Alat sensor yang mampu menjangkau objek hingga 23 meter ini boleh dibilang simpel. Tapi manfaatnya justru masuk kategori luar biasa.
Sebab sekali keker pohon kelapa sawit, alat ini langsung bisa mendeteksi enam kualitas buah; kematangan, umur panen optimum, rendemen minyak, kandungan ALB, Nilai DOBI, hingga kandungan karoten. Real-time.
Adalah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Andalas (LPPM-Unand), Padang, Sumatera Barat yang mengembangkan alat ini. Dr. Dinah Cherie yang memimpin riset.
Hasil riset pun sudah dibukukan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) pada 2019 lalu lantaran BPDPKS lah yang membiayai riset itu.
Baca juga: Membobol Sumbatan Minyak Bumi Pakai Minyak Sawit
Terus, teknologi ini juga sudah didemonstrasikan kepada delapan stakeholder sawit di dua provinsi; Sumatera Barat dan Kalimantan Selatan.
Ide membikin alat berkemampuan Long-Range Detection berbasis system Machine-Vision itu hadir bermula dari kerihatinan Dinah dengan kebiasaan pelaku sawit yang membikin patokan waktu memanen TBS adalah berdasarkan banyaknya brondolan yang jatuh dan rotasi panen.
Padahal menurut Dinah, belum tentu brondol yang jatuh dari tandan itu, menjadi pertanda kalau buah sudah matang dan bisa dipanen.
"Bisa jadi lantaran faktor angin, hujan, gangguan hewan, serta serangan hama dan penyakit yang membikin tandan buah itu membrondol lebih cepat," katanya dalam paparan singkat hasil risetnya itu yang ditengok katakabar.com kemarin.
Dinah menyebut, alat tadi bisa melakukan evaluasi mutu dan kematangan TBS secara Non-Destructive. Soalnya perangkat lunak kecerdasan buatan (Artificial intelligence) telah juga diintegrasikan pada perangkat ini.
Prototipe alat dibikin pakai sistem pencetakan 3 dimensi (3D Digital Printing), sehingga bisa menghasilkan alat yang kuat, ringan, dengan presisi yang tinggi.
Aspek kerekayasaan dan teknologi yang diterapkan pada prototype alat ini pun meliputi enam tahap pengembangan perangkat keras (Hardware) dan 32 tahap pengembangan perangkat lunak (Software).
Akurasi pendugaan pada proses kalibrasi dan validasi alat untuk setiap aspek pengujian mencapai (R2) 0.99.
"Berdasarkan data penelitian, panen terbaik (optimum) TBS adalah 170 hari setelah penyerbukan. Pada umur ini, rata rata jumlah berondol jatuh TBS adalah 24±15 buah, rendemen minyak TBS adalah 25±5%, kandungan ALB TBS adalah 1.25±0.25%, nilai DOBI TBS adalah 3.2±5, dan kandungan karoten TBS adalah 720±100ppm," Dinah menerangkan.
Setelah dipanen, TBS harus segera diproses (sterilisasi). Sebab jika ditunda, rendemen minyak TBS akan turun 0.04%/jam, ALB TBS naik 0.052%/jam, nilai DOBI TBS turun 0.02/jam dan kandungan karoten TBS juga akan turun 7.533ppm/jam.
"Batas maksimum penundaan proses (sterilisasi) TBS adalah 20 jam. Lebih dari itu, kualitas minyak yang dihasilkan dari TBS tidak lagi memenuhi standar mutu CPO," Dinah mengingatkan.
Sekali Keker, 6 Macam Kualitas TBS Langsung Ketahuan
Diskusi pembaca untuk berita ini