Ia menyambut baik kehadiran layanan tersebut karena dinilai dapat membantu penanganan persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak, sekaligus membuka ruang pendampingan psikologis bagi mereka yang mengalami trauma.

“Sebagai Camat Adian Koting, kami sangat senang dengan kehadiran Pos SAPA ini. Selain membantu penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak, layanan ini juga diharapkan dapat memberikan trauma healing, baik bagi korban trauma pascabencana maupun akibat kekerasan,” ujarnya.

Kehadiran Pos SAPA menjadi penting karena korban kekerasan tidak hanya membutuhkan penanganan terhadap dampak fisik, tetapi juga perlindungan, pendampingan psikologis, dan akses terhadap layanan yang sesuai dengan kebutuhannya. 

Penanganan yang tidak sensitif terhadap kondisi korban berisiko memperburuk beban psikologis yang mereka alami.

Mengenai Pos SAPA ini, dalam pesan Bupati Tapanuli Utara yang disampaikan oleh Sekdakab Taput pada pembukaan bimtek, perlindungan perempuan dan anak ditekankan sebagai tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi pemerintah kabupaten, pemerintah desa, fasilitas kesehatan, dan aparat penegak hukum.

Pos SAPA diproyeksikan menjadi pintu awal bagi masyarakat untuk memperoleh informasi, menyampaikan pengaduan, serta mendapatkan pendampingan dan rujukan sesuai kebutuhan.