Tingkatkan Transaksi Ekonomi di Tingkat Tapak, Bank BRI Cabang Duri Serahkan GBM ke Pedagang Kecil
Duri, katakabar.com - Bank BRI Cabang Duri yang berlokasi di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, persis depan perkantoran Pemerintah Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau serahkan perangkat pendukung unit gerobak berlian bermakan (GBM) kepada sejumlah pedagang kecil yang mengais rezeki di kawasan pasar tradisional Simpang Padang Duri. Kegiatan ini mendukung program pemerintah untuk meningkatkan transaksi perekonomian di tingkat tapak. Sejumlah pedagang kecil pasar tradisional Simpang Padang Duri penerima manfaat merupakan nasabah Bank BRI Cabang Duri. Ketika menerima bantuan gerobak berlian bermakna didampingi pihak keluarga di halaman kantor Bank BRI Cabang Duri. Branch Office Head Bank BRI Cabang Duri, Eka Marvianda, mengatakan penyerahan bantuan gerobak berlian bermakna kepada sejumlah pedagang kecil yang termasuk nasabah BRI Cabang Duri sebagai bentuk kepedulian Bank BRI kepada masyarakat khususnya pedagang kecil sehari-hari menjual dagangandi pasar tradisionl Simpang Padang Duri. “Mengenai pos anggaran pembiayaan pembuatan gerobak berlian dari sumber dana yang sah, yang dihasilkan dari infak setiap hari jum’at, sedekah, dan santunan yang disisihkan seluruh karyawan-karyawati Bank BRI Cabang Duri. “Adanya bantuan gerobak berlian bermakna BRI Cabang Duri diharapkan para pedagang kecil mampu mendongkrak aktivitas transaksi jual beli di tingkat tapak di perkotaan Duri ini,” jelasnya. Berikut sejumlah pedagang kecil yang menerima bantuan, yakni Anisa Siregar nasabah Bank BRI Kandis sehari-hari menjual sarapan pagi di pasar, Wahyuni nasabah Bank BRI Cabang Duri yang sehari-hari menjual bakso cup dan keripik pisang, Rere Maktalena nasabah Bank BRI Unit Sebangar Bathin Solapan berjualan sarapan pagi, Samyo nasabah Bank BRI unit Simpang Garoga Duri berjualan Ketoprak, dan Desiana nasabah Bank BRI Unit Pasar Duri berjualan sarapan pagi dan sejumlah lainnya. "Program BRI ini bertujuan untuk meningkatkan transaksi perekonomian masyarakat yang melakukan jual beli di tingkat tapak, dan khususnya bagi seluruh nasabah Bank BRI Cabang Duri guna mendukung program pemerintah menuju Indonesia Emas 2045," imbuhnya. Untuk itu, kepada segenap lapisan masyarakat untuk tetap waspada ketika melakukan transaksi jual beli, dan hindari penipuan dari oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab yang mengatasnamakan Bank BRI.
Dari Limbah Jadi Nilai: Binus @Malang Transformasikan Plastik Jadi Peluang Ekonomi Berkelanjutan
Malang, katakabar.com - Perjalanan 45 tahun Binus University dan satu dekade Binus @Malang jadi momentum penting untuk mempertegas komitmen dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Melalui program Binus Untuk Negeri (BUN), Binus @Malang menghadirkan inisiatif kolaboratif yang berfokus pada pemberdayaan komunitas serta penciptaan dampak sosial yang berkelanjutan. Salah satu implementasi dari program ini diwujudkan melalui pengembangan Edu Eco-Furniture Village bersama masyarakat Klampokasri. Inisiatif ini mengintegrasikan edukasi, kreativitas, serta kepedulian terhadap lingkungan dalam satu ekosistem pemberdayaan. Dalam pelaksanaannya, Binus @Malang juga berkolaborasi dengan Program Studi Design Interior, yang berperan dalam proses perancangan dan pengembangan produk berbasis desain. Melalui program ini, masyarakat didorong untuk mentransformasi limbah plastik menjadi produk bernilai seperti eco-cycle products dan eco-furniture. Hasil dari proses ini diwujudkan dalam karya bertajuk KARUPA (Karya Aksi Rupa Ulang Plastik) sebagai simbol kreativitas dan inovasi berbasis keberlanjutan. Upaya ini tidak hanya berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan, tetapi juga membuka potensi ekonomi baru yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat. Pendekatan kolaboratif ini juga menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan program, di mana berbagai pihak dilibatkan untuk menciptakan solusi yang relevan dan berkelanjutan. Binus @Malang tidak berjalan sendiri, melainkan membangun sinergi antara akademisi, mahasiswa, komunitas, hingga mitra strategis. Hal ini turut ditegaskan oleh Deputy Campus Director Binus @Malang, Alvin Chandra, S.Kom., M.M.: “Melalui Binus Untuk Negeri, kami ingin memastikan bahwa kehadiran Binus @Malang tidak hanya memberikan pendidikan berkualitas, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Kolaborasi menjadi kunci dalam menciptakan solusi yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.” Keterlibatan mahasiswa dalam program ini juga menjadi bagian penting dari proses pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pengalaman nyata di lapangan. Interaksi langsung dengan masyarakat memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami permasalahan sosial secara lebih mendalam sekaligus mengembangkan karakter. Hal ini dijelaskan oleh Dr. Yoseph Benny Kusuma, S.M., M.SM, selaku Student Development Associate Manager BINUS @Malang “ Di Binus, mahasiswa tidak hanya pintar untuk dirinya sendiri namun ikut meneruskan apa yang dipelajari di ruang-ruang perkuliahan untuk memberikan dampak nyata ke masyarakat” Kolaborasi dengan Program Studi Design Interior juga memberikan kontribusi penting dalam memastikan bahwa produk yang dihasilkan tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai desain dan daya saing. Pendekatan ini memungkinkan limbah plastik diolah menjadi produk yang lebih bernilai dan menarik secara estetika. Sebagaimana disampaikan oleh Ira Audia Agustina, S.T., M.Ds., selaku Kepala Prodi Design Interior BINUS @Malang: “Melalui kolaborasi ini, kami mendorong mahasiswa dan masyarakat untuk melihat limbah plastik sebagai material yang memiliki potensi desain. KARUPA menjadi representasi bagaimana proses kreatif dapat mengubah limbah menjadi karya yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki nilai estetika dan ekonomi.” Dampak dari program ini juga dirasakan langsung oleh masyarakat Klampokasri, khususnya dalam peningkatan keterampilan dan terbukanya peluang ekonomi baru. Kehadiran Binus Untuk Negeri memberikan nilai tambah yang nyata bagi lingkungan sekitar. Sebagaimana disampaikan oleh perwakilan warga Klampok Kasri Tri Priyo Wahyudi: “Program ini memberikan kami pengetahuan dan keterampilan baru dalam mengolah limbah plastik. Selain membantu menjaga lingkungan, kami juga melihat adanya peluang untuk meningkatkan pendapatan melalui produk yang dihasilkan.” Lebih dari sekadar kegiatan, program ini juga diperkuat melalui kolaborasi dengan Koffie Heritage Malang (Kopi Tot Tot) sebagai partner strategis. Berlokasi di kawasan Kayutangan Heritage yang dikenal sebagai salah satu ikon Kota Malang, kolaborasi ini menghadirkan ruang yang tidak hanya strategis tetapi juga relevan dengan karakter generasi muda dan komunitas kreatif. Dengan posisi yang strategis dan dukungan komunitas yang kuat, kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang berkumpul, tetapi juga menghadirkan sebuah experience yang mampu membangun awareness sekaligus mendorong aksi nyata. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari ruang yang tepat dan sinergi yang kuat antar berbagai pihak. Melalui Binus Untuk Negeri, Binus @Malang menghadirkan ruang interaksi yang melibatkan mahasiswa, komunitas lokal, pelaku UMKM, hingga generasi muda kreatif di Malang. Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperluas perspektif, membangun jejaring, serta mendorong partisipasi aktif dalam menjawab berbagai isu sosial dan lingkungan secara bersama-sama. Dengan semangat kolaborasi dan keberlanjutan, Binus @Malang berharap program ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas, sejalan dengan visi untuk membangun generasi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.
Penasaran Lihat Maggot, Booth MINERALive MIND ID Inspirasi Ekonomi Sirkular di Invirotech 2026
Jakarta, katakabar.com - Area booth MIND ID MINERALive dipadati pengunjung selama gelaran INVIROTECH 2026 di Jakarta Convention Center, Sabtu (13/6). Di bawah instalasi langit-langit berbentuk awan yang menaungi seluruh area booth, puluhan orang berkerumun. Sebagian mengabadikan momen dengan ponsel, sebagian lain mengantre untuk melihat lebih dekat setiap showcasing pengelolaan sampah terintegrasi yang ditampilkan oleh MIND ID. Bukan tanpa alasan, booth MINERALive menghadirkan sesuatu yang jarang ditemui pengunjung pameran pada umumnya, yakni pengolahan sampah organik berbasis maggot yang bisa dilihat dan dipelajari langsung, demonstrasi pengelolaan sampah plastik, hingga teknologi 3D printer yang mengubah limbah nonorganik menjadi produk kreatif bernilai. Di tengah keramaian itu, Dwi Agus berdiri mengamati dengan saksama. Sebagai Praktisi Bank Sampah Induk di bilangan Bekasi, ia datang bukan sekadar untuk melihat-lihat. "Jadi lumayan inspiratif bagi saya, supaya Bank Sampah kami bisa meraih seperti ini," ujar Dwi Agus. Ia mengaku, sebagian dari apa yang ditampilkan di booth ini sebenarnya sudah mulai diterapkan di komunitasnya, terutama pengolahan sampah organik menggunakan maggot. Dia menyampaikan, untuk sampah plastik, pengelolaan di tempatnya masih sebatas pemilahan sebelum diserahkan kepada offtaker. Melihat bagaimana MIND ID mengintegrasikan seluruh proses dalam satu rangkaian, ia mulai membayangkan potensi pengembangan yang lebih besar untuk Bank Sampah yang ia kelola. "Kalau ada 10 ribu warga yang rutin menabung sampah, dan hasilnya masuk ke koperasi, maka ekonomi sirkular bisa berjalan. Sampah selesai dari sumbernya dan menjadi pendapatan bagi warga," ucapnya. Tidak jauh dari sana, seorang pengunjung lain tampak antusias memperhatikan layar yang menampilkan visualisasi proses daur ulang. Bulan, mahasiswi dari salah satu universitas negeri di Malang, mengaku banyak hal baru yang ia pelajari hari itu. "Saya banyak belajar soal pengolahan sampah di booth MIND ID. Ternyata perusahaan tambang juga banyak memiliki program yang bertanggung jawab atas kelestarian lingkungan," tuturnya. Bagi Bulan, pengalaman di booth ini mengubah cara pandangnya tentang bagaimana menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal paling sederhana, bahkan dari rumah sendiri. "Melestarikan lingkungan bisa dilakukan mulai dari rumah sendiri dengan menyortir sampah sesuai jenisnya. Dengan langkah kecil kita bisa menjaga kelestarian alam," jelasnya. Suasana di booth memang dirancang untuk mengajak pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga merasakan langsung prosesnya. Di area pertama, sampah organik yang dikumpulkan dari pengunjung selama tiga hari penyelenggaraan diolah secara nyata menggunakan maggot, dan hasilnya, mulai dari volume sampah yang terurai hingga pupuk organik yang dihasilkan, ditampilkan secara terbuka melalui layar digital yang terus menampilkan angka berjalan. Di area lain, sebuah plastic crusher menjadi pusat perhatian. Pengunjung yang membawa sampah plastik dapat langsung menyetorkannya ke mesin tersebut, sebuah representasi nyata dari program bank sampah yang telah berjalan di berbagai wilayah operasional Grup MIND ID. Tidak jauh dari situ, sebuah teknologi 3D printer bekerja perlahan, mengubah material daur ulang menjadi produk kerajinan yang dipajang di rak-rak sekitarnya bukti bahwa limbah anorganik bisa bertransformasi menjadi sesuatu yang punya nilai ekonomi. Yang membuat booth ini terasa berbeda adalah instalasi besar di bagian atas gugusan awan dengan gradasi dari gelap menuju putih terang, dihiasi lampu biru yang berkedip lembut menyerupai kilatan. Instalasi bertema "awan mendung dan awan cerah" ini bukan sekadar dekorasi. Ia menjadi simbol visual dari perjalanan dekarbonisasi yang ingin ditunjukkan MIND ID. Hingga sore menjelang, antrean pengunjung di booth ini tak surut. Bagi banyak orang yang datang, apa yang mereka bawa pulang bukan hanya foto atau suvenir menarik seperti pupuk dan merchandise khas pertambangan. Lebih dari itu, mereka membawa pulang cara pandang baru tentang bagaimana sesuatu yang dianggap sisa, bisa menjadi awal dari sesuatu yang bernilai dan bermanfaat bagi masa depan.
Merajut Kemandirian Ekonomi: Warga Minas Budidaya Lele
Minas, katakabar.com - Memasuki masa pensiun sering kali mendatangkan kecemasan tersendiri bagi sebagian orang. Terutama soal kepastian sumber pendapatan guna menopang kebutuhan keluarga setelah tidak lagi memiliki penghasilan tetap. Bayang-bayang kurangnya sumber penghasilan juga sempat menggelayuti pikiran Jamaros 56 tahun, warga Kelurahan Minas Jaya, Kabupaten Siak, Riau. Alih-alih berpangku tangan, Jamaros memilih untuk terus bergerak. Bersama warga lainnya, ia menekuni budidaya perikanan sebagai ikhtiar membangun sumber penghasilan baru sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di sekitarnya. Kini, kecemasan itu perlahan memudar, Jamaros selaku anggota Kelompok Budidaya Perikanan (Pokdakan) Jaya Bersama, mendorong warga memajukan usaha budidaya lele di lingkungan tempat tinggal yang sebelumnya hanya dikelola seadanya. Budidaya lele yang awalnya dikelola secara konvensional, kini terus bertranformasi menjadi unit usaha yang menjanjikan. “Dari sekarang kami mulai sedikit-sedikit, supaya ada yang bisa diharapkan untuk masa depan,” kata Jamaros. Ia menceritakan, kolamnya yang semula hanya berkapasitas 3.000 bibit lele, kini telah berkembang pesat hingga mampu menampung sekitar 15.000 bibit per siklusnya. Perjalanan menuju titik ini tidaklah mudah. Pada masa-masa awal, kelompok yang sebagian besar beranggotakan para pensiunan dan ibu rumah tangga ini sempat terseok-seok akibat tingginya biaya pakan dan bibit, modal yang cekak, serta ketergantungan pada tengkulak yang membuat margin keuntungan menipis. Titik balik mulai terlihat saat Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan hadir sebagai mitra pendukung. Guna memperkuat skala usaha, PHR menginisiasi pembentukan Gabungan Kelompok Perikanan (Gapokkan) Minas Bahari Serumpun, yang menyatukan delapan kelompok budidaya di wilayah setempat, termasuk kelompok Jaya Bersama. Tak sekadar salurkan stimulus berupa 24.000 ekor bibit lele dan pakan, PHR juga memberikan fasilitas mesin pelet mandiri berbahan dasar ikan rucah serta pelatihan pembuatan probiotik. Intervensi ini rupanya menjadi kunci efisiensi biaya produksi yang selama ini menggerogoti kantong para peternak. Sebagai gambaran, dalam satu siklus budidaya ikan lele dengan jumlah tebar sekitar 7.500 ekor, dibutuhkan sekitar 850 kilogram pakan selama masa pemeliharaan hingga panen, yakni sekitar 3 bulan. Berbekal ilmu baru, warga Minas Jaya mengubah total pola kerja mereka. Mereka secara disiplin meracik probiotik mandiri untuk menjaga kualitas air, mengatur kepadatan tebar, hingga memantau kesehatan ikan secara berkala. Keberhasilan Gapokkan Minas Bahari Serumpun kian solid setelah mereka berhasil menembus pasar yang stabil. Sejak tahun 2025, Gapokkan telah sukses memasok lebih dari 1 ton ikan lele untuk mendukung program pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan nilai penjualan mencapai sekitar Rp23,9 juta. Manager Community Involvement and Development (CID) PHR, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan capaian tersebut menunjukkan potensi besar masyarakat untuk tumbuh mandiri melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan. "Kami percaya masyarakat memiliki potensi yang besar untuk berkembang. Peran kami adalah mendukung agar potensi tersebut dapat tumbuh menjadi usaha yang produktif, mandiri, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar," ujarnya. Dampak ekonomi ini juga langsung terasa hingga ke tetangga sekitar. Kelompok Jaya Bersama sengaja melibatkan ibu-ibu rumah tangga di lingkungan sekitar untuk membantu proses pembersihan ikan hasil panen yang di supplai ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini membuka keran pendapatan baru lagi bagi mereka yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan tetap. “Alhamdulillah, dari bantu bersihkan ikan lele ada tambahan buat memenuhi kebutuhan dapur. Kadang setelah panen kami juga makan-makan bersama. Kami berencana, kalau hasilnya semakin bagus, kami ingin coba buat produk turunan ikan salai,” ucap Weti, salah seorang ibu rumah tangga yang turut ketiban berkah program ini. Dari kolam lele di Minas Jaya, sebuah pesan tentang kemandirian telah digelorakan. Budidaya lele kini bukan lagi sekedar kegiatan sampingan pengisi waktu luang, melainkan tumpuan hidup baru yang menghadirkan rasa bangga, optimisme, dan kesejahteraan yang nyata bagi Masyarakat. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
Lewat PT RPN, Holding PTPN Hidupkan Kembali Kawasan Heritage P3GI Pusat Edukasi dan Ekonomi
Pasuruan, katakabar.com - PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN), entitas dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), terus menghidupkan kembali kawasan bersejarah Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) sebagai pusat edukasi dan penggerak ekonomi berbasis heritage. Melalui penataan kawasan cagar budaya dan pengembangan museum gula, PT RPN mendorong pemanfaatan warisan sejarah tidak hanya sebagai objek pelestarian, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran publik dan sumber nilai tambah bagi masyarakat. Upaya tersebut diperkuat melalui kegiatan usung tema “Adaptif Bangunan Gedung Cagar Budaya untuk Mendukung Kesejahteraan Masyarakat” yang digelar melalui sinergi dan kolaborasi bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur di kompleks P3GI, Pasuruan. Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah daerah, akademisi, serta pegiat pelestarian budaya dalam membahas strategi pemanfaatan kawasan heritage secara berkelanjutan. Kepala P3GI, Aris Lukito, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari peran strategis PT RPN sebagai holding knowledge di sektor perkebunan. “Kami ingin P3GI tidak hanya menjadi pusat penelitian, tetapi juga tempat edukasi sejarah dan teknologi gula,” kata Aris. Sejak ditetapkan sebagai cagar budaya Kota Pasuruan pada 2020 dan meningkat menjadi cagar budaya tingkat provinsi pada 2021, kawasan P3GI terus dikembangkan secara bertahap. Sejak 2023, revitalisasi difokuskan pada penguatan fungsi edukasi melalui museum gula serta pengelolaan kawasan berbasis pelestarian. Pengakuan terhadap nilai historis dan intelektual P3GI juga semakin menguat, ditandai dengan arsip sejarahnya yang telah memperoleh pengakuan Memory of the World (MoW) tingkat provinsi dan tengah diajukan ke UNESCO. Pemerintah daerah turut mengapresiasi langkah tersebut. Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan, Agus Budi Darmawan, menyebut P3GI sebagai model pemanfaatan cagar budaya yang produktif. “P3GI menjadi contoh bagaimana bangunan cagar budaya dapat dirawat dan dimanfaatkan untuk edukasi masyarakat serta generasi muda,” jelasnya. Kepala Bidang Cagar Budaya dan Sejarah Disbudpar Jawa Timur, Satria Devi Kurniawan, menegaskan keberhasilan pelestarian terletak pada kemampuannya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Cagar budaya bukan hanya tentang menjaga bangunan lama, tetapi bagaimana kawasan tersebut bisa hidup, bermanfaat, dan mendukung kesejahteraan masyarakat,” ucapnya. Melalui sinergi antara PT RPN, pemerintah, dan para pemangku kepentingan lainnya, kawasan P3GI diharapkan dapat menjadi model nasional dalam pengelolaan heritage yang adaptif, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus menghubungkan warisan masa lalu dengan kebutuhan masa depan.
Ekonomi AS Tetap Tangguh, Data PMI Jadi Sinyal Positif Bagi Investor Global
Jakarta, katakabar.com - Di tengah berbagai ketidakpastian ekonomi global, ekonomi Amerika Serikat kembali menunjukkan ketangguhannya. Ini terlihat dari data Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur yang melonjak ke level tertinggi sejak 2022. Kenaikan PMI menjadi sorotan penting bagi investor lantaran mencerminkan peningkatan aktivitas ekonomi di sektor manufaktur. Data ini menunjukkan perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat masih aktif melakukan produksi, dan perekrutan tenaga kerja mesk kondisi global masih penuh tantangan. Peningkatan aktivitas manufaktur menjadi sinyal bahwa permintaan domestik AS masih cukup kuat. Konsumen di Amerika Serikat dinilai masih memiliki daya beli yang sehat sehingga aktivitas ekonomi tetap berjalan positif. Bagi pasar keuangan, data PMI yang kuat sering kali dianggap sebagai indikator awal bahwa ekonomi sedang berada dalam kondisi ekspansif. Ketika aktivitas produksi meningkat, maka peluang pertumbuhan laba perusahaan juga ikut membesar. Hal ini langsung disambut positif oleh investor Wall Street. Pasar melihat ekonomi AS masih memiliki fondasi yang kokoh meskipun suku bunga berada di level tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut cukup menarik karena sebelumnya banyak pihak memperkirakan kebijakan suku bunga tinggi The Federal Reserve akan memperlambat ekonomi secara signifikan. Tetapi nyatanya, sektor manufaktur justru mampu menunjukkan performa yang lebih baik dari ekspektasi. Selain peningkatan produksi, pertumbuhan tenaga kerja juga menjadi faktor penting yang memperkuat optimisme pasar. Ketika perusahaan mulai meningkatkan perekrutan, investor melihat adanya keyakinan dari pelaku bisnis terhadap prospek ekonomi ke depan. Data tenaga kerja yang solid juga membantu menjaga konsumsi masyarakat. Karena selama masyarakat masih memiliki pendapatan dan pekerjaan yang stabil, aktivitas belanja cenderung tetap terjaga. Kombinasi antara produksi yang meningkat dan pasar tenaga kerja yang kuat membuat ekonomi AS terlihat lebih tahan banting dibandingkan banyak negara lain. Situasi ini menjadi alasan mengapa investor global masih menjadikan Amerika Serikat sebagai salah satu tujuan utama investasi. Bahkan di tengah gejolak global, pasar saham AS tetap berhasil menarik minat investor institusi maupun ritel. Sektor teknologi kembali menjadi pusat perhatian dalam reli pasar kali ini. Perusahaan-perusahaan berbasis AI dan semikonduktor menjadi pendorong utama optimisme investor. Banyak analis menilai perkembangan AI akan menciptakan gelombang pertumbuhan ekonomi baru beberapa tahun mendatang. Lantaran itu pula, saham-saham teknologi yang memiliki eksposur besar terhadap AI masih dianggap memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang. Di sisi lain, investor tetap perlu memperhatikan potensi risiko. Jika inflasi kembali meningkat atau The Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dari ekspektasi, maka pasar bisa mengalami tekanan kembali. Itu sebabnya, strategi diversifikasi tetap menjadi langkah penting bagi investor modern. Tidak hanya berinvestasi di saham, banyak investor kini mulai melirik aset digital seperti kripto dan emas digital sebagai alternatif diversifikasi portofolio. Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Aset Kripto, Nanovest dapat menjadi pilihan kamu untuk mulai berinvestasi dan eksplor koin kripto lainnya, sebuah aplikasi investasi saham & kripto yang terpercaya dan aman yang dapat menjadi pilihan terbaik bagi para investor di Indonesia. Bagi para investor yang baru ingin memulai berinvestasi tidak perlu khawatir karena cuma di aplikasi ini aset kamu terproteksi dari risiko cybercrime dengan Asuransi Sinarmas. Nanovest secara resmi telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi lebih lanjut silahkan kunjungi web kami di www.nanovest.io. Bagi para penggiat investasi yang ingin menggunakan Nanovest, aplikasi ini sudah tersedia di Play Store maupun App Store Anda. Kuatnya data ekonomi AS menjadi bukti pasar global masih memiliki peluang pertumbuhan meskipun kondisi dunia belum sepenuhnya stabil. Investor yang mampu memahami perubahan tren ekonomi dan memanfaatkan momentum dengan baik berpotensi memperoleh hasil investasi yang optimal dalam jangka panjang.
Panen Perdana Ikan Patin, Ini Wujud Kemandirian Ekonomi Binaan PT EDI
Rokan Hulu, katakabar.com - Komitmen PT Eka Dura Indonesia (EDI) dalam memberdayakan masyarakat sekitar kembali membuahkan hasil manis. Kelompok budidaya ikan patin di Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kunto Darussalam, baru saja sukses melaksanakan panen perdana jadi bukti nyata keberhasilan program pemberdayaan berbasis potensi lokal. Selain berhasil menghasilkan ikan berkualitas, hasil panen tersebut juga langsung terserap pasar melalui Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini memberikan kepastian pasar bagi petani ikan sekaligus memperkuat roda ekonomi masyarakat setempat. Dalam pengembangannya, PT EDI tidak hanya sekadar memberikan bantuan berupa bibit dan pakan, tetapi juga melakukan pendampingan intensif selama proses pemeliharaan. Langkah ini sejalan dengan visi perusahaan untuk mewujudkan "sinergi bumi dan manusia, untuk satu Indonesia" yang berkelanjutan. Manajemen PT Eka Dura Indonesia, Imam Taufik, menyatakan keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras dan konsistensi masyarakat dalam menjalankan program. “Panen ini membuktikan kolaborasi yang baik mampu memberikan dampak nyata. Kami berharap usaha ini tidak hanya menambah pendapatan warga, tapi juga memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi lokal secara berkelanjutan,” ujar Imam. Ia menambahkan, melalui inisiatif Astra Kreatif, perusahaan ingin tumbuh berdampingan dengan masyarakat. Fokus utama adalah menciptakan peluang usaha yang mandiri sehingga kesejahteraan warga dapat meningkat secara bertahap. Pasar Terjamin Warga Bersyukur Ketua Kelompok, Syukri, mengaku sangat bersyukur atas pencapaian ini. Menurutnya, kepastian penjualan ke Dapur MBG sangat membantu kelancaran usaha dan langsung berdampak pada ekonomi anggota. “Alhamdulillah, hasil panen langsung terserap dan keuntungannya sangat membantu. Kami berharap usaha ini bisa terus maju bersama binaan PT EDI,” jelasnya. Antusiasme serupa disampaikan Tengku Azhar, salah satu anggota kelompok. Ke depan, pihaknya berencana melakukan inovasi dengan memproduksi pakan mandiri guna menekan biaya operasional agar usaha semakin efisien. “Kami berterima kasih kepada PT EDI yang selalu mendampingi dan memfasilitasi kami. Ke depan kami ingin lebih mandiri lagi,” tuturnya. Keberhasilan panen perdana ini menjadi bukti nyata sinergi antara perusahaan dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.
Temui Massa Aksi Damai, Bupati Syah Afandin Prioritaskan Perbaikan Jalan Air Hitam
Langkat, Katakabar - Bupati Langkat Syah Afandin menemui langsung ratusan warga Kecamatan Selesai yang menggelar aksi damai di Desa Kwala Air Hitam, Selasa (19/5/2026). Dalam kesempatan itu, ia memastikan pembangunan Jalan Air Hitam menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Langkat.
Ekspansi ke Filipina, Voresi Jadikan Pendidikan Nonformal Kunci Pertumbuhan Ekonomi ASEAN
Jakarta, katakabar.com - Voresi, startup EdTech asal Indonesia, resmi memulai ekspansi regional ke Filipina pada awal kuartal kedua 2026. Langkah ini menandai fase pertumbuhan strategis Voresi membangun ekosistem pendidikan nonformal berbasis teknologi yang berorientasi pada penciptaan talenta produktif demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara. Ekspansi ini menjadi bagian dari visi jangka panjang Voresi untuk menjawab pergeseran global menuju ekonomi berbasis keterampilan (skill-based economy), di mana jalur karier nonformal semakin mendominasi. Voresi melihat peluang besar di negara berkembang ASEAN, di mana sistem pendidikan formal belum sepenuhnya mampu menjembatani kebutuhan industri yang terus berkembang. “Perkembangan teknologi mendorong lahirnya banyak profesi baru di sektor nonformal. Karena itu, pendidikan nonformal akan menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan,” ujar Cosmas, CEO dan Founder Voresi. Bangun Ekosistem Talenta dari Vocation Hingga Economic Value Berdiri pada 2024 lalu, Voresi menghadirkan pendekatan berbeda melalui hybrid ecosystem yang membantu remaja temukan dan kembangkan vocation (panggilan hidup), sebagai fondasi membangun karier berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, Voresi tidak hanya membantu remaja temukan profesi impian, tetapi juga mengarahkan mereka pada specialization yang memiliki nilai ekonomi nyata. Hal ini memastikan passion yang dimiliki dapat dikonversi menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan. Produk unggulan Voresi dirancang sebagai ekosistem terintegrasi yang mendampingi remaja secara menyeluruhmembangun masa depan mereka. Melalui Voresi Lab+, sebagai AI-powered personal lab, remaja dapat mengidentifikasi vocation, profession, hingga specialization sebagai peta jalan karier yang terarah dan terukur. Proses ini kemudian diperkuat melalui Connect+, yakni platform mentoring yang menghubungkan remaja dengan para profesional yang telah sukses di bidang profesi yang mereka impikan, sehingga memungkinkan terjadinya pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan dunia nyata. Tidak berhenti pada tahap eksplorasi dan validasi, Voresi juga menghadirkan Journeys+, sebuah program experiential learning yang memberikan pengalaman langsung melalui industry exposure, workshop praktis, hingga internship placement, sehingga remaja dapat memahami dan menjalani proses menuju profesi impian mereka secara konkret. Ketiga layanan ini membentuk pendekatan end-to-end yang memastikan setiap individu tidak hanya menemukan arah, tetapi juga memiliki jalur yang jelas untuk mewujudkan potensi mereka menjadi nilai ekonomi yang berkelanjutan. Traction Kuat di Indonesia Siap Replikasi ke Pasar ASEAN Sejak berdiri, Voresi telah membantu lebih dari 1.000 remaja di 8 provinsi di Indonesia, mencerminkan adopsi pasar yang kuat terhadap pendekatan dan ekosistem yang dikembangkan. Keberhasilan ini menjadi landasan ekspansi ke Filipina, yang dilakukan melalui kolaborasi strategis dengan berbagai Senior High School (SHS) di wilayah Quezon, Manila, dan Caloocan. Melalui kemitraan ini, ribuan siswa kini mendapatkan akses ke platform Voresi dan seluruh ekosistem layanannya melalui www.voresi.com.
Lewat UMKM, Kolaborasi MB dan PHR Buka Harapan Kemandirian Ekonomi Perempuan
Pekanbaru, katakabar.com - Sebuah perubahan besar sedang tumbuh dari tangan-tangan tangguh para perempuan di sudut Kota Pekanbaru. Komunitas Matahari Bertuah, dulunya hanya sekumpulan pelaku usaha kecil berjalan tanpa arah, kini bertransformasi jadi simbol keberdayaan ekonomi perempuan di tengah hiruk pikuk masyarakat Riau. Kesuksesan tidak datang tiba-tiba. Lahir pada 2022 lalu, Matahari Bertuah sempat melewati masa-masa sulit. Tanpa struktur kelembagaan yang jelas. Minimnya literasi bisnis kala itu, membuat komunitas ini hampir redup. Belum lagi kerumitan urusan legalitas dan administrasi sempat membuat semangat para anggotanya rontok satu per satu. "Jangan ragu untuk memulai, sebab usaha terbaik bukan yang paling sempurna, melainkan benar-benar dijalankan dengan keberanian," ujar Suci Angreini, Ketua Kelompok UMKM Matahari Bertuah, saat itu memotivasi rekan-rekannya. Tetapi, titik balik itu datang di penghujung tahun 2025 melalui sentuhan Program Pengembangan UMKM Ekonomi Pemuda dan Perempuan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Bukan sekadar memberikan dukungan, PHR hadir membuka akses dan membenahi fondasi penguatan UMKM dengan memfasilitasi pengurusan legalitas kelompok untuk penguatan kelembagaan agar lebih tertib dan diakui. Para pelaku usaha juga diberikan pelatihan pengelolaan usaha yang meliputai: administrasi, pembukuan, dan penguatan kapasitas serta pendampingan berkelanjutan agar perubahan kebiasaan usaha benar-benar berjalan. “Intervensi yang diberikan bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan pembenahan fondasi yang meliputi fasilitasi legalitas kelompok, pelatihan tata kelola usaha, hingga pendampingan berkelanjutan,” ulas Suci. Ditengah dukungan PHR, Suci kian semangat, dan terus memotivasi para anggota dalam memulai usaha. Di bawah kepemimpinanya, kelompok ini mulai mempraktikkan disiplin baru: mencatat setiap rupiah yang keluar-masuk, membagi peran produksi secara profesional, hingga menjajaki dunia pemasaran digital. Hasil dari konsistensi ini mulai membuahkan hasil manis di kuartal pertama 2026. Aneka ragam produk yang awalnya muncul dari dapur sederhana kini tampil meramaikan pasar. Sebut saja seperti brownies kopi, brownies kukus ketan hitam, pie brownies dan pie susu diminati wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Matahari Bertuah mencatatkan rata-rata pemasukan mencapai Rp74 juta perbulan. Mereka membuktikan bahwa manajemen usaha yang tertata mampu menjadi pendorong ekonomi yang signifikan. Ini bukan hanya soal angka, dampak emosional pun terasa kuat. Para anggota yang sebelumnya didera kecemasan akan masa depan usaha, kini tampil lebih percaya diri. Keberhasilan ini semakin lengkap saat salah satu anggota mereka, seorang mahasiswi, berhasil menembus jajaran 10 besar finalis Rokan UMK Award 2025, ajang apresiasi UMKM Riau yang digelar PHR. Prestasi ini menegaskan pembinaan yang tepat mampu melahirkan wirausaha muda yang tangguh di masa depan. “UMKM Matahari Bertuah telah membuktikan kaum perempuan mampu menjadi aktor penggerak ekonomi bukan hanya bagi keluarga bahkan bagi daerah. Capaian ini sekaligus menjadi kado indah dalam semangat Hari Kartini. Kisah mereka adalah pengingat bahwa keterbatasan akses bukanlah akhir dari segalanya. Ketika perempuan diberikan ruang, dukungan, dan pendampingan yang tepat, mereka mampu mengubah keraguan menjadi kekuatan kolektif yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” cerita Manager CID PHR, Iwan Ridwan Faizal. Kini, Matahari Bertuah bukan lagi sekadar nama komunitas tempat berkumpulnya perempuan hebat, melainkan sebuah wadah kelembagaan yang sah dan siap menyongsong masa depan ekonomi yang berkelanjutan.