Banda Aceh, katakabar.com - Petani kelapa sawit 'Tanah Rencong' nama lain dari Aceh desak Cangkang menjadi nilai tambah harga Tandan Buah Segar (TBS).
Aspirasi itu sangat wajar mengingat harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Aceh cenderung naik turun atau tidak stabil belakangan ini.
Lihat, pekan keempat Juli 2023 ini memang harga TBS kelapa sawit naik Rp25,33 per kilogram di barat selatan, tapi harga TBS kelapa sawit beda di wilayah timur utara naik lebih tinggi Rp25,81 per kilogram.
Menurut Sekretaris Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Perwakilan Aceh, Fadhli Ali dilansir dari laman AJNN, pada Sabtu (29/4), kenaikan harga yang ditetapkan bersama Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh belum sesuai yang diharapkan.
Padahal komponen TBS kelapa sawit punya nilai ekonomi tinggi, seperti cangkang sawit yang jadi sumber biomassa, jelas Fadhli Ali.
Cangkang sawit kata Fadhli, biomassa potensial yang bisa diolah jadi produk hilir. Di mana, potensi cangkang sawit di Indonesia saat ini mencapai 11 juta ton per tahun.
Karena itu tutur Fadhli, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sudah pacu ekspor cangkang kelapa sawit ke Jepang. Untuk itu, cangkang sawit bisa menjadi nilai tambah harga TBS kelapa sawit masih sangat murah selama ini.
“Terkait cangkang sawit, di berbagai provinsi telah membahas gimana cangkang jadi penguat TBS kelapa sawit petani dengan memasukkan komponen harga cangkang sawit dalam rumus penetapan harga TBS,” bebernya
Dari situ, tambah Fadhli kita dorong supaya kementerian terkait dapat memberikan perhatian khusus kepada produk cangkang sawit, untuk dapat mendongkrak harga TBS kelapa sawit di Nusantara.
Petani Sawit Tanah Rencong Desak Cangkang Jadi Nilai Tambah Harga TBS
Diskusi pembaca untuk berita ini