Jakarta, katakabar.com - Gerakan sporadis pengendalian ganoderma diserukan di seluruh pelaku perkebunan kelapa sawit. Meski gerakan bersifat terpadu sepertinya penyakit ini belum tentu bisa diatasi lantaran penularannya lewat kontak akar di dalam tanah.

"Kalau mau perang melawan ganoderma, setiap pelaku usaha sawit harus kenali musuh lebih dulu," kata Ketua Masyarakat Perkelapasawitan Indonesia atau MAKSI, Darmono Taniwiryono, dilansir dari laman Media Indonesia, Selasa (10/9).

Ganoderma, ujar Darmono,menular dengan spora yang disebarkan melalui perantaraan air hujan, angin, kumbang ataupun binatang.

Menurutnya, upaya pengentasan ganoderma menghadapi hambatan besar lantaran jumlah petani kelapa sawit yang terlibat dari luasan 6,7 juta hektar dengan kepemilikan rata-rata 2 hingga 4 hektar per petani amat sangat banyak, dengan berbagai latar belakang pendidikan, pengetahuan, budaya, dan kondisi ekonomi.

"Di lain pihak jumlah penyuluh yang khusus menangani kelapa sawit amat sangat sedikit," tegasnya

Kegiatan ini harus mendapatkan dukungan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk meningkatkan kapasitas Petani agar lebih mengenali, mengetahui cara penularan, dan menanggulangi Ganoderma.

Waspada

Seluruh petani kelapa sawit dan pemangku kepentingan lainnya mesti waspada atas besarnya ancaman ganoderma. Kemudian Ikut serta membangun keberlanjutan industri kelapa sawit Indonesia.

Penunjukan video penyebaran spora yang terjadi secara masif dari tubuh buah ganoderma membuat para peserta baik di Labuhan Batu Utara maupun di Indragiri Hilir merasa takjub dan meyakini ancaman serangan Ganoderma sangat amat nyata.

"Teknologi pengendalian ganoderma melalui pendekatan terpadu pada saat ini sudah ditemukan, pada saat kegiatan disosialisasikan kepada para petani," terangnya.

Harapannya, seluruh peserta kegiatan Safari Ganoderma dapat menyampaikan pengalaman dan pengetahuan yang diperolehnya kepada petani-petani kelapa sawit yang lain.

"MAKSI mengharapkan agar kegiatan sosialisasi pengenalan tanda dan gejala serangan penyakit, cara penularan penyakit, dan cara pengendalian penyakit mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah," tandasnya.