Setelah berbulan-bulan membersihkan lahan dan meratakan tanah menggunakan traktor sewaan, secercah harapan akhirnya datang. Rozzaq bersama petani lain yang tergabung dalam Kelompok Tani Tunas Muda menerima dukungan melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Pertamina EP Rantau Field. 

Bantuan tersebut berupa restorasi lahan, sarana produksi pertanian, 6.000 bibit cabai, dan 500 bibit tomat. Secara keseluruhan, kelompok tani menerima sekitar 10 ribu bibit tanaman hortikultura untuk memulai kembali usaha pertanian mereka.

Hasilnya mulai terlihat. Dari total 1,8 hektare lahan yang sempat lumpuh akibat banjir, sebanyak 21 rante kini kembali produktif. Lahan tersebut ditanami cabai rawit, cabai merah, serta sayuran sawi yang sebagian sudah berhasil dipanen.

"Alhamdulillah, lahan yang dulu rusak sekarang sudah kembali menghasilkan. Berkat dukungan yang diberikan, saya bisa kembali memenuhi kebutuhan keluarga dari pertanian," kata Rozzaq dengan senyum yang perlahan menggantikan kesedihannya.

Manager Community Involvement Development Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan pemulihan sektor pertanian menjadi bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana karena banyak masyarakat menggantungkan hidup dari lahan pertanian.

"Pertamina hadir untuk mendukung proses pemulihan para petani di sekitar wilayah operasi. Kami berharap bantuan ini dapat membantu para penyintas banjir kembali memperoleh sumber penghidupan yang layak," kata Iwan Ridwan Faizal.

Kisah Abdul Rozzaq menjadi gambaran tentang keteguhan seorang kepala keluarga menghadapi bencana. Dari lahan yang pernah terkubur lumpur dan nyaris kehilangan masa depan, kini tumbuh ribuan batang cabai yang bukan sekadar tanaman, melainkan simbol perjuangan, ketabahan, dan harapan yang tak pernah padam.