Bengkulu, katakabar.com - Asosiasi Petani Kelapa Sawit (APKS) Provinsi Bengkulu kecewa lambannya pemerintah pusat mendirikan Bursa Crude Palm Oil (CPO).

Dampaknya hingga kini patokan harga CPO Indonesia masih mengikuti bursa luar negeri. Ini berimbas negatif kepada petani kelapa sawit di dalam negeri.

"Kami berharap pemerintah pusat segera merealisasikan Bursa CPO di Indonesia. Ini penting agar harga CPO di dalam negeri bisa ditetapkan pasar domestik, bukan tergantung pada bursa luar negeri seringkali tidak berpihak kepada kondisi dan kebutuhan petani di Indonesia," tegas Ketua APKS Bengkulu, Edy Mashuri, pada Kamis (6/7) kemarin.

APKS menekankan, pendirian Bursa CPO di Indonesia memberikan keuntungan signifikan bagi petani kelapa sawit di Indonesia, termasuk Bengkulu. Adanya bursa domestik, patokan harga CPO lebih sensitif terhadap kondisi pasar dalam negeri, dan memperhitungkan faktor-faktor lokal yang memengaruhi produksi dan permintaan.

"Kami sebagai petani kelapa sawit sangat berharap bursa CPO segera didirikan di Indonesia. Harga CPO yang mengikuti bursa luar negeri sering kali tidak menguntungkan bagi kami. Dengan bursa domestik, kami berharap harga CPO lebih stabil dan adil," jelasnya.

Selain itu, APKS soroti pentingnya membangun pasar domestik yang kuat untuk kelapa sawit. APKS berpendapat dengan memiliki bursa CPO sendiri, Indonesia bisa meningkatkan daya tawar negosiasi dalam perdagangan internasional dan mengurangi ketergantungan pada bursa luar negeri.

"Pendirian Bursa CPO langkah penting untuk memperkuat pasar domestik dan meningkatkan posisi tawar Indonesia dalam perdagangan internasional. Kami berharap pemerintah dapat mendengar aspirasi petani dan segera bertindak," imbuhnya.

Rencana pemerintah pusat mendirikan Bursa CPO di bulan Juni ternyata meleset. Menurut Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, proses persiapan telah berjalan masih membutuhkan waktu yang cukup untuk menjamin operasional yang efektif dan transparan.

"Pendirian Bursa CPO prioritas bagi pemerintah. Kami telah mengalokasikan anggaran dan melakukan persiapan yang diperlukan. Kami paham kepentingan petani dan terus bekerja untuk menjamin bursa ini dapat beroperasi dengan baik," sebut Zulkifli Hasan kala itu.