Awal 2026

Sorotan terbaru dari Tag # Awal 2026

Zero Accident di Lingkungan Kantor, LRT Jabodebek Catat Kinerja Keselamatan Kerja Optimal Awal 2026 Nasional
Nasional
Minggu, 29 Maret 2026 | 21:48 WIB

Zero Accident di Lingkungan Kantor, LRT Jabodebek Catat Kinerja Keselamatan Kerja Optimal Awal 2026

Jakarta, katakabar.com - LRT Jabodebek pertahankan capaian zero accident pada Januari-Februari 2026, dengan tidak ada kasus LTI, Near Miss, FAC, MTC, maupun FAT, serta produktivitas kerja yang stabil. Hal itu melanjutkan capaian serupa pada 2025 lalu. Konsistensi ini terjadi di tengah tingginya aktivitas kerja yang mencapai 205.648 jam kerja kumulatif dalam dua bulan pertama tahun ini. Data Divisi LRT Jabodebek menunjukkan, tidak terdapat kasus Lost Time Injury (LTI), Near Miss, First Aid Case (FAC), Medical Treatment Case (MTC), maupun Fatality (FAT) sepanjang periode tersebut. Capaian ini mempertahankan tren nihil kecelakaan kerja yang juga tercatat sepanjang 2025. Dari sisi produktivitas, volume kerja karyawan tercatat 107.888 jam pada Januari dan 97.760 jam pada Februari, dengan rata-rata 102.824 jam kerja. Pada periode yang sama, jumlah karyawan relatif stabil di angka 613 orang pada Januari dan 611 orang pada Februari, menunjukkan kesinambungan kapasitas operasional. Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan bahwa kinerja keselamatan kerja ini menjadi indikator penting dalam menjaga stabilitas operasional LRT Jabodebek secara keseluruhan. Lingkungan kerja yang aman dan terkendali berkontribusi langsung terhadap keandalan layanan, konsistensi perjalanan, serta minimnya gangguan operasional yang berdampak pada pengguna. Dengan terjaganya aspek keselamatan internal, LRT Jabodebek dapat memastikan proses operasional berjalan lebih disiplin dan terstandarisasi, sehingga mendukung pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu bagi masyarakat. Upaya menjaga kinerja keselamatan kerja dilakukan melalui penerapan pengawasan rutin, edukasi berkelanjutan, serta penguatan budaya preventif di lingkungan kerja. Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mempertahankan performa operasional yang stabil dan berkelanjutan. Keberlanjutan capaian zero accident ini memperkuat posisi LRT Jabodebek sebagai penyedia layanan transportasi publik yang mengedepankan keselamatan, baik bagi pekerja maupun pengguna jasa.

Awal 2026, Jumlah Penumpang LRT Jabodebek Terus Meningkat Capai 5,2 Juta Pengguna Lingkungan
Lingkungan
Rabu, 04 Maret 2026 | 15:07 WIB

Awal 2026, Jumlah Penumpang LRT Jabodebek Terus Meningkat Capai 5,2 Juta Pengguna

Jakarta, katakabar.com - LRT Jabodebek mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah penumpang di awal 2026, dengan total 5,2 juta penumpang dan rata-rata 88 ribu penumpang per hari. LRT Jabodebek mengawali tahun 2026 dengan kinerja yang terus bertumbuh. Sepanjang periode 1 Januari hingga 28 Februari 2026, layanan ini telah melayani 5,2 juta penumpang atau rata-rata 88 ribu penumpang per hari. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata harian tahun 2025 yang berada di angka 78,9 ribu penumpang per hari, mencerminkan tren peningkatan penggunaan transportasi publik di kawasan Jabodebek. Pada Februari 2026 saja, jumlah pengguna tercatat sebanyak 2.530.000 penumpang. Aktivitas perjalanan pada hari kerja mendominasi dengan rata-rata 116.714 penumpang per hari, sementara akhir pekan mencapai 42.916 penumpang per hari. Pola ini menunjukkan LRT Jabodebek semakin menjadi bagian dari mobilitas rutin masyarakat, khususnya untuk aktivitas kerja dan perjalanan harian. Sejak mulai beroperasi pada 28 Agustus 2023 hingga 28 Februari 2026, LRT Jabodebek telah melayani total 64,3 juta penumpang. Secara tahunan, pertumbuhan terlihat konsisten, dari 4,6 juta penumpang pada 2023 menjadi 21,1 juta pada 2024, dan meningkat lagi menjadi 28,8 juta penumpang pada 2025. Perkembangan ini mempertegas kontribusi LRT Jabodebek dalam mendukung pergerakan masyarakat perkotaan yang semakin dinamis. Dari sisi pemanfaatan layanan, rata-rata okupansi harian pada awal 2026 mencapai 32 persen, dengan okupansi hari kerja sebesar 36 persen. Angka tersebut menunjukkan tingkat keterisian yang semakin optimal, terutama pada periode mobilitas tinggi. Pergerakan penumpang terbesar tercatat di sejumlah stasiun seperti Dukuh Atas, Harjamukti, Kuningan, Cikoko, dan Pancoran. Konektivitas dengan moda lain seperti KRL, MRT, TransJakarta, Biskita, serta layanan penghubung kawasan turut memperkuat kemudahan perjalanan secara terintegrasi. Kemudahan akses juga didukung oleh sistem pembayaran non-tunai yang semakin beragam. Selain kartu uang elektronik perbankan dan Kartu Multi Trip (KMT), transaksi digital melalui LinkAja, QRIS, dan Access by KAI terus menunjukkan peningkatan. Hal ini sejalan dengan pengembangan layanan berbasis teknologi yang memudahkan proses transaksi secara cepat dan praktis. Dari aspek pelayanan, LRT Jabodebek menerapkan skema tarif dinamis (dynamic pricing) untuk memberikan fleksibilitas bagi pengguna pada jam sibuk maupun di luar jam sibuk. Peningkatan fasilitas terus dilakukan melalui optimalisasi gate, lift, dan eskalator, penyediaan signage yang informatif, penguatan integrasi antarmoda, serta peningkatan kebersihan dan kenyamanan area stasiun. Pelakhar Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Bramantya Candrika, menyampaikan pertumbuhan ini menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan LRT Jabodebek. “Peningkatan jumlah pengguna pada awal 2026 menunjukkan bahwa LRT Jabodebek semakin menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Kami akan terus menjaga keandalan operasional, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat integrasi dengan moda lain agar masyarakat mendapatkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan efisien,” ujar Bram. Ke depan, kata Bram, LRT Jabodebek akan terus melakukan evaluasi dan penguatan layanan, baik dari sisi operasional, fasilitas, maupun pengalaman pelanggan, guna mendukung mobilitas masyarakat perkotaan yang semakin dinamis dan berkelanjutan.

Tonggak Awal 2026, Pelindo Multi Terminal Jamrud Nilam Mirah Layani Kapal Impor Perdana Nasional
Nasional
Jumat, 16 Januari 2026 | 09:00 WIB

Tonggak Awal 2026, Pelindo Multi Terminal Jamrud Nilam Mirah Layani Kapal Impor Perdana

Surabaya, katakabar.com - PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) melalui Branch Jamrud Nilam Mirah (Janirah) mencatatkan tonggak penting di awal tahun 2026 dengan berhasil menangani kapal impor pertama yang bersandar dan melakukan kegiatan bongkar muat di terminal tersebut. Kapal MV Jiashun menjadi kapal perdana yang membawa muatan steel slabs impor dengan total mencapai 40.695 metrik ton, menandai dimulainya penanganan kargo impor skala besar di Branch Janirah. Kegiatan bongkar muat dilaksanakan di dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dan berlangsung pada periode 2 hingga 6 Januari 2026. Kapal tersebut diberangkatkan dari Pelabuhan Sohar, Oman, membawa komoditas baja yang merupakan bahan baku strategis bagi industri nasional. Branch Jamrud Nilam Mirah merupakan unit operasional di bawah pengelolaan PT Pelindo Multi Terminal yang melayani komoditas curah dan general cargo, termasuk baja dan produk turunannya. Keberhasilan penanganan muatan impor perdana ini menunjukkan kesiapan terminal dalam mendukung kelancaran arus logistik, khususnya bagi wilayah Jawa Timur dan sekitarnya. Branch Manager Pelindo Multi Terminal Jamrud Nilam Mirah, Muh Junaedhy, menegaskan keberhasilan bongkar muat kargo impor perdana sebesar sekitar 40 ribu metrik ton tersebut menjadi bukti kesiapan SPMT Branch Janirah secara menyeluruh, baik dari sisi fasilitas, peralatan, maupun sumber daya manusia. “Penanganan kargo impor perdana dengan volume sekitar 40 ribu metrik ton ini menunjukkan bahwa Branch Janirah siap melayani bongkar muat komoditas skala besar. Seluruh proses berjalan lancar sesuai standar operasional dan rencana pelayanan kapal,” tegas Muh Junaedhy. Selama periode kegiatan bongkar muat, rata-rata capaian kinerja bongkar muat di Branch Janirah mencapai sekitar 10.000 ton per hari, mencerminkan produktivitas operasional terminal dalam menangani muatan impor skala besar secara efisien. Ia menambahkan, keberhasilan penanganan kapal impor pertama ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi operasional Branch Janirah sepanjang tahun 2026, sekaligus memperkuat kepercayaan pengguna jasa terhadap layanan SPMT. Seluruh data kedatangan kapal dan realisasi bongkar muat tercatat dalam sistem operasional terminal sebagai bagian dari pengelolaan layanan kepelabuhanan yang terintegrasi. Terminal Jamrud juga berperan sebagai salah satu titik distribusi utama komoditas baja yang masuk melalui jalur laut di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak. Melalui kegiatan ini, SPMT Branch Janirah terus menjalankan perannya dalam mendukung kelancaran arus bahan baku industri serta memperkuat rantai logistik nasional di awal tahun 2026.