Meranti, katakabar.com  - Koordinator Program Kesehatan PT. Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP), Purwo Widi Astanto menjelaskan pihak perusahan cukup konsen dengan masalah stunting, sebab berdampak serius dan positif kepasa generasi masa datang.

"Lokalatih delapan aksi konvergensi stunting di Kepulauan Meranti berdampak positif bagi generasi masa datang. Tidak hanya itu, bisa pula picu turunnya kualitas bagi para pekerja yang mendaftar di perusahaan ke depan," ujar Widi saat Lokakarya dan Pelatihan (Lokalatih) delapan Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2023, di Grand Meranti Hotel, pada Kamis (24/8).

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar diwakili Kepala Dinas Kesehatan Muhammad Fahri, S.KM, yang buka Lokakarya dan Pelatihan (Lokalatih) 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2023 menyebutkan, kegiatan ini program pendampingan dan advokasi yang dilaksanakan PT RAPP, Tanoto Foundation, dan Yayasan Cipta di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Kadis Kesehatan M. Fahri sekaligus Wakil Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kepulauan Meranti sampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang turut mendukung upaya percepatan penurunan stunting.

"Terima kasih atas program pendampingan dan advokasi yang dilakukan, semoga kerjasama dan kolaborasi ini dapat mewujudkan Kabupaten Meranti maju, cerdas dan bermartabat," ujar Fahri.

Kata Fahri, sejak dilaksanakan kesepakatan bersama antara Pemkab Kepulauan Meranti dengan PT RAPP, Tanoto Foundation, dan Yayasan Cipta, hingga hari ini, banyak hal-hal positif didapatkan. Terutama disahkannya dokumen Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku (SKPP) di Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Kepulauan Meranti kali pertama disahkan dari empat kabupaten, yakni, Meranti, Siak, Pelalawan dan Kampar," tuturnya.