Malang, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS terus gencarkan program diversifikasi produk sawit untuk meningkatkan nilai tambah komoditas.
Kepala Divisi Usaha Kecil Menengah dan Koperasi BPDPKS, Helmi Muhansah menegaskan, sawit memiliki prospek menjanjikan dengan potensi pengembangan produk turunan yang dapat memenuhi kebutuhan pangan, pakan, hingga manufaktur.
“Selain minyak mentah atau Crude Palm Oil dan inti sawit atau PKO, sawit dapat diolah menjadi produk, seperti helm berbahan bio-komposit, parafin, pengawet buah, hingga baterai berbasis limbah sawit,” ujar Helmi saat Workshop “Diversifikasi Produk Kelapa Sawit Khusus Pakan Ternak, Biomassa, Cokelat, Krimer, dan Dupa Sawit” di Jakarta, Selasa (25/11) lalu.
Menurut Helmi, program UKMK Naik Kelas bertujuan memberdayakan usaha kecil menengah dan koperasi untuk memproduksi berbagai produk berbasis sawit, seperti batik, lilin, dan sabun.
Ia berharap pelaku UKM dan koperasi dapat menjadi mitra strategis dalam memperluas diversifikasi sawit di Indonesia.
CEO PT Interstisi Material Maju, Andika Kristinawati menjelaskan, keberhasilan perusahaannya mengolah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) menjadi bahan serat yang digunakan untuk memproduksi helm berbahan green composite. Helm ini, kata Andika, memiliki keunggulan dalam meredam benturan dan membantu pengurangan limbah sawit.
“Produk ini sudah kami pasarkan ke seluruh Indonesia sejak 2017. Saat ini, kami juga sedang mengembangkan TKKS untuk pembuatan rompi antipeluru serta bahan woven dan non-woven berbasis sawit,” jelasnya.
Di sektor peternakan, Direktur PT Sawit Arum Madani, Sigit Prasetyo menyebutkan Crude Palm Oil atau CPO telah dimanfaatkan sebagai substitusi protein dan energi pada pakan ternak unggas. “Dengan formulasi yang tepat, CPO dapat mengurangi ketergantungan pada jagung sebagai bahan utama pakan ternak,” bebernya.
Workshop digelar dua hari lamanya, yakni mulai 25 hingga 26 November 2024 lalu di Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Workshop ini sebagainajang promosi dan edukasi tentang manfaat produk turunan sawit.
Ketua Pelaksana, Qayuum Amri mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan pemanfaatan sawit dalam kehidupan sehari-hari, termasuk sebagai bahan helm, krimer, cokelat, dan pakan unggas.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Malang, Avicenna M. Saniputera menilai daerahnya memiliki potensi besar untuk mengembangkan komoditas sawit.
“Kabupaten Malang cocok untuk berbagai jenis komoditas, termasuk sawit, asalkan ekosistem hulu-hilirnya direncanakan dengan matang,” ujar Avicenna.
Dengan keberhasilan pengembangan komoditas, kata Saniputera, seperti kopi dan kakao yang sudah rutin diekspor, pengelolaan sawit di Kabupaten Malang berpeluang berjalan lancar jika didukung sistem terintegrasi.
Kegiatan yang digelar BPDPKS bekerja sama dengan Majalah Sawit Indonesia ini menegaskan komitmen berbagai pihak dalam mendukung diversifikasi sawit sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing industri kelapa sawit nasional.
Lewat Inovasi Produk Turunan, BPDPKS Dorong Diversifikasi Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Diskusi pembaca untuk berita ini