Ladang Ganja Seluas 5 Hektar Ditemukan di Madina, Pasok ke 4 Lapas

Mandailing Natal, katakabar.com - Total 17.500 batang pohon ganja ditanam di lahan seluas 5 hektare di Pegunungan Tor Sipira Manuk, Kabupatem Mandailing Natal (Madina), Sumatra Utara. Jaringan pemilik ladang ini disebut memasok narkoba ke empat lembaga pemasyarakatan (Lapas).

Direktur Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri, Brigjen Pol Krisno Halomoan Siregar, kemarin menjelaskan, temuan ini didapat saat pihaknya melakukan pengembangan kasus 284 kilogram ganja.

Pengungkapan kasus ini bermula saat kepolisian mengamankan sebuah mobil di Jalan Trans Sumatera, Bukittinggi, Rabu (2/12) dinihari lalu. Pada operasi itu, polisi menangkap dua pengedar ganja berinisial FA umur 38 tahun dan RA umur 37 tahun.

Mereka narapidana kasus narkoba Lapas Bukittinggi yang kabur pada 2018 lalu. Saat dilakukan pendalaman, polisi menemukan sebuah mobil berisi tujuh karung berisi ganja seberat 203 kilogram.

"Terus Tim Narcotics Investigation Center (NIC) Bareskrim Polri, melakukan pengembangan pada Jumat 4 Desember 2020 di perkebunan kelapa sawit di Panyabungan Timur, Mandailing Natal. Di sana kami tangkap tiga pelaku," kata Krisno, dalam keterangannya, seperti dikuti dari CNN Indonesia.

Kata Brigjen Pol Krisno Halomoan Siregar, ketiganya adalah Mukri umur 43 tahun selaku pemilik ganja, pengendali, dan pengepul, Abdul Rahman umur 38 tahun bagian keuangan, dan Cakanan Rangkuti umur 29 tahun sebagai tukang angkut.

"Kami temukan tiga karung berisi ganja sebanyak 81 kilogram," imbuh Brigjen Krisno.

Dua temuan ganja dengan total 284 kilogram itu dikembangkan hingga mencapai sebuah ladang di Desa Pardomuan Huta Tua, Panyabungan Timur,  Kabupaten Madina. 

"Setelah pengembangan, Satres Narkoba Polres Madina melakukan penyelidikan ke Desa Pardomuan Huta Tua dan menemukan ladang ganja milik tersangka M seluas 5 hektare dengan jarak tempuh ke lokasi selama 3,5 jam," jelasnya.

"Batang pohon ganja ini bervariasi dari tinggi 3 meter, 1 meter, 60 cm dan 30 cm," imbuhnya.

Atas temuan itu, pihaknya melakukan pemusnahan barang bukti bersama Polda Sumut dan Bea Cukai.

"Total ada lima tersangka kami tangkap," kata Krisno.

Dalam hal ini, penyidik menduga penyelundupan ganja tersebut dilakukan dari kawasan Mandailling Natal ke Sumatera Barat dan Jakarta.

"Jaringan ini diduga memasok ganja ke empat Lapas di Sumbar sebanyak 100 hingga 200 kilogram per dua pekan," ceritanya.

Para tersangka kini telah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka pelanggaran Pasal 114 ayat 2 dan Pasal 111 ayat 2 UU RI Nomor 35 tentang Narkotika yang ancaman hukuman mati hingga denda Rp10 miliar, tandasnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait