Banda Aceh, katakabar.com - Politeknik Aceh gelar kuliah umum sawit bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP, yang menghadirkan Direktur Penyaluran Dana Perkebunan, Muhammad Alfansyah, serta para pimpinan perguruan tinggi vokasi di Aceh.
Kegiatan yang dihelat pada Jumat, (26/9) kemarin, jadi bukti nyata keberhasilan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor perkebunan kelapa sawit.
Direktur Politeknik Aceh, Dr Hilmi SE MSi Ak, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan BPDP yang selama ini telah memberikan beasiswa serta kesempatan belajar bagi mahasiswa.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi langkah strategis dalam mencetak generasi terampil dan kompetitif di bidang industri perkebunan, khususnya di Aceh.
“Industri perkebunan kelapa sawit bukan hanya memberi manfaat ekonomi, tetapi peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui inovasi dan teknologi baru, kita bisa menghadapi tantangan sekaligus menjaga keberlanjutan sektor ini. BPDP telah menunjukkan kepeduliannya melalui beasiswa dan dukungan program pendidikan,” ujar Dr Hilmi, dilansir dari laman serambinews.com, Sabtu siang.
Kegiatan ini dihadiri mahasiswa dari berbagai kampus vokasi di Aceh, meliputi Politeknik Aceh, Politeknik Negeri Lhokseumawe, Politeknik Aceh Selatan, Politeknik Kutaraja, Politeknik Indonesia Venezuela, serta Universitas Teuku Umar.
Kehadiran mereka menunjukkan antusiasme generasi muda untuk terlibat aktif dalam pengembangan sektor sawit yang berkelanjutan.
Di presentasi Tim Pokja Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit yang disampaikan oleh Ir Sukarji, MM, menekankan sektor kelapa sawit Indonesia kini berada di persimpangan krusial, meski ekspor CPO dan produk turunannya meningkat, produktivitas dan produksi keseluruhan masih mengalami stagnasi akibat luasnya kebun yang telah memasuki usia non-produktif.
Kata Sukarji, perluasan percepatan replanting sawit rakyat, dan adopsi teknologi modern sebagai kunci untuk memperkecil kesenjangan produktivitas antara pemilik kebun besar dan rakyat.
"Mengingat kontribusi domestik terus membesar seiring dengan tuntutan dalam negeri (untuk pangan, energi termasuk program B40/Biodiesel) yang diproyeksikan akan meningkat secara signifikan pada tahun-tahun mendatang," jelasnya.
Momentum kuliah umum ini juga menjadi momen penting bagi Dr Hilmi yang sekaligus berpamitan di akhir masa jabatannya sebagai Direktur Politeknik Aceh.
Di kegiatan tersebut, ia menyampaikan rasa syukur dan permohonan maaf, serta menegaskan bahwa keberhasilan berbagai program di kampus merupakan hasil dari kerja sama erat seluruh civitas akademika dan dukungan mitra strategis.
“Alhamdulillah, apa yang kita capai hari ini adalah bukti bahwa dengan kolaborasi, perguruan tinggi vokasi mampu hadir sebagai solusi untuk industri dan masyarakat. Saya percaya, dengan semangat yang sama, Politeknik Aceh akan terus melahirkan inovasi dan sumber daya manusia unggul,” imbuhnya.
Dengan keberhasilan penyelenggaraan kuliah umum ini, Politeknik Aceh menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan industri, sekaligus menjadikan peran kepemimpinan direktur sebagai fondasi penting dalam menjaga arah pengembangan kampus.
Poltek Aceh Bersama BPDP Kuliah Umum Sawit Diikuti Mahasiswa PT Vokasi se Aceh
Diskusi pembaca untuk berita ini