Bogor, katakabar.com - Badan Karantina Indonesia kolaborasi dengan PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), taja Talk Show Karantina Day 2025, usung tema “Dari Karantina untuk Sawit Berkelanjutan: Mendukung Ketahanan Pangan dan Energi Indonesia”. Acara ini rangkaian kegiatan Hari Karantina ke 148, sekaligus HUT Badan Karantina Indonesia ke 2.
Di talk show itu dibahas peningkatan produktivitas dan keberlanjutan industri kelapa sawit nasional melalui dukungan kebijakan karantina untuk introduksi plasm nutfah, dan serangga penyerbuk dari Afrika.
Badan Karantina Indonesia (BKI) menegaskan peran karantina sangat krusial proses indtroduksi sumber daya genetik kelapa sawit, dan tiga species serangga penyerbuk Elaeidobius kamerunicus, E subvittatus, E.plagiatus dari Tanzania.
Karantina tidak hanya berfungsi sebagai penjaga gerbang biosecurity nasonal, tetapi mitra riset strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan energi Indonesia. Melalui pengawasan ketat, dan penerapan standar fitosanitari internasional.
"Badan Karantina Indonesia memastikan seluruh proses eksplorasi, transportasi, hingga karantina berjalan aman dan sesuai protokol biosekuriti. Keberhasilan introduksi Sumber Daya Genetik, dan serangga penyerbuk dari Tanzania ini menjadi tonggak penting sejarah industri kelapa sawit Indonesia," ujar BKI, dilansir dari laman mediaperkebunan.id, Sabtu (25/10).
Kegiatan ini wujud nyata sinergi Badan Karantina Indonesia, Ditjen Perkebunan, BPDP, GAPKI, PT Riset Perkebunan Nusantara, Perhimpunan Ilmu Pemuliaan dan Perbenihan Indonesia, Konsorsium Plasma Nutfah Kelapa Sawit Indonesia, Perhimpunan Entomologi Indonesia dalam menjaga keberlanjutan sawit Indonesia.
Upaya kolaborasi ini diharapkan memperkuat kapasitas riset perkebunan nasional, membuka peluang kerja sama internasional, serta mempercepat tercapainya ketahanan pangan dan energi berbasis sawit berkelanjutan.
Kegiatan ini menegaskan komitmen PT RPN sebagai lembaga riset holding perkebunan untuk terus berinovasi dalam bidang pemuliaan tanaman dan teknologi budidaya kelapa sawit yang adaptif terhadap tantangan global.
Sinergi antara riset, industri dan regulasi karantina merupakan kata kunci agar industri kelapa sawit Indonesia tetap kompetitif, berdaya saing, dan ramah lingkungan.
Talk Show Karantina Day 2025, Dialog Produktivitas Hingga Keberlanjutan Industri Sawit Nasional
Diskusi pembaca untuk berita ini