Anak Kambing, Susu, dan Risiko

Ada kegembiraan tersendiri ketika seekor induk melahirkan. Anak kambing menambah isi kandang, sementara induknya memasuki masa menghasilkan susu. Tetapi kelahiran juga membawa tanggung jawab baru: anak harus mendapat asupan yang cukup dan kesehatannya perlu dijaga.

Asep pernah kehilangan anakan kambing. Dari pengamatannya, ada yang mengalami kembung. Pengalaman itu mengingatkannya bahwa usaha ternak tidak berjalan hanya dengan menghitung berapa liter susu yang mungkin dijual. Ia masih belajar dari kejadian di kandang, dibantu Mang Ujang yang telah terbiasa merawat kambing.

Kambing peranakan Etawa memang dikenal sebagai ternak yang dapat menghasilkan susu sekaligus anak untuk dikembangkan atau dijual. Namun, peluang itu bergantung pada ketersediaan pakan, mutu bibit, dan pengelolaan ternak.

Rujukan Kementerian Pertanian menyebut masa laktasinya berkisar empat hingga enam bulan, dengan produksi susu yang berbeda antarinduk. Dengan demikian, pemasukan dari susu perlu diperhitungkan mengikuti siklus ternak, bukan dikalikan begitu saja dengan seluruh jumlah kambing di kandang.

Peluang pasarnya ada, tetapi tidak otomatis sama di setiap tempat. Kajian Kementerian Pertanian mencatat keterampilan pemerahan dan kepastian pasar sebagai dua tantangan dalam pengembangan susu kambing. Bagi Asep, adanya pembeli yang sudah ia kenal menjadi modal awal; menjaga mutu dan kesinambungan pasokan akan menentukan langkah berikutnya.

Menjelang akhir pekan usai, Asep dan Tuti akan kembali ke Ciangsana. Ujang tetap tinggal menjaga kandang, kebun, dan kambing-kambing yang membutuhkan perawatan esok hari. Asep pulang sambil menerima kenyataan dengan lapang dada bahwa dua tahun mengusahakan ternak kambing Etawa, belum menjadikannya sebagai peternak yang bisa menghitung keuntungan besar.

Tetapi di lahan itu ia menemukan rutinitas baru: pekerjaan yang membuatnya berangkat setiap Jumat, lalu ingin kembali lagi pekan berikutnya. Baginya, rutinitas itu sungguh sangat menyenangkan. Dan, walau pun baru mendapatkan sedikit keuntungan, Asep merasakan kebahagian yang luar biasa. “Uang yang diperoleh itu terasa sangat berkah,” ucapnya penuh syukur.-