Bekerja
Sorotan terbaru dari Tag # Bekerja
Kartini 2026: Perempuan Bekerja Makin Stres dan Tren ‘Self-Care’ Bentuk Emansipasi Baru
Jakarta, katakabar.com - Sempeba peringatan Hari Kartini tahun 2026 inu soroti perubahan makna emansipasi perempuan di era modern. Kalau dulu perjuangan perempuan berfokus pada akses pendidikan dan kesetaraan hak, kini tantangan baru muncul bentuk menjaga kesehatan mental saat menghadapi tekanan hidup yang semakin kompleks terutama bagi perempuan urban yang menjalankan berbagai peran sekaligus. Data global dari Deloitte Women @ Work Report 2025 menunjukkan sekitar 36% perempuan pekerja mengalami level stress lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, sementara 29% merasa tidak bisa istirahat total selepas dari jam kerja. Tren serupa juga mulai terlihat di Indonesia, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta, di mana perempuan kerap menjalankan multi-peran sebagai profesional, ibu, sekaligus pengelola rumah tangga. Perempuan tidak hanya dituntut berkarier, tetapi tetap pegang tanggung jawab domestik dan sosial. Kombinasi ini menciptakan tekanan berlapis yang berdampak langsung pada kesehatan mental dan fisik. Fenomena ini mendorong munculnya pola perilaku baru: meningkatnya kebutuhan terhadap self-care sebagai bagian dari strategi menjaga keseimbangan hidup. Aktivitas seperti spa dan relaksasi kini tidak lagi dipandang sebagai kemewahan, melainkan sebagai kebutuhan. Bali Wangi Spa, penyedia layanan home spa di Jakarta, mencatat bahwa lebih dari 72% pelanggannya merupakan perempuan umur 25 hingga 40 tahun, dengan peningkatan permintaan layanan hingga 35% pada weekday (Senin–Kamis) waktu enam bulan terakhir. “Perempuan sekarang ngga cuma pengen sukses, tapi juga mau tetap waras dan sehat. Kami melihat peningkatan permintaan layanan spa bukan karena tren semata, tapi karena kebutuhan nyata untuk mengelola stres,” ujar Fita, founder Bali Wangi Spa. Fenomena ini sejalan dengan meningkatnya diskursus publik mengenai kesehatan mental. Dalam berbagai platform digital, topik seperti burnout, anxiety, dan emotional exhaustion semakin sering dibicarakan, terutama di kalangan perempuan Milenial dan Gen Z. Pada praktiknya, aktivitas relaksasi seperti pijat dan spa menjadi salah satu metode yang dipilih untuk meredakan tekanan tersebut. Berbeda dengan pendekatan medis, spa menawarkan solusi yang lebih holistik menggabungkan sentuhan fisik, aroma terapi, dan suasana yang menenangkan. Bali Wangi Spa usung konsep “Luxury Balinese Home Spa Experience”, menghadirkan pengalaman spa khas Bali langsung ke rumah pelanggan. Model ini dinilai relevan dengan kebutuhan perempuan urban yang memiliki keterbatasan waktu dan menginginkan kenyamanan tanpa harus keluar rumah. “Waktu adalah aset paling mahal bagi perempuan perkotaan. Dengan konsep home spa, mereka tidak perlu buang waktu macet-macetan di jalan,” ujarnya. Menariknya, peningkatan permintaan tidak hanya terjadi pada akhir pekan, tetapi juga pada hari kerja, khususnya malam hari. Hal ini menunjukkan bahwa relaksasi kini menjadi bagian dari rutinitas, bukan aktivitas sesekali. Momentum Hari Kartini 2026 jadi refleksi bentuk emansipasi perempuan terus berkembang. Jika dahulu perempuan berjuang untuk mendapatkan ruang, kini mereka juga berjuang untuk menjaga keseimbangan dalam ruang tersebut. Bali Wangi Spa menilai kemampuan perempuan untuk merawat diri sendiri adalah bagian dari kekuatan, bukan kelemahan. Dalam konteks modern, emansipasi tidak hanya tentang produktivitas, tetapi juga tentang keberlanjutan—bagaimana perempuan bisa terus berfungsi secara optimal tanpa mengorbankan kesehatan. “Perempuan hebat hari ini bukan hanya yang mampu bekerja keras, tapi juga yang sadar kapan harus berhenti sejenak untuk memulihkan diri. Kalau dulu self-care dianggap egois, sekarang justru menjadi bagian dari tanggung jawab terhadap diri sendiri. Itu adalah bentuk emansipasi modern,” tandasnya.
Korwil SPPG 'Kota Sagu' Tegaskan Komitmen Petugas Wajib Bekerja Sesuai Aturan dan Standar Nasional
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Kepulauan Meranti, Suryani, menegaskan pentingnya kedisiplinan seluruh kepala dan petugas SPPG menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN). Pernyataan tersebut disampaikan Jumat (7/11), sebagai bentuk penguatan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas nasional pemerintah. “Kami menekankan agar seluruh petugas bekerja profesional sesuai fungsi dan aturan. Ini penting untuk memastikan pelayanan gizi masyarakat berjalan dengan standar higienitas dan keamanan pangan yang telah ditetapkan pemerintah,” ujar Suryani. Suryani menjelaskan, dasar pelaksanaan kegiatan SPPG berpedoman pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, khususnya Pasal 60 ayat (1), yang menegaskan tanggung jawab pemerintah pemenuhan gizi masyarakat melalui penyediaan pangan bergizi seimbang dan aman dikonsumsi. Selain itu, Pasal 65 ayat (1) juga menekankan pentingnya penerapan standar mutu, higiene, dan sanitasi dalam setiap tahapan penyediaan pangan. Hal ini diperkuat dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Pasal 142 huruf (b), yang menekankan peningkatan gizi masyarakat melalui perbaikan perilaku konsumsi pangan dan pemenuhan asupan bergizi seimbang. Di momen tersebut, Suryani turut menyampaikan apresiasi kepada Polres Kepulauan Meranti dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepulauan Meranti atas dukungan dan kolaborasi dalam mengawal kelancaran program gizi nasional. “Kehadiran Polri melakukan pendekatan, pendampingan, dan pengawasan sosial menjadi langkah positif dalam memastikan kelancaran serta efektivitas Program Makan Bergizi Gratis. Ini bentuk sinergi yang luar biasa antara aparat penegak hukum dan pelaksana program di lapangan,” tegasnya. Menurut Suryani, Pemerintah Daerah (Pemda) bersama seluruh jajaran SPPG berkomitmen penuh mendukung kebijakan Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, melalui percepatan Program Satuan Tugas Makanan Bergizi (Satgas MBG). Program ini bagian integral dari upaya peningkatan ketahanan gizi nasional dan pembangunan sumber daya manusia unggul. Dasar hukum penguatan program tersebut juga tercantum dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, Pasal 3 huruf (c), yang menyebutkan bahwa penyelenggaraan pangan bertujuan untuk mewujudkan kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan pangan nasional.
Bodypack Kenalkan Coretex, Dikembangkan Dukung Urban Professionals Bekerja
Jakarta, katakabar.com - Bodypack, brand asal Indonesia, sedari awal sudah berkomitmen untuk terus mendukung para pekerja urban modern melalui apa yang mereka lakukan. Kali ini, selain memberi dukungan melalui produk yang mereka buat, Bodypack memperkenalkan material yang mereka kembangkan dan beri nama Coretex. Proses pengembangan material ini dimulai ketika Bodypack melihat adanya fenomena digitalisasi yang semakin pesat di awal tahun 2000an, sehingga menyebabkan transisi dalam dunia kerja.
KITAS vs Visa Bisnis, Pilihan Izin Tepat Bekerja di Indonesia
Jakarta, katakabar.com - Indonesia, dengan ekonomi yang dinamis, dan budayanya yang beragam, tawarkan banyak peluang bagi para profesional dan pengusaha. Tapi, menavigasi dunia visa bisa menjadi tantangan. Jika Anda berencana untuk bekerja di Indonesia, sangat penting untuk memahami perbedaan antara KITAS untuk tujuan bekerja dan Visa Bisnis atai BEVISA.