Pekanbaru, katakabar.com - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Riau, H Suher berharap anak-anak petani yang telah lulus dari beasiswa Sumber Daya Manusia (SDM) kelapa sawit bisa kembali ke daerah masing-masing untuk menjadi generasi penerus kelapa sawit yang berkelanjutan.

"Setelah lulus nanti, mereka berkarya sesuai ilmu masing-masing. Kita berharap mereka kembali ke daerah masing-masing, dan berkarya di sana," ujar Suher dilansir dari laman elaeis.co, pada Senin (4/9).

Kata Suher, ada hendaknya dukungan dari pemerintah daerah untuk memfasilitasi para lulusan beasiswa ini agar bisa ditempatkan bekerja di sejumlah perusahaan kelapa sawit di Provinsi Riau.

"Mereka mesti difasilitasi kerja sama pemerintah. Hendaknya pemerintah daerah bisa memantau anak-anak yang sudah lulus ini agar bisa difasilitasi untuk bekerja di perusahaan-perusahaan kelapa sawit di Provinsi Riau," harapnya.

Menurutnya, anak-anak lulusa beasiswa sawit sudah ada yang lulusan teknik pengolahan kelapa sawit, ada yang di budidaya, perbaikan mesin, dan lainnya. Untuk itu, pemerintah bisa mengakomodir itu, agar ilmu anak-anak  bisa tersalurkan.

Lulusan beasiswa kelapa sawit telah memiliki kompetensi yang cukup baik. Itu sebabnya,  bisa dipertimbangkan untuk ditempatkan di perusahaan-perusahaan besar.

"Anak-anak lulusan dari beasiswa ini sudah melewati seleksi yang ketat dari awal. Ditambah lagi dengan ilmu-ilmu yang mereka dapatkan di kampus. Pasti potensinya lebih bagus. Pemerintah harus turun tangan," jelas Suher.

Ditambahkannya, secara SDM kita sudah punya, dan tinggal pemerintah lagi yang mengarahkan anak-anak ini untuk ditempatkan di mana.

Diketahui, program beasiswa pengembangan SDM kelapa sawit menjadi salah satu andalan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian untuk meningkatkan kualitas SDM di bidang kelapa sawit.

Program yang didanai Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) ini telah diikuti ribuan anak-anak petani kelapa sawit di seluruh Indonesia.

Tahun ini, beasiswa tersebut diberikan kepada 2.000 orang didominasi merupakan anak-anak petani kelapa sawit. Mereka menjalani pendidikan di 13 lembaga pendidikan yang telah ditunjuk BPDPKS.