Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kepala Kepolisian Resor atau Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Kurnia Setyawan pimpin Apel Kesiapsiagaan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan atau Karhutla, di Halaman kantor Polres Kepulauan Meranti, pada Rabu (31/7) sekitar pukul 07.15 WIB.

Apel Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla Tahun 2024, sekaligus Rapat Koordinasi atau Rakor ini bertujuan untuk memastikan kesiapan dan sinergi semua pihakmenghadapi potensi bencana alam, dan Karhutla di 'Negeri Sagu' nama lain dari
Kabupaten Kepulauan Meranti.

Di rapat tersebut, dibahas berbagai hal mengenai kesiapan seluruh instansi  menghadapi bencana alam, dan Karhutla, meliputi kesiapan personel, dan kelengkapan prasarana Polri, serta stakeholder untuk bersinergi di lokasi terjadinya Karhutla.

Turut hadir Plt Bupati Meranti, H Asmar, Kapolres Meranti, AKBP Kurnia Setyawan, Ketua DPRD diwakili oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, H Khalid Ali, Kajari Kabupaten Meranti, Febriyan, Danramil 02 Tebing Tinggi diwakili oleh Pelda Sumardi.

Terus, Danposal Selatpanjang Kapten P Dainul Arifin. Kalaksa BPBD Meranti Muhlisin, Kepala Unit SAR Meranti, Prima Harrie. Kasat Pol PP/Ka Damkar Meranti, Tunjiarto, para PJU Polres Meranti, ara Perwira Polres Kepulauan Meranti, para Kapolsek Jajaran Polres Kepulauan Meranti, Camat Tebing Tinggi, Husni Mubarak. Camat Tebing Tinggi Barat, Rinaldi, hadir pula dari  PT ITA, PT NSP dan PT RAPP.

Kapolres Meranti AKBP Kurnia Setyawan ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah atau Pemada, Danramil, dan seluruh pihak terkait yang telah hadir pada apel ini.

"Kami terima kasih kepada Bapak Bupati, seluruh unsur forkopimda dan semua pihak yang telah hadir dalam rangka Penanganan Karhutla di wilayah Meranti ini," kata Kapolres Kepulauan Meranti.

Menurut AKBP Kurnia S, tujuan dilaksanakannya apel ini untuk menentukan, dan merencakan apa saja yang harus kita lakukan satu visi dan misi penanganan bila terjadi Karhutla nanti.

"Kita saling mendukung dan bersinergi baik TNI, Polri, Pemerintah Daerah, perusahaan-perusahaan yang mengelola hutan dan lahan yang beroperasi di wilayah Kepulauan Meranti," harapnya.

Karhutla ini bukan hal yang baru, tegas Kapolres Kepulauan Meranti, jadi semua sudah harus siap kapan pun dan di mana pun, saat ini Karhutla menjadi prioritas utama.

Setelah Rakor dilanjutkan dengan gelar pasukan, dan peralatan yang diikuti semua pihak terkait. Lalu, kita laksanakan apel gelar kesiapsiagaan dan peralatan untuk menghimpun kekuatan dan menunjukan kita siap.

"Apa pun ceritanya Kepulauan Meranti harus tetap aman dari Karhutla, Jangan sampai terlambat dalam penanganan Karhutla yang terjadi di kabupaten Kepulauan Meranti," terangnya.

Apel ini, tutur Kapolres Kepulauan Meranti lagi, bertujuan untuk Kesiapsiagaan dan kelengkapan prasarana Polri beserta Stakeholder untuk bersinergi di lokasi terjadinya Karhutla.

"Selama Tahun 2024, di Kabupaten Meranti sudah terjadi Karhutla seluas 157,643 hektar, dan hot spot yang terdeteksi sebanyak 134 titik melalui aplikasi Dashboard Lancang Kuning," bebernya.

Saat ini, tambah AKBP Kurnia S, Polres Kepulauan Meranti telah melaksanakan upaya pemadaman dan pedinginan Karhutla dilahan gambut bersama dengan TNI, BPBD, Damkar, Perusahaan, Perangkat Desa, serta masyarakat setempat.