Perusahaan pengembang menjelaskan bahwa pendekatan tersebut dilakukan untuk mendorong adopsi open network dengan memanfaatkan kebiasaan masyarakat yang sudah aktif menggunakan media sosial dan mobile commerce.
“Yang paling penting adalah network effect dan adopsi solusi agar ekosistem ini berhasil dalam jangka panjang,” ucap salah satu perwakilan perusahaan teknologi yang mengikuti workshop.
Peserta lain dari perusahaan teknologi Ayantram juga memanfaatkan teknologi AI dan voice interaction dalam demonstrasi mereka. Salah satu peserta menjelaskan bahwa sistem tersebut digunakan untuk membantu pencarian produk, menerjemahkan katalog, hingga mendukung proses transaksi secara lebih natural dan multibahasa.
“AI membantu kami memahami permintaan pengguna, menerjemahkan katalog dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris, hingga memandu pengguna dari proses pencarian produk sampai pemesanan,” tutur salah satu peserta workshop dari Ayantram.
Ia menambahkan penggunaan AI juga membantu pengalaman pengguna menjadi lebih mudah digunakan dalam berbagai alur transaksi digital.
Workshop juga menampilkan solusi kredit UMKM yang memungkinkan produk pembiayaan dari lembaga keuangan langsung tersedia di berbagai aplikasi konsumen dalam jaringan ION.
“Produk kredit yang dipublikasikan langsung tersedia untuk jutaan konsumen di berbagai aplikasi dalam jaringan,” ulas salah satu peserta dari perusahaan teknologi asal India.
UMKM Dinilai Lebih Mudah Masuk Ekosistem Digital
Beberapa peserta workshop yang berasal dari sektor UMKM dan pengembang aplikasi lokal menyebut ION berpotensi mempermudah proses digitalisasi usaha kecil di Indonesia.
Salah satu peserta mengatakan penggunaan open network membuat data penjual menjadi lebih terintegrasi sehingga proses transaksi dan distribusi produk menjadi lebih mudah.
“Kesimpulan dari workshop hari ini, data penjual akan lebih terpusat sehingga mempermudah ke depannya,” kata salah satu peserta workshop.
Peserta lain yang mengembangkan platform untuk ribuan UMKM binaan mengatakan bahwa ION membuka peluang baru agar produk UMKM dapat lebih mudah dipublikasikan ke jaringan digital yang lebih luas.
“Kami membawahi lebih dari 10 ribu UMKM. Setelah belajar mengenai ION, kami membuat aplikasi agar UMKM bisa mempublish produk mereka ke network,” terangnya.
ION Dinilai Bisa Perluas Inklusivitas Digital
Sandeep Chakravorty mengatakan berbagai use case yang ditampilkan dalam workshop menunjukkan bahwa open network memiliki peluang besar untuk berkembang di Indonesia.
“Untuk pertama kalinya saya melihat secara langsung apa yang bisa dicapai hanya dalam dua hari. Semua use case yang ditampilkan sangat menarik dan menunjukkan potensi besar pengembangan open network,” kupasnya.
ION Launch Workshop Pamerlkan Potensi Open Network UMKM Indonesia
Diskusi pembaca untuk berita ini