Nilai Tambah

Sorotan terbaru dari Tag # Nilai Tambah

Hilirisasi Buat Kemaslahatan Bangsa, MIND ID Pastikan Nilai Tambah Hulu Hilir Nasional
Nasional
Minggu, 08 Maret 2026 | 10:07 WIB

Hilirisasi Buat Kemaslahatan Bangsa, MIND ID Pastikan Nilai Tambah Hulu Hilir

Jakarta, katakabar.com - Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID tegaskan perannya sebagai penggerak hilirisasi mineral dan batu bara nasional dengan memastikan pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir. MIND ID mendorong terciptanya nilai tambah industri yang lebih besar sekaligus memastikan manfaat ekonomi dan sosialnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. Corporate Secretary MIND ID, Pria Utama, menyatakan sebagai strategic active holding, MIND ID mengintegrasikan seluruh kegiatan penambangan, pengolahan, hingga program tanggung jawab sosial di seluruh anggota Grup guna membangun ekosistem industri mineral nasional yang berkelanjutan. Program hilirisasi yang dijalankan oleh seluruh Anggota Grup terintegrasi dari hulu hingga hilir, dan mampu memperkuat rantai nilai industri mineral nasional serta menghasilkan dampak ekonomi yang lebih optimal bagi negara. “MIND ID secara konsisten menyatukan berbagai inisiatif hilirisasi di seluruh Grup dari hulu hingga hilir. Integrasi ini penting agar pengelolaan sumber daya mineral tidak berhenti pada aktivitas penambangan, tetapi mampu menciptakan nilai tambah industri yang lebih besar bagi perekonomian nasional,” ujar Pria saat Buka Puasa Grup MIND ID Bersama Media, Kamis (5/3) lalu. Di sektor hulu, Pria menekankan MIND ID terapkan Good Mining Practice sejak tahap pra penambangan, penambangan, hingga pascatambang, agar kegiatan operasional tetap selaras dengan kelestarian lingkungan serta menjaga keanekaragaman hayati di sekitar wilayah kerja. Pendekatan ini menempatkan perlindungan ekosistem sebagai fondasi dalam menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan. Di tahap hilirisasi, lanjutnya, MIND ID terus mengembangkan berbagai proyek strategis sebagai penggerak rantai nilai mineral nasional. Beberapa proyek yang tengah dalam tahap pengembangan antara lain fasilitas Module & Pack (M&P) Plant dan Cell Plant Indonesia Battery Corporation (IBC) di Karawang sebagai bagian dari ekosistem baterai kendaraan listrik, pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit–alumina–aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat, serta ekspansi fasilitas logistik batu bara di koridor Tanjung Enim–Kramasan. Penguatan hilirisasi tersebut juga sejalan dengan tren investasi nasional. Pada 2025, sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen dari total realisasi investasi nasional, menunjukkan bahwa pengembangan industri berbasis sumber daya alam menjadi salah satu motor penting dalam transformasi ekonomi Indonesia. Pria menegaskan manfaat hilirisasi tidak hanya tercermin dari peningkatan nilai tambah industri, tetapi juga melalui penyerapan tenaga kerja lokal, peningkatan penerimaan daerah, serta pembangunan infrastruktur penunjang di wilayah operasi. MIND ID juga menjalankan berbagai program pemberdayaan UMK, peningkatan akses kesehatan, serta penguatan pendidikan masyarakat agar pertumbuhan industri dapat berjalan secara inklusif. “Bagi MIND ID, hilirisasi untuk kemaslahatan bangsa berarti memastikan setiap sumber daya mineral yang dikelola mampu menghadirkan nilai tambah bagi perekonomian nasional, memperkuat kemandirian industri, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi,” sebut Pria Utama.

Kunker Komisi IV DPRD Banten, Holding PTPN Perkuat Nilai Tambah Karet Lewat Inovasi Aspal Karet Politik
Politik
Jumat, 06 Maret 2026 | 13:33 WIB

Kunker Komisi IV DPRD Banten, Holding PTPN Perkuat Nilai Tambah Karet Lewat Inovasi Aspal Karet

Bogor, katakabar.com - PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN), salah satu entitas dari Holding Perkebunan Nusantara erima kunjungan kerja (Kunker) Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten. Agenda tersebut dilakukan dalam rangka konsultasi dan diskusi terkait hasil riset serta implementasi aspal karet sebagai solusi peningkatan kualitas infrastruktur jalan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Kunjungan tersebut menjadi momentum strategis guna perkuat sinergi antara lembaga legislatif dan lembaga riset untuk mendorong inovasi berbasis sumber daya dalam negeri, sekaligus menjawab tantangan kerusakan jalan akibat beban lalu lintas berat serta faktor cuaca ekstrem. Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Banten, Muhammad Nizar, menyampaikan apresiasi atas paparan dan kesiapan PT RPN dalam mengembangkan teknologi aspal karet. “Kunjungan ini relevan dengan tugas dan fungsi Komisi IV yang membidangi lingkungan hidup dan infrastruktur. Kami ingin berdiskusi lebih mendalam mengenai aspal karet, dengan harapan inovasi ini dapat menjadi alternatif solusi yang dapat diterapkan di daerah kami untuk meningkatkan kualitas jalan,” kata Nizar. Sementara, Peneliti PT RPN, Henry Prastanto, menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan perhatian Komisi IV terhadap inovasi yang dikembangkan perusahaan. “Kami berharap kunjungan ini dapat ditindaklanjuti melalui komunikasi dan kolaborasi yang berkelanjutan, sehingga hasil riset dapat diimplementasikan secara lebih luas,” ujar Henry. Henry menjelaskan, penelitian aspal karet di PT RPN telah dimulai sejak tahun 2010 dan kembali diintensifkan pada tahun 2016 seiring dengan tren penurunan harga karet alam yang berdampak pada kesejahteraan petani. Inovasi tersebut menjadi salah satu strategi peningkatan nilai tambah karet melalui diversifikasi pemanfaatan di sektor infrastruktur. “Aspal karet terbukti mampu menjadi solusi terhadap berbagai permasalahan jalan seperti retak dan gelombang, yang umumnya disebabkan oleh beban lalu lintas berat serta faktor lingkungan. Dengan karakteristik yang lebih elastis dan fleksibel, daya tahan jalan menjadi lebih baik,” ucap Henry. Melalui forum diskusi tersebut, PT RPN menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang konsultasi dan kerja sama dengan pemerintah daerah. Teknologi aspal karet diharapkan dapat diadopsi secara lebih luas, termasuk di Provinsi Banten, guna mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ekonomi karet nasional. Sebagai bagian dari PTPN III (Persero) selaku Holding Perkebunan Nusantara, PT RPN meyakini kolaborasi antara lembaga riset, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci dalam mendorong inovasi berbasis sumber daya dalam negeri demi pembangunan yang lebih tangguh dan berdaya saing.

Investasi Minerba Sentuh US$6,7 miliar, Tingkatkan Nilai Tambah SDA Nasional Ekonomi
Ekonomi
Senin, 26 Januari 2026 | 08:03 WIB

Investasi Minerba Sentuh US$6,7 miliar, Tingkatkan Nilai Tambah SDA Nasional

Jakarta, katakabar.com - Sektor mineral dan batu bara terus berkontribusi bagi peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional. Perusahaan-perusahan pertambangan terus mengejar target pembangunan dan pengoperasian proyek strategis hilirisasi, guna memastikan investasi yang dikeluarkan mampu segera menciptakan produk bahan baku yang mendukung transformasi industri Indonesia. Laporan capaian kinerja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi investasi sektor mineral dan batu bara (minerba) menyentuh angka US$6,7 miliar, didorong oleh penyelesaian sejumlah proyek strategis nasional. Adapun, proyek-proyek yang berkontribusi pada realisasi investasi sektor Minerba pada 2025 seperti hilirisasi nikel dari Grup MIND ID, yakni PT Vale Indonesia Tbk dengan tiga proyek Indonesia Growth Project (IGP) Sorowako Limonite, IGP Morowali, dan IGP Pomalaa yang terus di bangun. Investasi keseluruhan proyek yang diperkirakan mencapai US$8,7 miliar ini, menjadi penghubung bagi nikel Indonesia agar mampu menciptakan produk bahan baku yang siap mendukung berbagai industri termasuk industri baterai kendaraan listrik. Selanjutnya ada proyek Grup MIND ID PT Freeport Indonesia yakni pabrik pemurnian logam mulia atau precious metal refinery (PMR) dengan nilai investasi keseluruhan mencapai US$630 juta di Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Proyek strategis ini, menjadi bagian dari program hilirisasi untuk mengolah anoda slime menjadi precious metal seperti emas dan perak. Selanjutnya, ada juga proyek Grup MIND ID Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat, dengan investasi US$ 900 juta. Proyek yang beroperasi pada 2025 ini menjadi penghubung rantai pasok hilirisasi bauksit, alumina dan aluminium Indonesia. Selain dari Grup MIND ID, sektor swasta juga memberi kontribusi pada peningkatan investasi minerba nasional. Pabrik PT Solder Tin Andalan Indonesia (STANIA) di Kawasan Industri Tunas Prima, Batam yang diresmikan Juli 2025 ini bernilai Rp400 miliar. Lalu, ada pula peresmian pabrik hilirisasi timah milik PT Batam Timah Sinergi (BTS) di Kawasan Industri Sei Lekop, Batam dengan nilai investasi sebesar Rp1 triliun. Proyek ini mengolah timah menjadi berbagai produk bahan baku industri seperti Stannic Chloride, Dimethyl Tin Dichloride (DMCTL) dan Methyl Tin Mercaptide. Chairman Indonesia Mining Institute (IMI), Irwandi Arif, mengatakan sejumlah investasi pada hilirisasi merupakan upaya sektor minerba nasional menjawab tantangan industri. Menurutnya, investasi dari sektor minerba mampu mendukung Indonesia untuk tidak lagi ekspor bahan mineral mentah, tetapi produk hilir dan downstream yang bernilai tambah tinggi. Investasi ini juga menjadi gerbang bagi Indonesia untuk meningkatkan perannya dalam mendukung transisi energi global. “Kita punya tantangan mendasar, meningkatkan aktivitas eksplorasi untuk memastikan sustainability cadangan dan daya saing jangka panjang. Di sisi lain, demand akan sejumlah produk mineral kritis juga harus dimanfaatkan,” ujarnya. Direktur Eksekutif Indonesia Mining and Energy Watch, Ferdy Hasiman, menimpali capaian investasi 2025 diharapkan dapat dilanjutkan dan ditingkatkan pada tahun ini. Kendati demikian, dia mengkhawatirkan sejumlah pengetatan produksi di sejumlah menjadi tantangan tersendiri. “Kita berharap ada investasi yang lebih besar supaya mendukung pertumbuhan dan peningkatan nilai tambah ekonomi yang ditargetkan pemerintah. Hanya saja, saya khawatir, pembatasan produksi dari pemerintah memengaruhi kinerja sektor minerba,” tuturnya. Ferdy berharap strategi pemerintah dengan membatasi produksi pertambangan, juga mengerek harga komoditas. Selain itu, dirinya juga berharap sektor swasta juga menjadi penggerak investasi utama minerba.

Optimasi Hilirisasi Bauksit Nasional, Ciptakan Nilai Tambah Hingga US$3,8 triliun Nasional
Nasional
Kamis, 15 Januari 2026 | 13:40 WIB

Optimasi Hilirisasi Bauksit Nasional, Ciptakan Nilai Tambah Hingga US$3,8 triliun

Jakarta, katakabar.com - Langkah Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam mineral bauksit, menjadi alumina dan aluminium kini memasuki babak baru yang lebih progresif melalui ekspansi smelter alumina di dalam negeri. Salah satu proyek yang digencarkan oleh pemerintah yakni fasilitas penambangan dan pengolahan bauksit terintegrasi yang berlokasi Mempawah, Kalimantan Barat. Proyek ini dikelola oleh PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), yang merupakan inisiasi dari Anggota Grup MIND ID yakni PT Aneka Tambang Tbk dan PT Indonesia Asahan Aluminium. Kehadiran fasilitas pemurnian tersebut menjadi tonggak penting dalam transformasi struktur industri pertambangan nasional, dari yang selama ini didominasi ekspor bahan mentah menuju industri bernilai tambah guna mendukung pertumbuhan ekonomi 8 persen. Adapun, Indonesia tercatat memiliki total sumber daya bauksit sekitar 7,78 miliar ton. Jika seluruh cadangan dijual dalam bentuk bahan mentah dengan asumsi harga US$40 per metrik ton, potensi nilai ekonominya hanya sekitar US$311,2 miliar atau setara Rp5.238 triliun dengan asumsi kurs JISDOR Rp16.834 per dolar AS. Nilai ekonomi dari sumber daya alam mineral Indonesia tersebut melonjak ketika bauksit diolah lebih lanjut. Bila diproses lebih lanjut melalui proses pemurnian, maka 3 ton bauksit akan menghasilkan 1 TON alumina. Maka, dari cadangan yang sama, potensi produksi alumina diperkirakan mencapai 2,59 miliar ton. Dengan asumsi harga US$400 per metrik ton, nilai ekonominya meningkat sekitar US$1.037 miliar atau setara Rp17.435 triliun. Pada tahap produksi aluminium, setidaknya diperlukan 2 ton alumina untuk menghasilkan aluminium. Dengan demikian, estimasi produksi sekitar 1,29 miliar ton aluminium dan harga US$3.000 per metrik ton, dan total nilai ekonomi yang dapat diciptakan mencapai sekitar US$3.885 miliar atau setara Rp65.145 triliun. Perbandingan tersebut menunjukkan besarnya potensi value creation yang dihasilkan dari hilirisasi bauksit, sekaligus menegaskan pentingnya penguatan kapasitas pemurnian alumina sebagai fondasi industri aluminium nasional. Direktur Eksekutif Indonesia Mining and Energy Watch (ISEW), Ferdy Hasiman, menilai langkah hilirisasi bauksit yang diinisiasi MIND ID melalui proyek ini menunjukkan transformasi dari pola pertambangan ekstraktif menuju ekosistem industri terintegrasi. “Di 2025, MIND ID sudah menunjukkan langkah progresif yang sangat berarti. Mereka mulai meninggalkan pola lama pertambangan ekstraktif dan tampil sebagai garda terdepan dalam menekan defisit neraca pembayaran melalui hilirisasi berbagai komoditas mineral,” ujar Ferdy dalam keterangannya. Kajian International Aluminium Institute menyebutkan kapasitas pemurnian alumina adalah indikator utama daya saing industri aluminium suatu negara. Dengan beroperasinya hilirisasi bauksit-aluminium terintegrasi di Mempawah, Indonesia kini menempati posisi strategis untuk menyuplai kebutuhan aluminium global, khususnya bagi industri manufaktur, transportasi, dan energi terbarukan. Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada, Fahmi Radhi, juga menyatakan bahwa keberhasilan hilirisasi di Mempawah menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan larangan ekspor bijih bauksit mampu dioptimalkan untuk membangun kedaulatan industri yang berkelanjutan. Di sisi ekonomi, proyek SGAR menciptakan dampak berganda di Kalimantan Barat melalui penyerapan tenaga kerja dan pengembangan infrastruktur. Secara keseluruhan, penguatan hilirisasi bauksit melalui SGAR menjadi instrumen jangka panjang pemerintah untuk mengamankan bahan baku industri strategis sekaligus memperkuat posisi tawar Indonesia di pasar mineral dunia.

Lewat Inovasi Produk Turunan, BPDPKS Dorong Diversifikasi Tingkatkan Nilai Tambah Sawit Sawit
Sawit
Rabu, 04 Desember 2024 | 14:26 WIB

Lewat Inovasi Produk Turunan, BPDPKS Dorong Diversifikasi Tingkatkan Nilai Tambah Sawit

Malang, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS terus gencarkan program diversifikasi produk sawit untuk meningkatkan nilai tambah komoditas. Kepala Divisi Usaha Kecil Menengah dan Koperasi BPDPKS, Helmi Muhansah menegaskan, sawit memiliki prospek menjanjikan dengan potensi pengembangan produk turunan yang dapat memenuhi kebutuhan pangan, pakan, hingga manufaktur. “Selain minyak mentah atau Crude Palm Oil dan inti sawit atau PKO, sawit dapat diolah menjadi produk, seperti helm berbahan bio-komposit, parafin, pengawet buah, hingga baterai berbasis limbah sawit,” ujar Helmi saat Workshop “Diversifikasi Produk Kelapa Sawit Khusus Pakan Ternak, Biomassa, Cokelat, Krimer, dan Dupa Sawit” di Jakarta, Selasa (25/11) lalu.

Majukan UKMK Kelapa Sawit Tingkatkan Nilai Tambah dan Kesejahteraan Sawit
Sawit
Sabtu, 25 Mei 2024 | 13:27 WIB

Majukan UKMK Kelapa Sawit Tingkatkan Nilai Tambah dan Kesejahteraan

Solo, katakabar.com - Memajukan Usaha Kecil Menengah dan Koperasi atau UKMK dapat tingkatkan nilai tambah, dan kesejahteraan petani kelapa sawit. "Upaya memajukan UKMK kelapa sawit telah menjadi bagian produk-produk UKMK, berupa pangan, kerajinan, dan non-pangan. Itu sudah dilakukan agar meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan pelaku UKMK," ujar Kepala Divisi UKMK Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Helmi Muhansyah, dilansir dari laman resmi BPDPKS, pada Sabtu (25/5). Langkah ini dilakukan, ulas Hemi, lewat kegiatan Temu UKMK dan Promosi Sawit Baik sudah sering digelar yang didukung BPDPKS. "Misalanya belum lama ini, Sawit Indonesia dan BPDPKS kolabirasi dukung pemberdayaan pelaku UKMK khususnya di Solo," jelasnya. Ketua Panitia Pelaksana Temu UKMK dan Promosi Sawit Baik, Qayuum Amri menyatakan, kegiatan Temu UKMK Sawit telah dilakukan pada 2023 lalu. "Pada tahun ini, kami laksanakan kegiatan sama bagian dari edukasi manfaat serta kontribusi kelapa sawit bagi Indonesia," ucap Qayuum. Dijelaskan Qayuum, Solo dipilih sebagai tempat penyelenggaraan Temu UKM Sawit karena perkembangan jumlah pelaku UKM bertambah pesat. "Pada 2023, jumlah UKM sebanyak 13.203 pelaku usaha, terjadi kenaikan 18,33 persen dibandingkan tahun 2022 yang berjumlah 11.157 pelaku usaha," terangnya. Faktor lainnya pesatnya kegiatan berskala nasional dan internasional yang menempatkan Solo sebagai destinasi kota MICE atau meeting, incentive, convention and exhibition yang membuka lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. "Kami mau usulkan Solo dijadikan Pusat Promosi UKM Sawit agar masyarakat dan wisatawan mengetahui manfaat serta kebaikan sawit bagi Indonesia. Bagi masyarakat yang ingin mengetahui batik, makanan, dan kerajinan yang memiliki kandungan sawit dapat belajar langsung dari pelaku UKM di Solo dan sekitarnya," tuturnya. Kegiatan Temu UKMK dan Promosi Sawit Baik ini dibuka Gatot Sutanto, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Surakarta. "Kami sambut baik usulan Solo untuk dijadikan pusat promosi UKM kelapa sawit sebagai wahana edukasi masyarakat dan melawan kampanye negatif sawit," kata Gatot yang mewakili Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka. Industri kelapa sawit, sebut Gatot, menghadapi kampanye negatif berkaitan isu lingkungan dan persaingan antar minyak nabati seperti minyak kedelai, minyak jagung, dan olive oil. "Kegiatan promosi seperti Temu UKMK sangat dibutuhkan untuk menyebarkan manfaat positif kelapa sawit kepada masyarakat terutama pelaku UKM," tandasnya.

Tingkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing Hilirisasi Sawit di Lamsel Nasional
Nasional
Senin, 15 Januari 2024 | 17:16 WIB

Tingkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing Hilirisasi Sawit di Lamsel

Lampung Selatan, katakabar.com - Untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing sektor hilirisasi kelapa sawit di Kabupaten Lampung Selatan. Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) bersama Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) taja Bimbingan Teknis (Bimtek), di Desa Sandaran, Kecamatan Sidomulyo, Kamis pekan kedua Januari 2024 lalu. Menurut Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin, S.E, kerja sama antara pemerintah dan legislatif penting untuk mengoptimalkan potensi sektor komoditas kelapa sawit mendukung ketahanan pangan dan ekonomi nasional. “Komisi IV DPR RI bersama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan RI gelar Bimtek. Kenapa harus ada Bimtek bapak Ibu? Tanya Sudin. Nanti dibantu dijelaskan mengenai tanaman kelapa sawit,” ujarnya, dilansir dari laman website resmi Pemkab Lamsel, pada Senin (15/1). Bimtek ini, kata Sudin fokus pada pemahaman mendalam terkait pengolahan kelapa sawit, praktik-praktik terbaik dalam peningkatan nilai tambah produk, serta strategi untuk menghadapi tantangan di pasar global. “Kelapa sawit kalau sudah berumur di atas 25 tahun sudah tidak produktif lagi. Makanya diganti dengan bibit yang baru agar produktivitasnya meningkat. Jika produksi meningkat bakal membantu pendapatan bapak ibu semua,” terangnya. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan, Bibit Purwanto menimpali, Bimtek sangat bermanfaat membantu memberikan pengetahuan kepada masyarakat, tentang cara meningkatkan nilai tambah dan nilai saing hilirisasi kepala sawit. "Hilirisasi menjadi kunci dalam meningkatkan nilai tambah dan daya saing berbagai komoditas pertanian," ucapnya. Bimtek ini, tutur Purwanto, salah satu sarana untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat petani untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing bagi produksi sawit yang ada di Kabupaten Lampung Selatan. Kabupaten Lampung Selatan memiliki area tanaman kelapa sawit terluas di Provinsi Lampung, dengan area tanaman seluas 7.062,50 hektar yang tersebar di 15 Kecamatan dan jumlah produksi mencapai 9.918,60 ton. Di Kecamatan Sidomulyo memiliki area tanaman sawit seluas 652 hektar dengan jumlah produksi 1.026,80 ton. “Dengan semua potensi yang ada, kita gali dan optimalkan bersama agar produksi kelapa sawit ke depan berdampak positif terhadap petani di Kabupaten Lampung Selatan,” harapnya. Selain itu, sebut Purwanto, Bimtek ini menjadi wadah untuk berbagai pihak terlibat secara langsung, bertukar pengalaman, dan membangun sinergi antara pemerintah, legislatif, dan pelaku industri. Melalui kolaborasi ini, harapnya, sektor hilirisasi kelapa sawit dapat terus berkembang secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi positif bagi ekonomi nasional. Kegiatan Bimtek dihadiri sekaligus dibuka langsung Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin, S.E., serta dihadiri Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto.

Petani Sawit 'Tanah Rencong' Desak Cangkang Jadi Nilai Tambah Harga TBS Nasional
Nasional
Sabtu, 29 Juli 2023 | 14:17 WIB

Petani Sawit 'Tanah Rencong' Desak Cangkang Jadi Nilai Tambah Harga TBS

Banda Aceh, katakabar.com - Petani kelapa sawit 'Tanah Rencong' nama lain dari Aceh desak Cangkang menjadi nilai tambah harga Tandan Buah Segar (TBS). Aspirasi itu sangat wajar mengingat harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Aceh cenderung naik turun atau tidak stabil belakangan ini. Lihat, pekan keempat Juli 2023 ini memang harga TBS kelapa sawit naik Rp25,33 per kilogram di barat selatan, tapi harga TBS kelapa sawit beda di wilayah timur utara naik lebih tinggi Rp25,81 per kilogram. Menurut Sekretaris Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Perwakilan Aceh, Fadhli Ali dilansir dari laman AJNN, pada Sabtu (29/4), kenaikan harga yang ditetapkan bersama Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh belum sesuai yang diharapkan. Padahal komponen TBS kelapa sawit punya nilai ekonomi tinggi, seperti cangkang sawit yang jadi sumber biomassa, jelas Fadhli Ali. Cangkang sawit kata Fadhli, biomassa potensial yang bisa diolah jadi produk hilir. Di mana, potensi cangkang sawit di Indonesia saat ini mencapai 11 juta ton per tahun. Karena itu tutur Fadhli, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sudah pacu ekspor cangkang kelapa sawit ke Jepang. Untuk itu, cangkang sawit bisa menjadi nilai tambah harga TBS kelapa sawit masih sangat murah selama ini. “Terkait cangkang sawit, di berbagai provinsi telah membahas gimana cangkang jadi penguat TBS kelapa sawit petani dengan memasukkan komponen harga cangkang sawit dalam rumus penetapan harga TBS,” bebernya Dari situ, tambah Fadhli kita dorong supaya kementerian terkait dapat memberikan perhatian khusus kepada produk cangkang sawit, untuk dapat mendongkrak harga TBS kelapa sawit di Nusantara.