Alokasi

Sorotan terbaru dari Tag # Alokasi

BP Tapera Dorong Akselerasi Program Perumahan di Nias, BSPS 2026 Dialokasikan Bagi Seluruh Wilayah Nusantara
Nusantara
Minggu, 14 Juni 2026 | 12:05 WIB

BP Tapera Dorong Akselerasi Program Perumahan di Nias, BSPS 2026 Dialokasikan Bagi Seluruh Wilayah

Jakarta, katakabar.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama BP Tapera menerima audiensi para kepala daerah se Kepulauan Nias, meliputi Kabupaten Nias, Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan, dan Kota Gunungsitoli di Ruang Menteri PKP, Wisma Mandiri, Jakarta, Kamis (11/6). Pertemuan tersebut bahas sinergi program perumahan guna mempercepat pemenuhan kebutuhan hunian layak bagi masyarakat di Kepulauan Nias. Di pertemuan tersebut, Kepulauan Nias menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus pemerintah karena realisasi penyaluran rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) masih sangat terbatas. Komisioner BP Tapera menyampaikan realisasi rumah subsidi di Pulau Nias terakhir tercatat pada tahun 2022. Padahal, potensi pengembangan perumahan cukup besar dengan ketersediaan lahan dan kebutuhan hunian masyarakat yang masih tinggi. Pemerintah juga menyoroti rendahnya minat pengembang membangun rumah subsidi di wilayah Nias. Salah satu faktor yang disampaikan dalam audiensi adalah tingginya biaya material dan konstruksi yang menyebabkan harga rumah subsidi saat ini dinilai kurang sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Menanggapi hal tersebut, Menteri PKP meminta agar dilakukan kajian dan riset lebih lanjut sebagai dasar evaluasi kebijakan harga rumah subsidi di wilayah kepulauan dan daerah dengan karakteristik khusus. Selain mendorong peningkatan akses masyarakat terhadap rumah subsidi FLPP, pemerintah juga menyiapkan dukungan melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Berdasarkan rencana alokasi BSPS Tahun Anggaran 2026 di Provinsi Sumatera Utara, seluruh wilayah di Kepulauan Nias memperoleh peningkatan alokasi, yakni Kabupaten Nias Utara sebanyak 528 unit, Kota Gunungsitoli 300 unit, Kabupaten Nias Barat 653 unit, Kabupaten Nias Selatan 526 unit, dan Kabupaten Nias 400 unit. Para kepala daerah menyambut baik dukungan pemerintah pusat tersebut. Bupati Nias Barat menyampaikan program BSPS diharapkan mampu membantu menurunkan angka kemiskinan yang masih berada pada kisaran 22 persen. Sementara, sejumlah kepala daerah juga menyampaikan berbagai kebutuhan perumahan lainnya, termasuk dukungan bagi kawasan pendidikan, penyediaan rumah layak huni, serta penanganan backlog perumahan di wilayah masing-masing. Sebagai tindak lanjut, Kementerian PKP dan BP Tapera akan melaksanakan sosialisasi program perumahan secara lebih intensif di Kepulauan Nias agar masyarakat dapat memanfaatkan berbagai skema bantuan dan pembiayaan yang telah disediakan pemerintah. Selain itu, Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho menyampaikan akan terus meningkatkan koordinasi dengan seluruh ekosistem perumahan, mulai dari pemerintah daerah, pengembang, perbankan penyalur, hingga pemangku kepentingan lainnya. "Kami akan memperkuat koordinasi untuk meningkatkan realisasi penyaluran rumah subsidi di wilayah Kepulauan Nias," jelasnya optimis. Melalui sinergi tersebut, pemerintah berharap masyarakat di Kepulauan Nias dapat memperoleh akses yang lebih luas terhadap hunian layak, terjangkau, dan berkualitas, sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah kepulauan terluar Indonesia.

Token Palapa ($PLPA) Komitmen Transparansi: Bagikan Alokasi dan Pengembangan Ekosistem Nasional
Nasional
Senin, 27 Oktober 2025 | 12:00 WIB

Token Palapa ($PLPA) Komitmen Transparansi: Bagikan Alokasi dan Pengembangan Ekosistem

Jakarta, katakabar.com - Sebagai bagian dari komitmen transparansi dan tata kelola yang sehat, Palapa ($PLPA), token platform Bittime menegaskan alokasi dan rencana pengembangan ekosistemnya. Di antaranya, program token burning (pembakaran token) yang telah berjalan konsisten sejak Februari 2025 dan rencana pengembangan ekosistem $PLPA kedepannya. Langkah ini bagian dari strategi jangka panjang Palapa untuk memperkuat ekosistem dan meningkatkan nilai aset tokennya. Lebih lanjut, Palapa juga turut menanggapi kekhawatiran komunitas terkait data yang terlihat pada Etherscan, di mana sekitar 97 persen total suplai $PLPA saat ini masih berada di wallet developer. CEO Palapa, Jimmy Siswanto menegaskan bahwa alokasi tersebut sepenuhnya diperuntukkan bagi program token burning yang dijalankan secara bertahap selama periode dua tahun, sejak Februari 2025 kemarin. Di mana hingga saat ini, program burning $PLPA telah memasuki tahap keenam, dan seluruh proses dilakukan secara on-chain yang dapat diverifikasi publik. “Kami sangat memahami kekhawatiran yang dibagikan oleh para investor, untuk itu perlu kami tegaskan bahwa setiap alokasi dan transaksi $PLPA dapat diakses secara transparan. Baik melalui roadmap dan whitepaper $PLPA, juga secara langsung melalui hash transaksi token burning resmi yang telah dipublikasikan,” ujar Jimmy. Ia menambahkan, smart contract token Palapa tidak memiliki fungsi minting, dan dapat diverifikasi langsung melalui kode smart contract Palapa di Blockscan. Sehingga tidak ada kemungkinan penciptaan token baru di luar total suplai yang telah ditentukan. Selain program burning, kata Jimmy, Palapa tengah merencanakan serangkaian program pembaruan strategis untuk memperkuat kehadirannya di pasar aset kripto, baik lokal hingga global. Dalam waktu dekat, Palapa menargetkan pembaruan data resmi di CoinMarketCap (CMC) dan CoinGecko, dua platform data aggregator aset kripto terbesar di dunia. Hal ini ditujukan untuk memastikan informasi publik seputar $PLPA selalu akurat dan terkini. Bersamaan dengan itu, Palapa juga membagikan bahwa pihaknya kini sedang menyiapkan pembaruan roadmap dan situs resmi token Palapa (www.palapatoken.id). Dalam rencananya, pembaruan ini menjadi bagian dari visi jangka panjang untuk membangun ekosistem aset kripto lokal yang transparan, berdaya saing global, dan memberikan manfaat nyata bagi komunitas hingga investor $PLPA. Memahami pentingnya kepercayaan dari komunitas dalam setiap tahap perjalanan token Palapa ($PLPA), transparansi dan akuntabilitas merupakan nilai utama yang terus dijaga oleh tim Palapa. Dengan komitmen kuat terhadap tata kelola yang terbuka, mekanisme token yang sehat, dan pengembangan ekosistem berkelanjutan. Palapa ($PLPA) menegaskan posisinya sebagai salah satu proyek aset digital lokal dengan arah pertumbuhan yang jelas, visi jangka panjang yang solid, serta nilai fundamental yang kuat di pasar aset kripto Indonesia. Perkembang teknologi dan regulasi terkait aset kripto yang semakin jelas, memberikan kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk dapat menjelajahi dunia keuangan digital dengan lebih percaya diri. Tetapi perlu dipahami investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal itu termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Informasi Lebih Lanjut Mengenai Rincian Program Pembakaran $PLPA: