Langkat|Katakabar.com
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat, Sumatera Utara, kembali melakukan penertiban dan sosialisasi kepada para pedagang pasar di Pangkalan Brandan, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Jumat (27/1/2022).
Sosialisasi dan peneriban yang dipimpin oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) H Sukhyar Mulyamin SSos MSi, bersama Dinas terkait, sebagai penegasan kepada para pedagang untuk dapat tertib dengan menggelar lapak jualan dilokasi yang telah disediakan pemerintah.
"Kami berharap agar tidak ada oknum yang tidak bertanggung jawab, melakukan pengutipan atau menyewakan lapak yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata dia.
Dalam sosialisasi kali ini, juga dilakukan pembicaraan untuk merelokasi (pemindahan) sementara beberapa pedagang. Hal dikarenakan saat ini lokasi pasar sudah sangat padat meski berada di empat kecamatan diantaranya Kecamatan Babalan, Sei Lepan, Brandan Barat dan Kecamatan Besitang.
"Pasar akan kita tata ulang, nantinya pedagang sayur akan direlokasi sementara di Taman Bunga. Untuk pedagang ikan akan di tempatkan di Lorong Gandi dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI)," jelas dia.
"Penempatan ini sembari menunggu pembenahan, perbaikan dan penataan yang lebih baik lagi kedepan. Diperkirakan alokasi dan penataan ulang ini akan memakan waktu 6 sampai 7 bulan kedepan," tambah dia.
Camat Babalan Aprianta Sitepu SE, yang ikut dalam rombongan mengakui, jika pihaknya melalui kelurahan akan mensurati secara resmi para pedagang. Sehingga mereka (pedagang) dapat bersedia dan kooperatif untuk ditata ulang demi terciptanya kebersihan kenyamanan dan keamanan.
"Nantinya apa yang dilakukan pemerintah dapat dirasakan oleh para pengunjung, pembeli dan para pedagang itu sendiri. Untuk itu, kami berharap para pedagang bisa memahami. Sehingga nantinya juga, masyarakat lain yang melintas melalui jalan disekitar pasar lancar," kata dia.
Bahkan diakuo dia, jika langkah menyurati dan penertipan sudah mulai dilakukan tim. Sehingga para pedagang tidak lagi berjualan dibahu jalan. Karena hal ini dapat mengganggu dan tidak memberi rasa aman dan nyaman. "Mulai pemasangan spanduk himbauan serta siaran himbauan keliling terus kita lakukan untuk kenyamanan bersama," terang dia.
Disisi lain, para pedagang sendiri berharap pemerintah dapat terus melakukan pemantauan. Sebab, selama ini mereka memang sangat resah dengan adanya pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum tertentu. Selain itu, oknum ini melakukan monopoli atau menguasai lahan.
Sehingga mereka (pedagang) mau tak mau harus mengikuti oknum tidak bertanggungjawab itu. "Pantauan dqn amankan lokasi ini, karena terlalu banyak pengutipan liar yang terjadi disini," harap pedagang kepada pemerintah daerah.
"Tugaskan tim trantib dan kepolisian, agar tidak ada pungli dan hanya ada pengutipan yang resmi agar tidak ada monopoli pasar," sahut mereka lagi.
Dalam Sosialisai, terlihat Kadis Perhubungan Drs Mulyono MSi, Kadis Kominfo H Syahmadi SSos MSP, Plt Kadis Lingkungan Hidup Subiyanto SE, Kabid Penataan dan Penertiban Pol PP Brunding Sitepu, Kabid PKP Perkim Retianti SSos, Camat Babalan Aprianta Sitepu SE, Anggota DPRD Fraksi Perindo Safi'i, Danramil 13 Pangkalan Berandan Kapten Inf Sudirman, Sekcam Babalan, Lurah Brandan Barat dan Berandan Timur, serta puluhan personil gabungan.
Pedagang Keluhkan Pungli dan Monopoli di Pasar Tradisional Langkat
Diskusi pembaca untuk berita ini