Audi menyampaikan, pemerintah kabupaten akan mengupayakan perbaikan jembatan tersebut pada 2026.
Ia menilai akses itu perlu mendapat perhatian agar kendaraan warga dapat masuk ke dusun tanpa harus ditinggalkan di pinggir jalan.
Kepala Desa Nagatimbul, Helvina Nainggolan, menyampaikan terima kasih atas respons pemerintah daerah.
Sebelumnya, lanjut Helvina, pemerintah desa dan masyarakat juga telah pernah beberapa kali menyampaikan keluhan terkait kebutuhan infrastruktur yang di respon dengan cepat oleh Pemkab Toba.
Di lokasi berbeda, persoalan lingkungan menjadi perhatian di Dusun Sosor Dolok, Desa Silamosik Dua.
Permukiman yang dihuni enam kepala keluarga itu dilaporkan kerap tergenang saat hujan karena elevasi tanah lebih rendah daripada saluran drainase di sekitarnya.
Di lokasi tersebut, menunjukkan genangan limbah rumah tangga di samping rumah warga. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan penghuni jika tidak ditangani secara tepat.
“Kita juga ajak dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk meninjau langsung dengan harapan ini bisa kita atasi agar permukiman ini menjadi permukiman sehat,” kata Audi.
Jembatan Rusak dan Genangan Air di Permukiman Warga, Wabup Toba Turun Meninjau
Diskusi pembaca untuk berita ini