Namun hari ini, bangsa ini masih dibayangi oleh berbagai persoalan yang mencederai semangat reformasi itu sendiri.
Kasus-kasus pelanggaran HAM berat masa lalu masih menggantung tanpa kepastian hukum yang adil.
Hilangnya para aktivis 1998 menjadi luka sejarah yang belum benar-benar disembuhkan oleh negara. Bangsa yang besar tidak boleh melupakan sejarah perjuangan anak-anak bangsanya sendiri.
Di sisi lain, kondisi ekonomi rakyat juga semakin memprihatinkan. Ketika harga kebutuhan pokok terus naik, nilai rupiah melemah, lapangan pekerjaan semakin sulit, kemiskinan yang tinggi dan kesejahteraan rakyat terasa semakin jauh, maka reformasi harus kembali dimaknai sebagai perjuangan menghadirkan negara yang berpihak kepada rakyat kecil, bukan hanya kepada kepentingan elite dan pemilik modal.
Cipayung Plus Kota Medan memandang bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral dan sejarah untuk tetap menjadi kekuatan moral dan sosial di tengah kehidupan bangsa.
Peringati 28 Tahun Reformasi, Cipayung Plus Kota Medan Turun ke Jalan Menagih Keadilan HAM dan Kesejahteraan Rakyat
Diskusi pembaca untuk berita ini