Bertahap

Sorotan terbaru dari Tag # Bertahap

KAI Daop 4 Ingatkan Pelanggan Cek Berkala Jadwal KA Pemesanan Tiket Nataru Buka Bertahap Nasional
Nasional
Minggu, 09 November 2025 | 18:54 WIB

KAI Daop 4 Ingatkan Pelanggan Cek Berkala Jadwal KA Pemesanan Tiket Nataru Buka Bertahap

Semarang, katakabar.com - Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 4 Semarang ingatkan pelanggan cek berkala jadwal Kereta Api (KA). Soalnya, pemesanan tiket Natal dan Tahun Baru (Nataru) buka bertahap. Pemesanan tiket kereta api pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026 resmi dibuka secara bertahap. Pemesanan tiket kereta api pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025- 2026 resmi dibuka secara bertahap. KAI Daop 4 Semarang mengimbau kepada masyarakat untuk terus mengecek jadwal secara berkala melalui kanal penjualan tiket KA resmi. Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, mengatakan para pelanggan sudah bisa memesan tiket Nataru 2025-2026 sejak H 45 sebelum keberangkatan. Hanya saja usai dilakukan penyesuaian jadwal dan pola perjalanan, beberapa perjalanan KA mulai 1 Desember dibuka secara bertahap. “Pemesanan tiket untuk angkutan Nataru 2025-2026 sudah dibuka secara bertahap setelah adanya penyesuaian jadwal dan pola perjalanan. Untuk itu, kami mengingatkan kepada para pelanggan agar selalu mengecek jadwal perjalanan yang dikehendaki secara berkala," terang Franoto. Kata Franoto, sebelumnya KAI melakukan penyesuaian agar pola perjalanan sesuai dengan kondisi terkini. Pembukaan bertahap ini sekaligus untuk memastikan transisi ke jadwal dan pola perjalanan baru berjalan lancar sebagai bagian dari upaya berkelanjutan KAI dalam meningkatkan keselamatan, efisiensi, dan kenyamanan layanan kereta api. Selain itu, ujarnya, untuk memberikan kesempatan bagi pelanggan merencanakan perjalanan lebih awal.

Pukulan Berat Bagi Naker, Industri Garmen Tutup Bertahap Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 30 Januari 2025 | 19:33 WIB

Pukulan Berat Bagi Naker, Industri Garmen Tutup Bertahap

Jawa Barat, katakabar.com - Industri garmen di Indonesia tengah menghadapi tantangan besar yang mengancam keberlangsungan sektor ini. Tekanan ekonomi global, meningkatnya biaya produksi, dan persaingan ketat dengan produk impor murah membuat banyak perusahaan garmen terpaksa menutup operasional mereka secara bertahap. Kondisi ini picu gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang berdampak langsung pada ribuan pekerja. Pandemi Covid 19 jadi faktor utama perburuk kondisi industri garmen. Selama masa pandemi, permintaan produk garmen menurun drastis akibat kebijakan pembatasan sosial di berbagai negara. Meski pandemi mulai mereda, dampak ekonominya masih terasa hingga kini. Banyak perusahaan garmen dihadapkan pada meningkatnya harga bahan baku seperti kapas dan benang, serta fluktuasi nilai tukar mata uang yang memengaruhi biaya impor. Di sisi lain, inflasi global menekan daya beli masyarakat, baik di pasar domestik maupun internasional. Produsen garmen lokal kesulitan menyesuaikan harga jual produk mereka dengan kenaikan biaya produksi, yang pada akhirnya berujung pada penurunan profitabilitas.