Unand

Sorotan terbaru dari Tag # Unand

Di Unand BPDP dan PASPI Bedah Buku Mitos vs Fakta Kelapa Sawit Mitos dan Fakta
Mitos dan Fakta
Rabu, 17 September 2025 | 20:02 WIB

Di Unand BPDP dan PASPI Bedah Buku Mitos vs Fakta Kelapa Sawit

Padang, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP, dan Palm Oil Strategic Agribusiness Strategic Policy Instutute atau PASPI, serta Universita Andalas gelar kegiatan Bedah Buku Mitos vs Fakta Kelapa Sawit, Senin (15/9) lalu, persisnya di Convention Hall Universitas Andalas Padang, Sumatera Barat. Kegiatan sosialisasi buku Mitos vs Fakta Sawit digelar pada 2025 ini telah memasuki tahun ketiga. Selama tahun 2023-2024, PASPI dan BPDP telah gelar kegiatan sosialisasi buku ini di 14 universitas yang tersebar di wilayah Indonesia. Universitas Andalas atau Unand universitas ke 15 tempat pelaksanaan kegiatan sosialisasi dalam bentuk Diseminasi dan Bedah Buku “Mitos Vs Fakta: Industri Minyak Sawit Indonesia dalam Isu Sosial, Ekonomi dan Lingkungan Global Edisi Keempat” Selain kegiatan bedah buku, dilakukan pula Lomba konten kreatif sawit terdiri dari dua kategori, yakni short video dan infografis, dimana lomba tersebut merupakan bentuk diseminasi buku yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah menyampaikan berbagai dukungan BPDP untuk terus melakukan kampanye positif sawit termasuk melalui kegaiatan bedah buku. Selain itu kegiatan promosi sawit baik juga dilakukan dengan mendorong penguatan UMKM berbasis sawit “Dukungan kepada UMKM sawit juga merupakan bagian dari upaya untuk terus melawan black campaign dengan mengkampanyekan kebaikan-kebaikan sawit melalui pemanfaatan beragam produk sawit dan turunannya untuk memperkuat ekonomi masyarakat. Mahasiswa dan Mahasiswi yang memiliki passion wirausahanya dapat melakukan rintisan usaha berbasis produk sawit dan turunannya. Saat ini BPDP sudah meluncurkan 100 katalog produk UMKM Sawit yang dapat menjadi referensi wirausaha bagi para mahasiswa,” beber Helmi, dilansir dari laman resmi BPDP, Rabu (17/9). Di kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Universitas Andalas yaitu Prof. Dr. Ir. Melinda Noer, M.Sc (Dosen Departemen Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Andalas) sebagai narasumber yang membedah/mengulas aspek buku terkait ekonomi , Prof. Dr. Ir. Herviyanti, MS (Dosen Dosen Prodi Ilmu Tanah Universitas Andalas) sebagai narasumber yang membedah/mengulas aspek buku terkait keunggulan kelapa sawit sebagai komoditas pertanian serta Dr. Fadjar Goembira, ST., (Dosen Prodi Prodi Teknik Lingkungan Universitas Andalas) sebagai narasumber yang membedah/mengulas aspek buku terkait lingkungan.

Versi Anyar Sensor Pendeteksi Kematangan Buah Sawit Buatan Akademisi Unand Tekno
Tekno
Minggu, 08 Oktober 2023 | 18:57 WIB

Versi Anyar Sensor Pendeteksi Kematangan Buah Sawit Buatan Akademisi Unand

Padang, katakabar.com - Versi terbaru menunjukkan tingkat kematangan buah kelapa sawit, traceability, hingga kapan kelapa sawit siap panen, bisa dihubungkan dengan telepon pintar. Pembiayaan inovasi ini lewat bantuan hibah penelitian, tim dari Unand mulai menciptakan dan mengembangkan sensor kematangan kelapa sawit versi 4. Inovasi dimulai dari hasil riset saat menempuh pendidikan strata dua di Institut Pertanian Bogor pada 2002 lalu. Di mana kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Unand dengan memanfaatkan pengembangan teknologi. Direktur Kerja Sama dan Hilirisasi Riset Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat, Dr Eng Muhammad Makky yang bikin dan mengembangkan inovasi berupa sensor pendeteksi kematangan buah kelapa sawit. "Sensor ini dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pengolahan buah kelapa sawit," ulas Muhammad Makky di Padang, dilansir dari laman ANTARA, pada Minggu (8/10). Sensor ini, kata Makky, dapat membantu petani menentukan tingkat kematangan buah kelapa sawit yang lebih akurat, dan tepat waktu. Jadi, dapat mengoptimalkan waktu panen dan pengolahannya. Diceritakannya, sensor tersebut telah diujicobakan untuk melihat kinerjanya dalam pengolahan buah kelapa sawit. "Harapannya, dengan hasil uji coba ini dapat membantu pengembangan lebih lanjut dan peningkatan kualitas sensor sawit Universitas Andalas," tuturnya. Nah, keunggulan sensor ini terletak pada kemampuannya untuk mengetahui kapan buah kelapa sawit matang hingga posisi tanamnya. Artinya, alat tersebut dapat menjadi solusi yang efektif dalam pengelolaan kebun sawit. Selain dapat digunakan dalam pengelolaan buah kelapa sawit, inovasi tersebut menjadi solusi bagi petani dalam menentukan harga jual yang lebih baik. Dengan mengetahui tingkat kematangan buah sawit secara akurat, petani bisa menentukan harga jual sesuai kondisi pasar. Soal operasionalnya, sensor tersebut menggunakan teknologi canggih untuk mendeteksi tingkat kematangan kelapa sawit. Terus, sensor ini bisa mengukur parameter, seperti suhu, kelembapan, rendemen minyak, hingga tingkat keasaman buah sawit. "Petani atau pengguna sensor buah kelapa sawit dapat mengakses hasil pengukuran melalui aplikasi yang terhubung dengan internet," sebutnya.