Binjai | Katakabar.com
Enam warga Kota Binjai dan tiga warga Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, terkepung dalam perperangan antar Ukraina dan Rusia, yang tengah berlangsung beberapa hari belakangan ini.
Sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) ini merupakan pekerja di Negara Ukraina. "Selain suami saya Iskandar, ada 8 pekerja yang tercatat sebagai warga Binjai dan Langkat," kata Ainull Rodia, selaku istri Iskandar saat dihubungi via selular, Minggu (6/3/2022).
Diakui dia, kepergian suami menjadi tenaga kerja Indonesia di Negeri Ukraina, sudah berjalan 5 tahunan belakangan. Selain suaminya (Iskandar), sang suami juga turut mengajak anak keduanya.
"Pastinya sangat cemas dengan kondisi yang ada. Karena anak selain suami, anak laki-laki saya yang kedua juga ikut. Kalau anak perempuan atau anak pertama, ikut saya di disini," jelas wanita beranak dua ini.
Dengan kondisi ini, dirinya berharap besar agar pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dapat mengevakuasi suami dan WNI yang sedang bekerja disana.
"Merekakan kerja di pabrik plastik dan berada dalam bangker. Setiap malam terjadi ledakan dan kami keluarga disini takut. Maka kami harapkan pemerintah bisa melakukan evakuasi terhadap pekerja yang masih didalam bangker, termaksud suami saya," harap dia.
Karena menurut dia, hampir setiap malam serangan terus terjadi. Ledakan suara bom terus berdentuman dan terdengar sampai dalam bangker. "Besar harapan kami agar segera dievakuasi ke tempat yang aman," timpal dia kembali.
Adapun identitas sembilan warga Binjai dan Langkat, yang terkepung perang Ukraina dan Rusia itu adalah Iskandar, Muhamad Raga Prayuda, Muhamad Aris Wahyudi, Syahfitra Sandiyoga, Agus Alfirian, Rian Jaya Kusuma dan Dedi Irawan, Zulham Ramadhan dan Amri Abas.
Iskandar melalui pesan singkatnya mengharapkan bantuan dari pemerintah Republik Indonesia, agar dapat segera memulangkan mereka ke tanah air.
"Kami masih terjebak di Kota Chernihiv Ukraina bagian Utara. Harapan kami, agar segera dievakuasi, karena kondisi disini semakin berbahaya bang," kata Iskandar, yang diterima melalui pesan WhatsApp.
Iskandar juga mengatakan, bahwa situasi disana masih mencekam dan pihak KBRI dari Kiev dan Ukraina masih tetap terus mereka. Untuk dijalan, situasi sudah tidak memungkinkan sehingga mereka tetap bertahan dibangker.
"Dijalan situasi nya belum memungkinkan bang, orang di kedutaan juga setiap hari menghubungi saya, dari KBRI Kiev dan juga KBRI Moskow, tetapi memang mereka masih mencari cara agar kami bisa keluar," kata dia singkat.
Kasihan, 9 Warga Binjai Langkat Terjebak Peperangan Ukraina Rusia
Diskusi pembaca untuk berita ini