Pekanbaru, katakabar.com - Di mana ada sawit di situ ekonomi tumbuh. Itu faktanya, lihat 'Bumi Lancang Kuning' nama lain dari Provinsi Riau, provinsi yang memiliki perkebunan kelapa sawit terluas di Indonesia. Tak bisa ditampikkan, 'Emas Hijau' nama lain dari komoditi ini di antara komiditi lainnya jadi penyumbang tingkat perekonomian di daerah yang dinakhodai Abdul Wahid saat ini.
Kabid Pengolahan dan Pemasaran Disbun Riau, Dr. Defris Hatmaja, mengaminkan hal itu. Ia menyatakan di mana ada kelapa sawit, di tempat itu tumbuh perekonomian.
"Kelapa sawit saat ini menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat di daerah yang menjadi sentra perkebunan kelapa sawit, tidak terkecuali di Riau," ujarnya di suatu gelaran acara di Universitas Islam Riau beberapa waktu lalu, dilansir dari laman EMG, Kamis (5/9) siang.
Kata Defris, perekonomian Riau pada 2023 lalu pernah 'melonjak' gara-gara komoditi andalan Indonesia ini. Saat itu harga kelapa sawit sempat diangka Rp4.500 per kilogram.
"Saat itu ekonomi masyarakat yang mayoritas adalah petani atau pelaku usaha di perkebunan kelapa sawit meningkat drastis. Tak pelak, dampak perputaran uang tinggi," jelasnya.
"Kita pernah dengar dialer-dialer mobil di Pekanbaru kewalahan melayani pembelian kendaraan mayoritas dilakukan para petani. Bahkan hingga inden tiga bulan lamanya untuk penuhi keinginan konsumen tadi," ulasnya.
Jadi, jelas Defris, perkebunan kelapa sawit pengungkit meningkatnya perekonomian masyarakat, dan pendapatan daerah.
Secara nasional luasan perkebunan kelapa sawit di Riau tercatat seluas 3,4 juta hektar. Tapi, seetelah dilihat menggunakan citra satelit, luasnya mencapai 3,9 juta hektar pada 2024 lalu.
Terus, 50 persen dari 6,7 juta warga Riau berafiliasi di perkebunan kelapa sawit
"Tapi faktor sangat penting usaha kelapa sawit ini adalah sistem tata kelola, yakni salah satu koperasi. Untuk itu, kita terus mendukung untuk koperasi lebih profesional, dan berkembang sesuai perubahan zaman," sebutnya.
Kabid Pengolahan dan Pemasaran Disbun Riau Bilang Di Mana Ada Sawit Di Situ Ekonomi Tumbuh
Diskusi pembaca untuk berita ini