Bengkulu, katakabar.com - Petani kelapa sawit di Bengkulu diminta waspada kejahatan scamming. Soalnya, kejahatan berbasis teknologi ini bisa membuat petani mengalami kerugian besar.
Kepala OJK Provinsi Bengkulu, Tito Adji Siswantoro menegaskan, banyak modus kejahatan scamming yang dilakukan para penipu saat ini. Para penipu mahir mengecoh korbannya hingga mentransfer uang dengan jumlah yang besar.
"Penipu atau scammer saat ini semakin mahir dalam mengecoh korbannya, dan seringkali tindakan ini tanpa disadari. Untuk itu, kami minta petani kelapa sawit waspada," seru Tito, dilansir dari elaeis.co, pada Selasa (10/9).
Paling anyar, jelas Tito, "Cold Call Scam" dilakukan dengan carabmenelepon korban dan mengklaim komputer korban telah terserang virus atau diretas. Penipu menawarkan bantuan dengan biaya yang harus dibayar oleh korban, padahal program keamanan yang ditawarkan tidak diperlukan.
"Kami berharap para petani sawit di Bengkulu diminta pahami berbagai modus penipuan ini dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat," tegasnya lagi.
Ditambahkannya, dengan kewaspadaan yang tinggi, mereka dapat melindungi diri dari kerugian yang mungkin timbul akibat kejahatan scamming di internet.
Soal Kejahatan Scamming, OJK Minta Petani Sawit Bengkulu Wapada
Diskusi pembaca untuk berita ini