Pakantan, katakabar.com - 'Nyanyian Nelangsa' dari Lereng Gunung Kulabu, srikandi asli Pakantan, Hj Hermawati S.Pd bertekad murid-murid Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Pakantan, sebagai generasi penerus estafet kepemimpinan masa datang tidak mau ketinggalan tetapi maju dapat bersaing meski di tengah keterbatasan jaringan internet.
Insya Allah, tegas Kepala Satuan Pendidikan SMPN 1 Pakantan, Hj Hermawati S.Pd, pada Rabu, 1 Juli 2026 tepat 48 hari menuju peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81 Tahun 2026, saya dan guru membawa siswa SMPN 1 Pakantan ke SMPN 1 Kotanopan untuk mengikuti simulasi Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat provinsi, sebab jaringan internet belum bisa di Pakantan.
"Saya bertekad SMPN 1 Pakantan tidak mau ketinggalan tetapi harus maju sehingga dapat bersaing dengan SMPN lainnya yang sudah memiliki jaringan internet," tulis Hermawati di kolom komentar Facebook, Senin (29/6) kemarin.
SMPN Pakantan sudah lama berdiri menjadi pilar utama membangun sumber daya manusia generasi Pakantan. Sekolah ini berdiri dari Presiden RI ke 2, Soeharto, Presiden ke 3, B.J. Habibie, Presiden ke 4, KH Abdurahman Wahid disapa akrab Gusdur, Presiden ke 5, Megawati Soekarnoputri, Presiden ke 6, Susilo Bambang Yudhoyona, Presiden RI ke 7, Ir. Joko Widodo, hingga kini Presiden RI ke 8, H Prabowo Subianto. Dan sudah tak terhitung berapa banyak anak-anak Pakantan tamat dari sekolah saat ini dinakhodai asli srikandi Pakantan.
Tetapi, 'Nyanyian Nelangsa' dari Lereng Gunung Kulabu tentang keterbatasan jaringan internet masih menjadi cerita lama di tengah kemajuan tekhnologi, dan derasnya arus informasi bak cahaya menembus lorong-lorong sempit kehidupan.
Bayangkan, ketika para pelajar pada jenjang pendidikan yang sama di daerah lain sudah diperkenalkan para guru tentang pembelajaran kecerdasan buatan (AI). Tetapi, para guru dan murid-murid SMPN 1 Pakantan masih dipusingkan dengan masalah jaringan internet ketika kegiatan pembelajaran harus menggunakan tekhnologi.
Mirisnya, untuk mendapatkan internet yang stabil Kepala Satuan Pendidikan bersama guru SMPN 1 Pakantan mesti membawa murid-murid ke SMPN 1 Kotanopan jauhnya puluhan kilometer dari Pakantan, agar dapat mengikuti berbagai kegiatan dan lomba seperti OSN, dan lainnya.
Padahal, di era saat ini tekhnologi adalah pengungkit atau pendorong agara generasi penerus dapat bersaing secara nasional dan global.
Pertanyaannya, sampai kapan SMPN 1 Pakantan harus menumpang ke sekolah lain hanya untuk mendapatkan internet yang stabil?
Pak Bupati, Pak Gubernur, Pak Presiden dengarkan 'Nyanyian Nelangsa dari Lereng Gunung Kulabu, pengabdian dan perjuangan para guru untuk memajukan pendidikan di hulu sungai batang gadis, Pakantan, sudah di titik kesabaran tak bertepi.
Harapan para guru tak muluk-muluk. Mereka hanya berharap jaringan internet stabil di Pakantan sehingga para anak didik melek dengan tekhnologi.
Nyanyian Nelangsa dari Lereng Gunung Kulabu Hermawati Bertekad SMPN 1 Pakantan Maju di Tengah Keterbatasan Internet
Diskusi pembaca untuk berita ini