Binjai|Katakabar.com
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang sebagian hewan ternak wilayah Sumatera Utara. Beberapa langkah diambil pemerintah Kabupaten/ Kota, guna mengantisipasi penularan.
"Salah satu upaya yang kita lakukan mengantisipasi kasus PMK di Kota Binjai adalah dengan membuka Posko pengaduan di Kantor (Dinas Ketapang Binjai). Hasilnya nanti akan kita laporkan kepada Pak Wali (Walikota-red)," kata Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan dan Pertanian (Disketapang) Ralasen Ginting, Rabu (18/5/2022).
Namun sejauh ini, dirinya belum bisa memastikan berapa jumlah pasti hewan ternak di Kota Binjai yang terjangkit PMK hingga sampai hari ini. Karena pihaknya masih berada dilapangan untuk melakukan pengecekan langsung hewan ternak milik warga peternak bersama dokter hewan.
"Kalau tidak salah ada 25 ekor sapi, untuk data pastinya nanti ya bang. Saya kurang ingat karena saya sekarang lagi dilapangan bersama dokter hewan," jelas Ralasen Ginting.
Ralasen Ginting menegaskan, bahwa PMK yang menyerang hewan ternak tidak menular pada manusia dan bisa disembuhkan dalam hitungan minggu.
"Kepada masyarakat, khususnya warga Binjai, saya meminta tidak perlu panik. Sebab PMK tidak menular pada manusia. Bahkan PMK yang menyerang hewan ternak dapat disembuhkan dalam waktu tiga Minggu," tuturnya.
Sedangkan kepada warga yang memiliki hewan ternak ataupun rumah potong hewan, Ralasen meminta untuk segera melaporkannya ke Posko bila ada indikasi hewan ternak yang terjangkit PMK. "Mohon doanya semoga PMK tidak menyerang hewan ternak di Kota Binjai," tegas Ralasen Ginting.
Diketahui, PMK sudah masuk ke Sumatera Utara dengan jumlah ternak yang terjangkit mencapai 598 ekor. Penyakit tersebut ditemukan di dua Kabupaten sentra ternak sapi, yaitu di Kabupaten Langkat dan Deli Serdang.
Tindakan darurat akan dilakukan seperti isolasi daerah, vaksinasi darurat, penyemprotan disinfektan, hingga penutupan rumah potong hewan.
"Hasil tes laboratorium untuk sampel dari Langkat dan Deli Serdang dinyatakan positif penyakit mulut dan kuku," kata Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Nuryani Zainuddin, saat rapat bersama Gubernur Sumatera Utara di Medan, Jumat (13/5/2022) lalu.
Puluhan Ekor Sapi Terindikasi, Pemko Dirikan Posko Antisipasi Penyebaran PMK
Diskusi pembaca untuk berita ini