Dukung B50, Pelaku Industri Biodiesel Diminta Manfaatkan PBK Sawit
Sawit
Senin, 05 Januari 2026 | 18:59 WIB

Dukung B50, Pelaku Industri Biodiesel Diminta Manfaatkan PBK

Jakarta, katakabar.com - Direktur Utama PT Indo Bursa Karisma Berjangka (IKB), Agung Rihayanto menegaskan, industri Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) turut mendukung program B40 atau B50 Biosolar agar pelaku industri hilir CPO di Indonesia dapat memanfaatkan hedging CPO guna meningkatkan minat perdagangan kontrak berjangka CPO di bursa. Dilansir dari laman mediaperkebunan.id, Senin sore, Agung menekankan pentingnya penindakan yang tegas atas praktik yang menyalahi aturan dan peningkatan literasi PBK kepada masyarakat secara berkala dan rutin agar PBK semakin dikenal luas masyarakat Indonesia. Kepala Bappebti, Tirta Karma Senjaya menyatakan, Januari-November tahun 2025 perdagangan kontrak berjangka crude palm oil (CPO) mencatat nilai transaksi (national value) sebesar Rp2,69 triliun dengan volume 30.341 lot. Menurut Tirta, untuk mewujudkan capaian kinerja di 2025, berbagai langkah dan terobosan telah dilakukan Bappebti. “Salah satu upaya yang terus dikuatkan yaitu literasi PBK masyarakat luas. Selain untuk mendorong peningkatan transaksi, langkah ini juga sebagai upaya melindungi masyarakat dari praktik perdagangan ilegal yang mengatasnamakan PBK. Upaya lain yang telah dilakukan dan akan terus ditingkatkan yaitu penguatan regulasi dan pengawasan serta pengembangan mekanisme perdagangan dan produk,” bebernya. Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, mengutarakan pentingnya kerja sama dan konsistensi semua pihak agar kontribusi sektor perdagangan berjangka komoditi (PBK) bagi perekonomian Indonesia makin optimal dan bersinar. Salah satu manfaat dan peran dari PBK adalah mengoptimalkan tata niaga, dan ekosistem perdagangan komoditas melalui mekanisme pembentukan harga acuan. Selain itu, PBK bermanfaat untuk lindung nilai yang memastikan harga terbaik bagi pelaku usaha. Tiga bursa perdagangan berjangka komoditi dibuka secara serentak, yakni Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI), dan Indo Bursa Karisma Berjangka (IKB). “Kerja sama dan konsistensi seluruh pihak tetap dibutuhkan agar industri PBK kian bersinar. Berbagai manfaat industri PBK bagi penguatan perdagangan sektor komoditas di Indonesia harus dioptimalkan implementasinya. Untuk itu, komoditas unggulan yang saat ini belum masuk di bursa berjangka harus mulai dipetakan untuk mendapat manfaat pembentukan harga dan harga acuan serta manfaat lindung nilai (hedging),” sebutnya.

Komisi XII DPR RI: Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Penerapan Biodiesel B40 Sawit
Sawit
Senin, 13 Januari 2025 | 22:38 WIB

Komisi XII DPR RI: Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Penerapan Biodiesel B40

Jakarta, katakabar.com - Anggota Komisi XII DPR RI, Jalal Abdul Nasir, sambut baik penerapan biodiesel B40 mulai Januari 2025. Tapi pria disapa akrab Haji Jalal ini mengingatkan kesiapan infrastruktur dan potensi dampak sosial yang mungkin timbul. “Langkah ini positif untuk menekan emisi karbon, tapi pemerintah harus memastikan kehandalan distribusi maupun kesesuaian dengan teknologi kendaraan,” jelasnya lewat keterangan resmi, dilansir dari laman EMG, Senin (13/1). Menurut Politisi Fraksi PKS ini, banyak kendaraan di Indonesia tidak dirancang untuk bahan bakar dengan kandungan nabati tinggi seperti B40. Itu sebabnya, diminta Kementerian ESDM memprioritaskan uji coba menyeluruh.

Petani Desa Tunas Baru Minta Bantuan Aspek-PIR Perjuangkan Lahan Sawit Berstatus HGU Sawit
Sawit
Senin, 06 Januari 2025 | 20:07 WIB

Petani Desa Tunas Baru Minta Bantuan Aspek-PIR Perjuangkan Lahan Sawit Berstatus HGU

Jambi, katakabar.com - Petani kelapa sawit di Desa Tunas Baru, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, saat ini tengah berjuang mendapatkan pendanaan untuk meremajakan tanaman kelapa sawit di atas lahan seluas 700 hektar yang diusahai masyarakat. Salah satu upaya para pekebun Desa Tunas Baru, yakni gandeng Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat atau Aspek-PIR Provinsi Jambi. Ketua Aspek-PIR Kabupaten Tebo, Noval Candra menuturkan, kebun petani Desa Tunas Baru perkebunan bekas perusahaan swasta. Lantaran itu, hingga kini keterangan kebun masih berstatus Hak Guna Usaha atau HGU. Padahal kebun sudah dikuasai masyarakat dari 12 tahun silam. "Itu persoalan sesungguhnya, kebun mereka ini masih HGU, belum sertifikat hak milik," ujarnya, dilansir dari laman EMG, Senin (6/1). Kebun kelapa sawit itu, ulas Noval, produksinya sangat rendah. Sebulan saja, hasilnya hanya 400 kilogram per hektar. "Kebun itu dibangun pada 1998 silam, artinya saat ini umurnya sudah hampir 27 tahun," ucapnya. Cerita Noval, para petani sebelumnya sudah tergabung dalam koperasi, tapi saat ini kelembagaan tidak aktif lagi. Nah, belum lama ini Aspek-PIR Jambi telah turun ke lapangan menemui masyarakat dan mau bentuk lembaga baru yang dapat menaungi masyarakat. Di mana Aspek-PIR berencana akan menggandeng PTPN di Jambi untuk bekerja sama meremajakan kebun kelapa sawit milik ratusan petani itu. "Masyarakat berharap Aspek-PIR membantu mereka mendampingi ke Kementerian ATR/BPN, Kementerian Pertanian, dan Dinas Perkebunan kabupaten maupun provinsi. Harapannya berkolaborasi dengan PTPN," bebernya.

Para Petani Diminta Gunakan Bibit Sawit Bersertifikat Cegah Hama dan Penyakit Sawit
Sawit
Sabtu, 02 November 2024 | 20:19 WIB

Para Petani Diminta Gunakan Bibit Sawit Bersertifikat Cegah Hama dan Penyakit

Samarinda, katakabar.com - Para petani kelapa sawit di Kalimantan Timur diminta menggunakan bibit kelap sawit yang bagus dan bersertifikasi resmi untuk menghindari serangan hama dan penyakit yang mengancam produktivitas sawit di masa mendatang. Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kalimantan Timur, Ence Achmad Rafiddin Rizal mengatakan, Disbun Kalimantan Timur memiliki UPTD Pengembangan Tanaman Perkebunan yang tersebar di kabupaten dan kota.

Perusahaan Sawit Ini Diminta Tunjukkan Kontribusi Nyata Bagi Warga Mempawah Sawit
Sawit
Minggu, 27 Oktober 2024 | 20:42 WIB

Perusahaan Sawit Ini Diminta Tunjukkan Kontribusi Nyata Bagi Warga Mempawah

Mempawah, katakabar.com - Perusahaan sawit diminta tunjukkan kontribusi nyata untuk warga Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Utara. Harapan kontribusi nyata tersebut diminta saat manajemen baru perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Aria Hijau Alam Lestari (AHAL) gelar forum diskusi dan sesi perkenalan bersama Penjabat (Pj) Bupati Mempawah, Kalimantan Utara, Ismail.

Pemkab Meranti Seru SPBU dan APMS Distribusikan Pertalite ke Kios Pengecer Kesehatan
Kesehatan
Rabu, 17 April 2024 | 18:03 WIB

Pemkab Meranti Seru SPBU dan APMS Distribusikan Pertalite ke Kios Pengecer

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti seru Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan APMS distribusikan pertalite ke kios-kios pengecer. Langkah itu diambail pemerintah setelah berkoordinasi dengan pihak Polres Kepulauan Meranti, guna mengurai antrean panjang masyarakat di sejumlah SPBU. "Kita imbau pihak SPBU dan APMS untuk mendistribusikan pertalite yang masih ada di gudang kepada kios-kios pengecer," kata Asmar, pada Rabu (17/4). Pendistribusian tersebut dilakukan, ujar Plt Bupati Kepulauan Meranti, bertujuan agar tidak lagi terjadi penumpukan pembeli atau antrean panjang masyarakat untuk mendapatkan pertalite di dua SPBU di Kota Selatpanjang. "Kita tak mau masyarakat jadi susah dikhawatirkan dapat mengganggu mobilitas barang dan ekonomi masyarakat nantinya," jelasnya. Menurut Asmar, pihaknya telah menerbitkan surat imbauan kepada SPBU untuk menambah jam operasional. "Hanya pihak SPBU tidak sanggup, sebab keterbatasan operator yang melayani. Jadi, mereka hanya bisa beroperasi dari pagi hingga sore," terang Asmar. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kepulauan Meranti, Marwan menuturkan, imbauan Pemkab bersama Polres Kepulauan Meranti itu disambut baik pihak SPBU dan APMS. "Kalau tak ada halangan siang ini mulai didistribusikan kepada pengecer dari gudang milik SPBU dan APMS," kata Marwan. Para pengecer yang mendapatkan distribusi pertalite dari SPBU atau APMS, ucap Marwan, diminta untuk tetap menjual ke masyarakat dengan harga normal. "Jangan pula dijual dengan harga tinggi mentang-mentang permintaan sedang banyak seperti saat ini. Masyarakat diminta untuk tidak panik dan khawatir berlebihan, Insya Allah segera normal," sebutnya. "Kapal pengangkut BBM dari Pekanbaru sudah berangkat ke Selatpanjang, pada Rabu (17/4). Biasanya butuh waktu 30 jam pelayaran. Insya Allah, pada kamis atau jumat sudah tiba," tambah Kepala Disperindag Meranti ini.

Soal Kejahatan Scamming, OJK Minta Petani Sawit Bengkulu Wapada Tekno
Tekno
Selasa, 10 Oktober 2023 | 11:23 WIB

Soal Kejahatan Scamming, OJK Minta Petani Sawit Bengkulu Wapada

Bengkulu, katakabar.com - Petani kelapa sawit di Bengkulu diminta waspada kejahatan scamming. Soalnya, kejahatan berbasis teknologi ini bisa membuat petani mengalami kerugian besar. Kepala OJK Provinsi Bengkulu, Tito Adji Siswantoro menegaskan, banyak modus kejahatan scamming yang dilakukan para penipu saat ini. Para penipu mahir mengecoh korbannya hingga mentransfer uang dengan jumlah yang besar. "Penipu atau scammer saat ini semakin mahir dalam mengecoh korbannya, dan seringkali tindakan ini tanpa disadari. Untuk itu, kami minta petani kelapa sawit waspada," seru Tito, dilansir dari elaeis.co, pada Selasa (10/9). Paling anyar, jelas Tito, "Cold Call Scam" dilakukan dengan carabmenelepon korban dan mengklaim komputer korban telah terserang virus atau diretas. Penipu menawarkan bantuan dengan biaya yang harus dibayar oleh korban, padahal program keamanan yang ditawarkan tidak diperlukan. "Kami berharap para petani sawit di Bengkulu diminta pahami berbagai modus penipuan ini dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat," tegasnya lagi. Ditambahkannya, dengan kewaspadaan yang tinggi, mereka dapat melindungi diri dari kerugian yang mungkin timbul akibat kejahatan scamming di internet.

Gubernur Bengkulu Tekankan Minta Kades Lebih Peduli Petani Sawit Serba Serbi
Serba Serbi
Selasa, 10 Oktober 2023 | 09:38 WIB

Gubernur Bengkulu Tekankan Minta Kades Lebih Peduli Petani Sawit

Bengkulu, katakabar.com - Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah mengakui sering dapat laporan banyak petani kelapa sawit tidak dibimbing setelah dapat bantuan. "Saya sudah sering dapat laporan, banyak petani kelapa sawit tidak dibimbing setelah dapat bantuan. Itu sebabnya, bantuan tidak maksimal," jelas Rohidin, dilansir dari laman elaeis.co, pada Selasa (10/10). Untuk itu, tegas Guburnur Bengkulu mengimbau agar para Kepala Desa (Kades) melakukan pendampingan kepada setiap petani kelapa sawit yang mendapatkan bantuan dari pusat. "Bantuan dari pusat itu, seperti bantuan Program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Di mana petani kelapa sawit yang dapat bantuan kerap terlupakan oleh pemerintah desa," kata Rohidin. Menurutnya, bantuan tidak hanya dari pusat, tapi bantuan Pemprov bagi petani kelapa sawit melalui Baznas harus didampingi. Apalagi, progam bantuan yang diberikan lumayan banyak, seperti bedah rumah, alat bantu kesehatan kursi roda, tongkat bantu jalan dan alat bantu pendengar. “Bantuan bedah rumah misalnya, kalau bisa saya minta Pak Kades damping pelaksanaannya. Jangan dilepaskan begitu saja, harus dikelola dengan baik dan budidayakan gotong royong,” serunya. Wakil Bupati Bengkulu Selatan, H Rifai Tajuddin sampaikan terima kasih kepada Pemprov lantaran telah memberikan bantuan untuk petani sawit di daerahnya. "Kita meminta agar kepala desa bergerak untuk mengusulkan apa yang dibutuhkan warganya. Setelah bantuan diberikan, tolong didampingi," sebutnya.

PMKS Diminta Berinovasi Hasilkan Produk Anyar di Luar Produk CPO Nasional
Nasional
Sabtu, 30 September 2023 | 17:03 WIB

PMKS Diminta Berinovasi Hasilkan Produk Anyar di Luar Produk CPO

Bengkulu, katakabar.com - Pabrik-pabrik Minya Kelapa Sawit (PMKS) di Provinsi Bengkulu harus mampu ciptakan produk-produk anyar, selain Crude Palm Oil (CPO). Ini bisa dilakukan dengan cara berinovasi di sektor industri. Selama ini, kata Wakil Ketua Kadin Bengkulu, Arnop Wardin, pabrik-pabrik pengolahan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Bengkulu terbatas pada produksi CPO. Padahal banyak produk yang bisa dihasilkan dari kelapa sawit. Lantaran itu, PMKS mesti berinovasi hasilkan produk lain bisa memberi nilai tambah ekonomi bagi daerah. "Salah satu langkahnya bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Bengkulu," jelas Arnop, dialnsir dari laman elaeis.co, pada Sabtu (30/9). Menurutnya, kerja sama dengan perguruan tinggi pilihan bijak mengingat potensi penelitian yang ada di sana. Apalagi perguruan tinggi di Bengkulu telah lama melakukan penelitian tentang kelapa sawit dan CPO. "Banyak penemuan berharga di perguruan tinggi yang mungkin dapat diaplikasikan menciptakan produk baru yang berdaya saing tinggi," bebernya. Sejalan dengan ini, Profesor Dr Ir Agus Susatya, seorang ahli pertanian dari Universitas Bengkulu, menjabarkan, banyak penelitian yang dilakukan perguruan tinggi di Bengkulu, salah satunya di Universitas Bengkulu. "Kami punya penelitian yang belum termanfaatkan sepenuhnya. Kolaborasi dengan pabrik kelapa sawit dapat membantu mengaplikasikan pengetahuan dan teknologi terbaru untuk menciptakan produk-produk inovatif dari kelapa sawit," katanya Kerja sama antara pabrik kelapa sawit dan perguruan tinggi dinilai dapat memberikan peluang investasi bagi pihak swasta. Jika ini terlaksana sangat membantu menggerakkan roda ekonomi lokal dan menciptakan lapangan pekerjaan baru. Tapi, perlu diingat inovasi ini harus mempertimbangkan dampak lingkungan, tuturnya. Ketua LSM Lingkungan Bengkulu, Firmansyah, menimpali, inovasi mesti sejalan dengan prinsip-prinsip keberlanjutan. "Inovasi harus sejalan dengan prinsip-prinsip keberlanjutan. Kita tidak boleh mengorbankan lingkungan demi perkembangan industri," sebutnya. Jadi, tambah Firman, kerja sama harus dilakukan dengan bijaksana, dan mempertimbangkan aspek-aspek lingkungan.

Kala Pemerintah Diminta Beri Jalan Anak Petani Lulusan Beasiswa Sawit Riau
Riau
Senin, 04 September 2023 | 19:31 WIB

Kala Pemerintah Diminta Beri Jalan Anak Petani Lulusan Beasiswa Sawit

Pekanbaru, katakabar.com - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Riau, H Suher berharap anak-anak petani yang telah lulus dari beasiswa Sumber Daya Manusia (SDM) kelapa sawit bisa kembali ke daerah masing-masing untuk menjadi generasi penerus kelapa sawit yang berkelanjutan. "Setelah lulus nanti, mereka berkarya sesuai ilmu masing-masing. Kita berharap mereka kembali ke daerah masing-masing, dan berkarya di sana," ujar Suher dilansir dari laman elaeis.co, pada Senin (4/9). Kata Suher, ada hendaknya dukungan dari pemerintah daerah untuk memfasilitasi para lulusan beasiswa ini agar bisa ditempatkan bekerja di sejumlah perusahaan kelapa sawit di Provinsi Riau. "Mereka mesti difasilitasi kerja sama pemerintah. Hendaknya pemerintah daerah bisa memantau anak-anak yang sudah lulus ini agar bisa difasilitasi untuk bekerja di perusahaan-perusahaan kelapa sawit di Provinsi Riau," harapnya. Menurutnya, anak-anak lulusa beasiswa sawit sudah ada yang lulusan teknik pengolahan kelapa sawit, ada yang di budidaya, perbaikan mesin, dan lainnya. Untuk itu, pemerintah bisa mengakomodir itu, agar ilmu anak-anak bisa tersalurkan. Lulusan beasiswa kelapa sawit telah memiliki kompetensi yang cukup baik. Itu sebabnya, bisa dipertimbangkan untuk ditempatkan di perusahaan-perusahaan besar. "Anak-anak lulusan dari beasiswa ini sudah melewati seleksi yang ketat dari awal. Ditambah lagi dengan ilmu-ilmu yang mereka dapatkan di kampus. Pasti potensinya lebih bagus. Pemerintah harus turun tangan," jelas Suher. Ditambahkannya, secara SDM kita sudah punya, dan tinggal pemerintah lagi yang mengarahkan anak-anak ini untuk ditempatkan di mana. Diketahui, program beasiswa pengembangan SDM kelapa sawit menjadi salah satu andalan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian untuk meningkatkan kualitas SDM di bidang kelapa sawit. Program yang didanai Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) ini telah diikuti ribuan anak-anak petani kelapa sawit di seluruh Indonesia. Tahun ini, beasiswa tersebut diberikan kepada 2.000 orang didominasi merupakan anak-anak petani kelapa sawit. Mereka menjalani pendidikan di 13 lembaga pendidikan yang telah ditunjuk BPDPKS.