Pasir Pengaraian, katakabar.com - Nama baik Partai NasDem semakin tercoreng di Provinsi Riau. Soalnya beberapa kasus mencuat di publik terkait isu-isu miring dugaan perselingkuhan beberapa oknum anggota DPRD NasDem.
Akibatnya, kepercayaan publik kepada partai besutan Surya Paloh inipun dipertaruhkan di 'Bumi Lancang Kuning' nama lain dari Provinsi Riau, termasuk di Rokan Hulu.
Lihat baru-baru ini, kasus perselingkuhan seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Kampar cukup menghebohkan masyarakat Riau, khususnya di tubuh DPRD Kampar.
Oknum anggota dewan dari Fraksi Partai NasDem itu diduga terlibat dalam hubungan gelap yang sebabkan kehamilan, bahkan berujung pada tindakan aborsi selingkuhannya.
Perilaku tak bermoral oknum wakil rakyat itu bukan hanya mencoreng nama baik lembaga legislatif, tapi melukai nurani masyarakat Kampar yang dikenal religius dan beradab. Tak pelak, kasus ini semakin tersebar luas di Riau.
Kasus yang sama, juga menimpa NasDem Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Seorang oknum anggota DPRD Rokan Hulu dari Fraksi Partai NasDem inisial PR diterpa isu kasus perselingkuhan dengan seorang perempuan di desa Bagan 7, Kecamatan Kuntodarussalam. Isu itupun, beredar luas di kalangan masyarakat Rohul khususnya di wilayah itu.
Kedua kasus ini, dianggap mencoreng nama baik partai, dan gerus kepercayaan publik terhadap partai besukan Surya Paloh itu. DPRD Kampar dan DPRD Rokan Hulu menjadi sorotan, masyarakat Kampar dan Rokan Hulu saat ini menunggu, apakah Partai NasDem Rohul dan Kampar akan bersih-bersih, atau justru ikut menutupi kasus ini?
Memang, kasus yang menimpa wilayah Kabupaten Kampar oleh wakil rakyat yang tak bermoral itu tidak jauh berbeda dengan oknum anggota DPRD Kabupaten Rokan Hulu, terkenal bernama "Negeri Seribu Suluk'.
Angin kencang berhembus ditengah-tengah masyarakat seolah dugaan kasus perselingkuhan PR ini benar-benar terjadi.
"Di kalangan masyarakat Kotalama khususnya di desa Bagan 7 informasi perselingkuhan dewan itu sudah viral. Bahkan perempuan yang diduga menjadi selingkuhan dewan PR itu dikabarkan tidak di Rohul lagi. Kalau benar wajar saja pergi kemana dulu, tapi kalau tidak kenapa harus menghilang," kata narasumber kepada wartawan tidak mau ditulis namanya, Selasa (17/6) dua hari lalu.
Seperti diberitakan sebelumnya, hebohnya isu perselingkuhan oknum dewan inisial PR itu menjadi tengah perbincangan publik. Bahkan saat wartawan menemui Aisah ibu dari ID sempat mengatakan isu ini memang sudah diperbincangkan masyarakat. Tapi kata Aisah, kasus ini tidak benar terjadi dan tidak ada bukti.
"Anak saya sudah pulang kampung ke Aceh sejak dua bulan lalu. Isu ini saya akui benar sudah kemana-mana padahal tidak ada itu, buktinya tidak ada. Anak saya sebelumnya memang bekerja di sekretariat NasDem Kotalama sewaktu pileg 2024 lalu. Inikan awalnya dihebohkan istrinya, sampai-sampai kami adu mulut," kata Aisah memberikan keterangan kepada wartawan.
Sementara, kepada wartawan oknum anggota DPRD Rokan Hulu inisial PR itu sempat emosi dan marah-marah dengan nada mengancam atas investigasi yang dilakukan terhadap kasus tersebut. Seolah PR tidak terima kalau isu soal dugaan perselingkuhannya ditelusuri media.
Menanggapi hal ini, Partai NasDem Kabupaten Rokan Hulu segera memanggil oknum yang bersangkutan. Sebab ini sudah viral dan sudah menjadi konsumsi publik, masyarakat Rohul berharap kasus ini bisa diungkap secara terang jangan ada yang ditutup-tutupi sebab ini menyangkut wakil rakyat.
"Kemungkinan partai akan bertindak, nanti kita lihat seperti apa kasus ini. Dalam waktu dekat kita akan panggil saudara PR ke kantor DPD untuk mempertanyakan dugaan masalah ini," terang Hendri Ketua Bappilu Partai NasDem Kabupaten Rokan Hulu, Kamis (19/6).
Nama Baik Partai NasDem Dipertaruhkan di Riau, Ulah Oknum Anggota DPRD Dinilai Tak Bermoral
Diskusi pembaca untuk berita ini