 



Sumber: Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

Editor : Sahdan

Berita Terkait