Pimpin Rakor Kepala Sekolah, H Asmar Tegaskan Implementasi Aturan Baru Penugasan Kepsek Riau
Riau
Kamis, 05 Februari 2026 | 11:11 WIB

Pimpin Rakor Kepala Sekolah, H Asmar Tegaskan Implementasi Aturan Baru Penugasan Kepsek

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar pimpin Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Kepala Sekolah PAUD, TK, SD, dan SMP se Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (5/2). Rakor tersebut membahas implementasi Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 serta Kepmendikdasmen Nomor 129/P/2025 terkait penugasan dan manajemen kepala sekolah. Kegiatan yang berlangsung di Kabupaten Kepulauan Meranti itu turut dihadiri Ketua DPRD Kepulauan Meranti atau yang mewakili, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti, para narasumber, serta seluruh kepala sekolah PAUD, TK, SD, dan SMP se-Kabupaten Kepulauan Meranti. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti, Tunjiarto, menyampaikan Rakor ini memiliki peran strategis sebagai forum penyamaan persepsi, penguatan koordinasi, sekaligus evaluasi pelaksanaan kebijakan pendidikan di masing-masing satuan pendidikan. “Keberhasilan kebijakan pendidikan sangat ditentukan oleh sinergi antara Dinas Pendidikan dan seluruh kepala sekolah. Kami mengapresiasi rakor yang dilaksanakan forum MKKS, IKKS, dan IGTK se Kabupaten Kepulauan Meranti,” ujarnya. Tunjiarto menjelaskan, secara umum kondisi penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Kepulauan Meranti menunjukkan perkembangan yang positif. Proses pembelajaran di PAUD, SD, dan SMP berlangsung tertib dan kondusif, dengan tingkat partisipasi peserta didik yang relatif stabil, serta dukungan masyarakat yang terus meningkat. Untuk upaya peningkatan mutu pendidikan, Dinas Pendidikan telah melaksanakan sejumlah program, di antaranya penguatan implementasi kurikulum berbasis literasi, numerasi, dan karakter, pembinaan serta pendampingan kepala sekolah dan guru melalui pengawas sekolah, serta peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan melalui pelatihan berkelanjutan. “Dari hasil monitoring, kualitas pembelajaran di sejumlah sekolah mengalami peningkatan, meski masih diperlukan pendampingan lanjutan pada beberapa satuan pendidikan,” jelasnya. Di bidang sarana dan prasarana, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus melakukan perbaikan melalui APBD serta dukungan APBN melalui Program Revitalisasi Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran. Pada 2025 lalu, revitalisasi telah dilaksanakan pada 17 sekolah dengan total anggaran sebesar Rp22.086.153.424 dan seluruhnya telah selesai dengan baik. Sementara untuk tahun 2026, target revitalisasi mencakup 84 sekolah dari jenjang PAUD, SD, dan SMP, yang saat ini sebagian masih dalam proses verifikasi dan validasi di tingkat kementerian. Tetapi, Dinas Pendidikan juga memaparkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi, antara lain rendahnya gaji ASN paruh waktu, kedisiplinan guru dan tenaga kependidikan, guru yang berdomisili jauh dari tempat tugas, guru yang belum memenuhi kualifikasi minimal S1, status kepegawaian dan penggajian guru honorer, pembaruan data Dapodik yang belum optimal, serta berakhirnya masa penugasan kepala sekolah sesuai Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025. Sebagai tindak lanjut, Dinas Pendidikan akan melakukan pengangkatan kepala sekolah pelaksana tugas menjadi definitif, melaksanakan pelatihan calon kepala sekolah (Cakep), melakukan pemetaan kepala sekolah yang telah menjabat dua periode, serta menjaring calon kepala sekolah melalui sistem SIM KSPSTK. Perwakilan kepala sekolah, Bambang Irawan, S.Pd., S.T., Kepala SD Negeri 2 Selatpanjang Kota, mengatakan Rakor ini digelar sebagai respons atas keresahan kepala sekolah terkait penerapan aturan baru. “Kami meminta kejelasan agar tidak terjadi salah persepsi. Alhamdulillah, kehadiran langsung Bupati dan para pemangku kebijakan memberikan harapan dan titik terang atas regulasi baru ini,” jelasnya. Dalam arahannya, Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, menegaskan sektor pendidikan merupakan urusan strategis dan menjadi prioritas utama pembangunan daerah. Ia menekankan kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai administrator, tetapi juga sebagai pemimpin pembelajaran dan agen perubahan. “Saya minta Dinas Pendidikan segera menindaklanjuti Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025, memberikan kejelasan mekanisme pengangkatan kepala sekolah, serta solusi bagi kepala sekolah yang masa penugasannya telah berakhir,” tegasnya. Bupati Kepulauan Meranti mengingatkan pentingnya disiplin ASN, peningkatan mutu pembelajaran, transparansi pengelolaan anggaran, pencegahan pungutan liar dan kekerasan di sekolah, serta pemanfaatan teknologi dan inovasi pendidikan. “Melalui sinergi dan komitmen bersama, saya berharap kita dapat mewujudkan pendidikan yang bermutu, berkeadilan, dan berdaya saing di Kabupaten Kepulauan Meranti,” sebutnya.

Pemkab Meranti Gelar Rakor Persiapan Imlek 2026: Ekonomi Jaga Kondusifitas Daerah Riau
Riau
Kamis, 15 Januari 2026 | 15:01 WIB

Pemkab Meranti Gelar Rakor Persiapan Imlek 2026: Ekonomi Jaga Kondusifitas Daerah

Selatpanjang, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti gelar rapat koordinasi (Rakor) bersama Forkopimda, Perwakilan ormas dan tokoh masyarakat, serta OPD terkait. Kegiatan ini menjaga kerukunan, ketertiban, dan keharmonisan masyarakat selama pelaksanaan Imlek 2026 dan ibadah Ramadhan dikepulauan Meranti, dipusatkan di Aula Kantor Bupati, Rabu (15/1) kemarin. Rakor tersebut dipimpin Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, didampingi Ketua DPRD Meranti, H Khalid Ali, Sekda Meranti, Sudandri SH, Wakapolres Kepulauan Meranti, Kompol Detis Mayer Silitonga, dan Pabung Kodim 0303 Bengkalis, Mayor Rusli Dalimunthe. Selain itu, hadir Ketua LAMR Kepulauan Meranti, Dt. Afrizal Cik, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Ka. Kemenag Meranti, H Zulman, Danposal Selatpanjang, Ka. Pengadilan Agama, PSMTI dan lainnya. Diketahui pada tahun 2026 ini antara perayaan Imlek dengan pelaksanaan ibadah puasa terjadi pada waktu yang sama atau beririsan selama 6 hari dengan prosesi Imlek. Meski terjadi pada waktu bersamaan Pemkab. Meranti berharap tidak mempergaruhi keamanan, ketertiban dan keharmonisan kehidupan beragama dinegeri Sagu yang memang dihuni oleh berbagai suku, agama dan etnis. Menurut Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, menyampaikan kagiatan ibadah Ramadhan dan rangkaian kegiatan Imlek merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan oleh umat islam dan etnis Tiong Hoa khususnya yang beragama Budha. Dimana kesemuanya memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah. Imlek selain pelaksanaan ibadah oleh etnis Tiong Hoa khususnya yang beragama Budha, melalui perang air (Cian Cui) nya, terbukti mampu menarik wisatawan baik dalam dan luar negeri datang ke Kepulauan Meranti yang berdampak pada meningkatkan perekonomian daerah, sementara ibadah puasa dan tarawih di bulan ramadhan, merupakan kewajiban umat muslim dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. "Untuk itu saya menegaskan kedua kegiatan ini harus kita dukung, tetapi dalam pelaksanaannya harus diformulasikan sedemikian rupa agar Meranti tetap aman, damai, kehidupan beragama tetap harmonis sesuai dengan Visi Meranti menciptakan Meranti yang Unggul, Agamis dan Sejahtera dalam upaya membangun Meranti yang lebih baik lagi kedepan," kata HnAsmar. Dari data yang dipaparkan oleh Sekdakab Meranti, Sudandri, selama pelaksanaan Imlek khususnya Ivent Perang Air mampu menarik wisatawan dalam dan luar negeri melebihi 50 ribu orang, melibatkan 2500 UMKM, ratusan pengemudi becak, 5000 kamar hotel terisi penuh dan jumlah uang beredar dipasaran mencapai 60 Miliar rupiah. Sedang melalui Bazar Ramadhan tak kalah mendongkrak perekonomian Meranti dengan terjadi peningkatan pendapatan masyarakat disektor perdagangan UMKM hingga 15 persen. Untuk itu, agar keduanya dapat berjalan dengan baik, Bupati Kepulauan Meranti meminta masukan dari semua pihak agar pelaksanaan Imlek dan Ibadah puasa Ramadhan dapat sama-sama berjalan dalam kondisi yang kondusif. Masukan pertama datang dari Ketua DPRD Kepulauan Meranti, H Khalid Ali. Menurutnya kedua kegiatan itu harus didukung karena sama-sama memberikan dampak positif terhadap ekonomi daerah dan yang terpenting bagaimana sesama umat beragama harus saling menghargai dengan saling menjaga toleransi. "Terpenting sesama umat beragama harus saling menghargai dan menjaga toleransi," jelas Khalid Ali. Kepala Kemenag menimpali, saat ini Indeks kerukunan beragama di Meranti cukup tinggi yakni diatas 72 persen, menurutnya pelaksanaan kegiatan Imlek yang beririsan dengan kegiatan ibadah Ramadhan tidak akan sampai mengganggu keharmonisan kehidupan beragama. Cuma ia memberikan masukan ada beberapa hal teknis yang harus diatur sedemikian rupa salah satunya lokasi pelaksanaan kegiatan Cian Cui dengan Bazar Ramadhan dan waktu pelaksanaan Cian Cui jangan sampai menganggu pelaksanaan ibadah sholat maghrib. "Tinggal lagi bagaimana kita dapat merajud perbedaan ini menjadi kekuatan yang mampu menunjang pembangunan daerah," tuturnya. "Kita tinggal mengatur teknisnya saja, seperti merelokasi Bazar Ramadhan dari tempat biasa ketempat yang aman, serta mengatur durasi waktu Cian Cui," sarannya. Ketua MUI Kepulauan Meranti, Ustadz Asep Darul Tah Kik, mengutarakan MUI Kepulauan Meranti sangat memaklumi prosesi Imlek karena pelaksanaan ibadah merupakan hak semua warga negara dalam menjalani kewajiban beragama tinggal lagi dalan pelaksanaanya harus diatur sebaik-baiknya agar tidak saling mengganggu kekhususkan ibadah. Tetapi, Ustadz Asep sedikit memberikan masukan pada saat kegiatan Cian Cui, MUI Kepulauan Meranti menghimbau agar perserta Cian Cui dapat mengenakan pakaian yang sopan karena umat muslim sedang melaksanakan ibadah puasa. Selain itu ia juga menyarankan Cian Cui dapat selesai sebelum maghrib dan terakhir selama umat muslim melaksanakan ibadah sholat tarawih jangan menghidupkan petasan karena dapat mengganggu kekhusukan ibadah. "Kita berharap selama kegiatan Cian Cui peserta tidak mengenakan pakaian yang terbuka, mulai Maghrib hingga Tarawih usai tidak menghidupkan petasan, semoga kedua kegiatan agama ini dapat sama-sama berjalan dengan tertip dan aman," bebernya. Ketua LAMR Kepulauan Meranti, Dt. Afrizal Cik, menegaskan hubungan harmonis antara etnis Tiong Hoa dan melayu di Meranti yang sudah terjalin harmonis jangan sampai terganggu gara-gara hal yang harusnya dapat diterima. Untuk itu, semua keputusan yang telah disepakati dalam Rakor harus benar-benar diamankan dalam hal ini oleh pihak TNI, dan Polri. "Perlunya pengamanan yang ekstra ketat khususnya pada titik rute perang air, kemudian dalam hal pemindahan lokasi Bazar Ramadhan," imbuhnya. Selain itu, ia menyarankan kepada peserta perang air harus selektif juga dalam menyiram warga jangan sampai masyarakat yang tidak ingin terlibat perang air jadi basah. Menyikapi masalah pengamanan tersebut langsung ditanggapi oleh Wakapolres Meranti yang menegaskan pihaknya siap melakukan pengamanan dengan melakukan koordinasi dan komunikasi intensi dengan semua pihak yang terlibat. "Kami dari Kepolisian siap menjaga keamanan dengan melakukan komunikasi intens bersama semua pihak terkait," ujar tukas Wakapolres Kompol Dentis Mayer. Perwakilan PSMTI Kepulauan Meranti ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung. PSMTI sangat setuju dengan keputusan Rakor yang semuanya komit menjaga keharmonisa dan kerukunan antar umat beragama. Menurutnya perayaan Imlek merupakan salah satu yang paling dinanti oleh etnis Tiong Hoa khususnya yang beragama Budha. Prosesi perayaan Imlek khususnya perang air telah dilaksanakan sejak tahun 2010 lalu dan selama itu selalu berjalan kondusif, tertip dan aman. Hal ini membuktikan toleransi kehidupan berbagai suku dan agama yang ada di Meranti sudah sangat baik PSMTI berharap semua dapat terus saling mendukung dalam keberagaman. "Kita berharap bisa saling mendukung dalam rangka menciptakan ketertiban, keamanan dan keharmonisan kehidupan beragama di Meranti," terangnya, seraya menjelaskan perayaan ini salah satu yang paling ditunggu etnis Tiong Hoa Budha, sudah dimulai sejah 2010, disini uuga terlihat kerukunan antar umat beragama antar suku yang ada di Kepulaun Meranti. Kesimpulan sementara dari Rakor tersebut khusus untuk Bazar Ramadhan adalah sebagai berikut, kegiatan perang air tetap dilaksanakan, agar tidak menganggu kegiatan Bazar Ramadhan Pemkab Kepulauan Meranti berencana merelokasi lokasi bazar yang sebelumnya berada diseputaran jalan A. Yani dipindahkan keseputaran taman Cik Puan Jalan Merdeka.

Rakor Hilirisasi Komoditas Perkebunan, H Asmar Dukung Penuh Sentra Hilirisasi Kelapa Riau
Riau
Selasa, 23 September 2025 | 16:12 WIB

Rakor Hilirisasi Komoditas Perkebunan, H Asmar Dukung Penuh Sentra Hilirisasi Kelapa

Jakarta, katakabar.com - Bupati Kepulauan Meranti, H. Asmar hadiri Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Program Hilirisasi Komoditas Prioritas Perkebunan yang digelar Kementerian Pertanian atau Kementan, di Jakarta, Senin (22/9). Kegiatan ini diikuti perwakilan dari 29 provinsi dan 259 kabupaten se Indonesia. Ini tentu sebagai bentuk dukungan terhadap program hilirisasi yang tengah digalakkan pemerintah pusat. Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar yang didampingi Kepala Dinas Pertanian Kepulauan Meranti menyampaikan apresiasi atas inisiatif pemerintah pusat optimalkan potensi perkebunan daerah melalui hilirisasi. Ia mengungkapkan, Kabupaten Kepulauan Meranti telah ditetapkan sebagai salah satu penerima alokasi pembangunan Sentra Hilirisasi Kelapa. “Meranti akan dialokasikan satu unit Sentra Hilirisasi Kelapa. Lokasinya direncanakan di Kecamatan Rangsang, sesuai dengan komoditas unggulan dan rencana pengembangan kawasan industri kelapa dalam RPJMD Provinsi Riau dan RPIK Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2019,” jelas H Asmar. Sebagai bentuk dukungan lanjutan, pemerintah pusat alokasikan program peremajaan dan pengembangan kelapa seluas total 3.000 hektare di 'Kota Sagu' nama lain Kepulauan Meranti, yang akan direalisasikan secara bertahap: 2.229 hektare pada tahun 2026 dan 771 hektare pada tahun 2027. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan program hilirisasi perkebunan bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Cegah Karhutla, Bupati Rohul Instruksikan Camat Gerak Cepat dan Terjun ke Lapangan Lingkungan
Lingkungan
Senin, 21 Juli 2025 | 22:11 WIB

Cegah Karhutla, Bupati Rohul Instruksikan Camat Gerak Cepat dan Terjun ke Lapangan

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Sikapi terjadinya kebakaran hutan dan lahan Karhutla di wilayah Kabupaten Rokan Hulu. Bupati Rokan Hulu, Anton, ST, MM ambil langkah cepat dengan memanggil seluruh camat untuk perkuat koordinasi, dan respons lapangan, dengan gelar Rapat Koorsinasi atau Rakor. Rakor tersebut digelar, Senin (21/7) di kediaman Bupati, dengan agenda utama penguatan penanganan, dan pencegahan Karhutla di setiap kecamatan. Bupati Rokan Hulu, Anton meminta seluruh camat agar bertindak proaktif, bekerja sama dengan kepala desa dan perangkat desa, serta melibatkan instansi terkait. "Saya minta seluruh camat segera melakukan koordinasi dengan kepala desa masing-masing, turun langsung ke lapangan, dokumentasikan kegiatan dalam bentuk foto, dan fokus terhadap upaya penanganan Karhutla. Edukasi harus dilakukan secara rutin, dan akan didampingi oleh personel Satpol PP," tegas Anton. Ia menyampaikan, sebelumnya dirinya telah turun langsung ke lokasi kebakaran di Desa Menaming, Kecamatan Rambah, bersama pihak Kepolisian, BPBD, Camat Rambah, dan tim lainnya. Tidak hanya itu, Bupati Rokan Hulu memberikan instruksi tegas kepada seluruh camat agar tidak melakukan perjalanan ke luar daerah selama masa penanganan Karhutla berlangsung. Ia menekankan pentingnya keberadaan camat di wilayah masing-masing untuk merespons cepat setiap laporan masyarakat. "Kita semua bertanggung jawab menjaga wilayah kita masing-masing. Ini bukan hanya tugas pemerintah daerah, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh unsur di tingkat kecamatan dan desa," jelasnya. Rapat tersebut dihadiri Asisten III Setda Rohul Edi Suharman, SH, Kasat Pol PP Gorneng, S.Sos, M.Si, Kabag Tapem Adi Irawan, S.STP, M.Si, serta seluruh camat se-Kabupaten Rokan Hulu.

Fokus Pantau Landis, Tim PPIH Sektor 4 Makkah Gelar Rakor Jelang Armuzna Internasional
Internasional
Sabtu, 31 Mei 2025 | 21:05 WIB

Fokus Pantau Landis, Tim PPIH Sektor 4 Makkah Gelar Rakor Jelang Armuzna

Mekkah, katakabar.com - Kepala Sektor Daerah Kerja atau Kasektor Daker 4 Mekkah, Kamaludin gelar rapat koordinasi atau Rakor dengan tim unit layanan Lanjut Usia dan Disabilitas atau Landis.di Kantor Sektor 4 Hotel Oriens, SyiSha, Mekkah, Sabtu (31/5) siang WAS. Rakor ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari Kasatops dan Ketua Daker Mekkah, terkait pengaturan strategi untuk menyukseskan Armuzna atau Arafah, Muzdalifah, Mina yang menjadi puncak haji 1446 hijiriah tahun 2025 masehi. "Ini penting dibahas, agar seluruh jemaah khususnya yang lansia dan disabilitas nantinya bisa tetap dikawal, dan didampingi petugas unit layanan landis pada saat wukuf di Arafah meskipun sesuai arahan Kasatops dan Kadaker, untuk Daker Makkah akan fokus di Muzdalifah," ujar Kamaludin. Untuk itu, kata Kamaludin, harapannya kepada seluruh tim unit layanan landis bisa melaksanakan tugasnya secara maksimal agar Armuzna bisa berjalan lancar. "Kemungkinan khusus untuk wukuf di Arafah, sektor 4 Mekkah juga akan melibatkan unit layanan lainnya untuk memback-up tim landis, agar semua landis bisa didampingi, apalagi bagi jemaah lanjut usia yang memiliki riwayat penyakit bawaan," jelasnya. Sedang, Koordinator Layanan Landis Fatma Amilia menyatakan, untuk mengetahui secara pasti kondisi di lapangan, pihaknya sudah melakukan survei langsung ke seputar Mina yang akan menjadi lokasi Jamarot atau pelemparan jumroh. "Memang kalau sesuai skema, Daker Mekkah ditugaskan mengawal jemaah di Muzdalifah, tapi kami di unit layanan landis, di samping ikut serta wukuf, juga ikut mengawal jemaah landis untuk memastikan bahwa seluruh bisa beribadah secara optimal sampai di Mina untuk kegiatan jamarot," tuturnya.

Rakor Bersama Menteri ATR/BPN, Bupati Kepulauan Meranti Minta Solusi Terkait PIPPIB Riau
Riau
Jumat, 25 April 2025 | 08:06 WIB

Rakor Bersama Menteri ATR/BPN, Bupati Kepulauan Meranti Minta Solusi Terkait PIPPIB

Pekanbaru, katakabar.com - Bupati Kepulauan Meranti, H. Asmar meminta solusi terkait tanah gambut yang termasuk ke dalam Peta Indikatif Penghentian Pemberian Izin Baru atau PIPPIB. Itu disampaikan H. Asmar kepada Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid saat rapat koordinasi yang dilaksanakan bersama Gubernur Riau dan para kepala daerah se Provinsi Riau, di Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Kamis (24/4). Dijelaskan Asmar, kabupaten yang ia pimpin wilayah dengan daratan tanah gambut hampir 95 persen. Terbitnya Inpres nomor 5 tahun 2019 yang mengatur moratorium hak atas tanah di lahan gambut, sebabkan menyempitnya lahan yang bisa digunakan pemerintah daerah untuk pembangunan. Tidak hanya itu, lahan gambut milik masyarakat tidak bisa disertifikatkan dan menjadi agunan pinjaman di Bank. Dengan begitu masyarakat dan pengusaha menjadi tidak bisa untuk mendapatkan pinjaman modal usaha.

Rakor Pembentukan Koperasi Merah Putih di Desa dan Kelurahan, Ini Arahan Bupati Bengkalis Riau
Riau
Senin, 21 April 2025 | 17:03 WIB

Rakor Pembentukan Koperasi Merah Putih di Desa dan Kelurahan, Ini Arahan Bupati Bengkalis

Bengkalis, katakabar.com - Bupati Bengkalis, Kasmarni diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis, dr. Ersan Saputra buka rapat koordinasi atau Rakor pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Bengkalis, di ruang rapat kantor Dinas Koperasi dan UKM Jalan Pertanian Bengkalis, Senin (21/4). Sekdakab Bengkalis, dr. Ersan menegaskan pentingnya koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi kerakyatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pembentukan Koperasi Merah Putih di tingkat desa dan kelurahan, ujar dr. Ersan, bagian dari upaya pemerintah pusat untuk memperkuat ekonomi lokal melalui pemberdayaan masyarakat secara kolektif . "Koperasi Merah Putih ini bukan hanya sekadar wadah ekonomi, tapi sebagai bentuk kemandirian, dan solidaritas masyarakat. Melalui koperasi, kita ingin menciptakan peluang usaha, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan warga Desa dan Kelurahan," jelasnya.