Kondisi tersebut kemudian dipertanyakan sejumlah mahasiswa dan masyarakat yang menilai keberadaan seorang legislator di sekitar aksi perlu mendapat penjelasan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah publik.
Aldo Tarigan, salah seorang mahasiswa PB IMBISU Pengurus Besar Mahasiswa Binjai Sumatera Utara, mempertanyakan sejauh mana keterlibatan Jonatan Tarigan dalam aksi tersebut.
“Kita sebagai mahasiswa mempertanyakan mengenai sejauh mana keterlibatan Jonatan Tarigan dalam aksi yang diklaim sebagai bentuk aspirasi masyarakat terkait persoalan THM di Langkat,” kata Aldo, Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, posisi Jonatan Tarigan sebagai anggota DPRD Sumut dari daerah pemilihan yang mencakup Kota Binjai dan Kabupaten Langkat membuat keberadaannya dalam situasi tersebut patut dijelaskan secara terbuka.
“Keberadaannya itu menimbulkan spekulasi liar dan kita minta untuk memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat,” ujarnya.
Muncul Isu Keterkaitan dengan Pembangunan THM di Kutalimbaru
Di tengah sorotan terhadap aksi tersebut, muncul pula informasi mengenai dugaan hubungan persoalan aksi dengan persaingan bisnis tempat hiburan malam.
Jonatan Tarigan disebut-sebut merupakan anak dari seorang berinisial ST, yang dikenal sebagai salah satu pimpinan organisasi kemasyarakatan di Sumatera Utara.
ST juga disebut-sebut tengah membangun kembali sebuah tempat hiburan malam di kawasan Desa Namurobe Julu, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang.
Sebelumnya, di kawasan tersebut berdiri dan beroperasi THM Marcopolo. Bangunan tersebut kemudian dirobohkan oleh tim Forkopimda Sumatera Utara.
Kini, di kawasan yang sama disebut kembali berdiri bangunan THM baru yang berdasarkan informasi di lapangan telah mencapai sekitar 90 persen pengerjaan. Tempat tersebut bahkan dikabarkan akan diluncurkan pada malam pergantian tahun menuju 2027.
Isu Persaingan Bisnis di Balik Aksi THM yang Diduga Dimobilisasi Jonatan Tarigan
Diskusi pembaca untuk berita ini